Menu

Mode Gelap
KAI: Ketertiban di Stasiun dan Perlintasan jadi Kesan Positif bagi Wisatawan Asing Danau Lut Tawar, “Swiss Indonesia” yang Terancam Pudar Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Menuai Polemik Gelar RUPST, Garuda Indonesia Perkuat Fokus Transformasi Jumlah Penumpang Garuda Indonesia Group Tumbuh 6,76% di Kuartal I-2026 BKKP dan UPP Indramayu Dorong Penerapan K3 dan MCU Berkala bagi Stakeholder Pelabuhan

WISATA

Danau Lut Tawar, “Swiss Indonesia” yang Terancam Pudar

badge-check


 Danau Lut Tawar, “Swiss Indonesia” yang Terancam Pudar Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Keindahan yang selama ini dijuluki sebagai “Swiss Indonesia” kini menghadapi ancaman serius pascabencana hidrometeorologi yang melanda kawasan itu tujuh bulan lalu. Longsor dan banjir bandang yang menerjang wilayah dataran tinggi Gayo meninggalkan kerusakan cukup parah, mulai dari akses jalan, fasilitas wisata, hingga lahan perkebunan kopi masyarakat.

Danau yang berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut itu selama ini menjadi salah satu ikon wisata andalan . Lanskap pegunungan yang mengelilingi danau, udara sejuk, serta hamparan air yang tenang menjadikan kawasan tersebut dikenal luas sebagai destinasi wisata unggulan di Tanah Gayo.

Tak hanya menjadi magnet wisata, kawasan juga menopang perekonomian masyarakat melalui sektor perkebunan yang telah dikenal hingga mancanegara.

Namun, pascabencana, sejumlah fasilitas penunjang wisata mengalami kerusakan. Infrastruktur jalan menuju kawasan wisata dilaporkan banyak yang rusak akibat longsor. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Bupati , , bergerak cepat dengan mendatangi kantor di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Haili Yoga didampingi Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Erwin Pratama.

Di hadapan Menteri Pariwisata, Haili Yoga menjelaskan posisi strategis kawasan Danau Lut Tawar sebagai salah satu sumber pemasukan daerah yang menggabungkan potensi wisata alam dan komoditas ekspor nasional.

“Wilayah ini adalah satu-satunya daerah yang menggabungkan potensi wisata alam kelas dunia dengan komoditas ekspor unggulan nasional, yakni Kopi Gayo. Keduanya memiliki nyawa yang sama, yaitu kelestarian alam,” ujar Haili Yoga.

Menurut dia, kerusakan lingkungan akibat bencana tidak hanya memukul sektor pariwisata, tetapi juga berdampak langsung terhadap produktivitas perkebunan kopi masyarakat.

“Ketika alam rusak akibat bencana, maka pariwisata mati dan produktivitas kopi pun menurun karena banyak kebun kopi yang rusak,” katanya.

Menteri Pariwisata disebut merespons serius kondisi tersebut. Ia mengaku memahami urgensi penanganan kawasan Danau Lut Tawar karena dampaknya berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat di dataran tinggi Gayo.

Pemerintah daerah berharap adanya kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam proses pemulihan kawasan wisata dan lingkungan di sekitar Danau Lut Tawar, sehingga pesona alam yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Aceh dapat kembali pulih.*** (Basaruddin BGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Libur Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, ASDP Perkuat Akses Wisata Danau Toba

13 Mei 2026 - 17:47 WIB

Sambut Long Weekend, DAMRI Siapkan Lebih dari 50 Ribu Kursi AKAP dan Beragam Kemudahan Pemesanan Tiket

13 Mei 2026 - 14:05 WIB

Sambut Waisak di Borobudur, Hotel InJourney Hospitality bisa jadi Pilihan Akomodasi Menarik

12 Mei 2026 - 11:54 WIB

2 Direktur InJourney Hospitality Sabet Penghargaan Dewi BUMN

11 Mei 2026 - 21:43 WIB

IPC TPK Gandeng Mitra Pelayaran Perkuat Konservasi Laut dan Ekosistem Pelabuhan Berkelanjutan

27 April 2026 - 18:07 WIB

Korsel Berlakukan Travel Warning ke Bali, Peran Kemenpar Disoroti

15 April 2026 - 08:41 WIB

Syahmudrian Lubis jadi Dirut Baru Ancol

15 April 2026 - 08:14 WIB

Wow, Komodo National Park Resmi Jadi Destinasi Terindah Ke-2 di Dunia

14 April 2026 - 09:54 WIB

The Meru Sanur Sabet Penghargaan Best New Hotel Indonesia 2026

12 April 2026 - 12:47 WIB

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Trending di RAGAM