Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

WISATA

Kemenpar Perkuat Gerakan Wisata Bersih di Pagar Alam

badge-check


 Aksi bersih area wisata Pagar Alam, Sumsel Perbesar

Aksi bersih area wisata Pagar Alam, Sumsel

Wartatrans.com, PAGAR ALAM – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) perkuat Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan budaya kebersihan sebagai fondasi pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

“Gerakan Wisata Bersih harus kita hidupkan sebagai budaya, bukan sekadar kegiatan. Sebuah budaya baru dalam pariwisata Indonesia, budaya yang menempatkan kebersihan sebagai identitas dan fondasi utama dalam membangun pariwisata inklusif dan kompetitif,” tegas Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, dalam kegiatan GWB di Lapangan Landing Paralayang Tangga 2001, Pagar Alam, Sabtu (15/11/2025).

GWB Pagar Alam merupakan penyelenggaraan ke-14 secara nasional oleh Kemenpar sepanjang 2025.

Kegiatan ini diisi dengan berbagai aksi, mulai dari bersih-bersih destinasi secara massal, edukasi dan kampanye sadar kebersihan, penyediaan fasilitas pendukung seperti tempat sampah ramah lingkungan, hingga penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas agar solusi yang diterapkan dapat berkelanjutan.

Sejumlah komunitas lari di Pagar Alam juga turut memeriahkan kegiatan melalui fun run.

GWB menurutnya, bukan sekadar simbol, tetapi solusi konkret terhadap tantangan dalam pengelolaan destinasi.

Gerakan ini dirancang agar menjadi bagian dari sistem pengelolaan pariwisata yang hidup, konsisten, dan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap GWB dapat memantik semangat masyarakat Pagar Alam untuk menjaga lingkungan, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku wisata, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap pariwisata bersih dan berkelanjutan,” bebernya.

Dia menambahkan, arah pembangunan pariwisata Indonesia saat ini berfokus pada kualitas, keberlanjutan, dan pelibatan wisatawan secara lebih bermakna dalam ekosistem pariwisata.

Kebersihan bukan hanya indikator layanan, tetapi cermin peradaban dan karakter bangsa.

“Kita percaya bahwa pariwisata yang bersih adalah pariwisata yang bermartabat. Kebersihan adalah bagian dari jati diri bangsa. Mari bersama menjadikan kebersihan sebagai nilai luhur dalam pengembangan pariwisata Indonesia, khususnya di Bumi Besemah yang kita cintai ini,” kata Bayu.

Pemilihan Pagar Alam sebagai lokasi penyelenggaraan GWB didasarkan pada kekayaan lanskap alamnya yang memukau, udara sejuk dataran tinggi, serta budaya masyarakat yang khas.

Dikelilingi perkebunan teh dan kopi, Pagar Alam memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan ekowisata yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Kemenpar, kata Bayu, berkomitmen mendukung pengembangan pariwisata di Pagar Alam dan Sumatera Selatan secara berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Pagar Alam Bertha menyampaikan apresiasi atas dipilihnya kota tersebut sebagai lokasi percontohan GWB nasional.

“Kegiatan ini sangat positif dalam meningkatkan promosi dan daya saing destinasi melalui praktik kebersihan dan kesehatan yang berkelanjutan. Ini juga menjaga keseimbangan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan,” kata Bertha.

Dia berharap, kegiatan ini dapat mendorong kemajuan ekonomi masyarakat secara lebih luas, meningkatkan nilai tambah pariwisata, serta memperkuat tata kelola destinasi wisata.

“Gerakan ini akan memberikan kontribusi signifikan bagi pelestarian lingkungan, peningkatan kunjungan wisata, serta pemberdayaan masyarakat dan ekonomi lokal,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Bidang Pengamanan Destinasi dan Pengamanan Kemenpar, Irjen Pol Krisnandi; Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Kemenpar, Florida Pardosi; serta Asisten Deputi Bidang Event Daerah Kemenpar, Reza Fahlevi. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dulu Markas Para Maestro, Rumah Bing Slamet Kini Jadi Museum

28 September 2026 - 11:47 WIB

KAI Heritage Week 2026 Telusuri Jejak Awal Perkeretaapian Indonesia dari Semarang

26 September 2026 - 00:32 WIB

ASDP Ajak Masyarakat Nikmati Keseruan di Bakauheni Harbour City

24 September 2026 - 13:37 WIB

Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel

21 September 2026 - 11:47 WIB

Mantap, 47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk List Teratas Global Michelin Guide

20 September 2026 - 12:50 WIB

Semangat Hari Perhubungan Nasional, DAMRI Akan Terus Hadir Menghubungkan Indonesia

17 September 2026 - 22:12 WIB

Nikmati Pesona Papua, DAMRI Antar Wisatawan Internasional Saksikan Cenderawasih dan Kehidupan Warga Lokal

16 September 2026 - 21:34 WIB

Pelindo Regional 2 Buka Pintu bagi SENA dan Kadin Arab-Kolombia, Perkenalkan Warisan Pelabuhan Sunda Kelapa

16 September 2026 - 20:53 WIB

Scoot Hadirkan Promo “Ke Mana Saja”, Tiket Spesial untuk Liburan hingga Juni 2027

15 September 2026 - 09:47 WIB

Aceh Culinary Festival, Perkuat Narasi Kuliner Khas Aceh

14 September 2026 - 10:36 WIB

Trending di RAGAM