Menu

Mode Gelap
Pameran “Guru Inspiratif” di Ruang Darmin Akan Hadirkan Tafsir Visual tentang Peran Guru Dr. Nungki Kusumastuti Akan Jadi Narasumber Diskusi Seni dan Budaya 2026 FORWAN Bandara Soekarno-Hatta Siap Layani 35.285 Jemaah Haji dari Terminal 2F AI dan Koperasi Desa: Seruan Sinergi di Forum Alumni Timur Tengah Presiden GPAB Sayangkan Penunjukan Jubir Aceh, Dinilai Lukai Nilai Perjuangan Penunjukan Jubir Aceh Picu Polemik, Publik Soroti Konsistensi Sikap terhadap Warisan Hasan Tiro

SUMBER DAYA

Keren! 4 Alumni API Banyuwangi Tembus Kerja di Bandara Haneda Jepang

badge-check


 4 alumni API Banyuwangi Perbesar

4 alumni API Banyuwangi

Wartatrans.com, JAKARTA – Keren! Empat alumni Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) tembus dunia kerja internasional.

Mereka resmi dilantik sebagai Pegawai Ground Handling di Tokyo Operation Partners Co., Ltd. dan kini menjalankan tugas operasional di salah satu bandara tersibuk dan paling modern di Asia, yakni Bandara Internasional Haneda, Jepang.

Keempat alumni tersebut adalah A. Irland Patappuri, Muhammad Isra, Wendra Dwiki Wibisono, dan Fathur Rozi.

“Penempatan ini merupakan hasil dari Program Pelatihan Specified Skill Worker (SSW), skema pemerintah Jepang yang membuka peluang bagi tenaga kerja asing terampil, melalui kerja sama BPSDMP Kementerian Perhubungan melalui API Banyuwangi dengan PT Liana Segrus Co., Ltd,” tutur Direktur API Banyuwangi, Capt. Daniel Dewantoro Rumani, Kamis (15/1/2026).

Dia menjelaskan, program SSW dirancang untuk menjawab kebutuhan industri Jepang akan tenaga kerja dengan keterampilan spesifik, termasuk di sektor penerbangan.

“Program ini tidak hanya menyiapkan kompetensi teknis, tetapi juga bahasa dan budaya kerja Jepang yang menuntut disiplin tinggi, ketepatan waktu, serta standar keselamatan dan pelayanan kelas dunia,” ujarnya.

Proses menuju penempatan internasional menurutnya, bukan hal instan.

Sejak sosialisasi program pada September 2023, para peserta mengikuti pelatihan bahasa Jepang secara intensif, tahapan mensetsu atau wawancara dengan perusahaan Jepang, serta ujian bahasa seperti Japanese Language Proficiency Test (JLPT) dan Japan Foundation Test (JFT).

Mereka juga wajib lulus uji keterampilan SSW sebagai bukti kompetensi sesuai standar industri Jepang.

Kontrak kerja ditandatangani pada September 2025, menandai kesiapan mereka terjun langsung di Bandara Haneda.

“Selain kemampuan teknis operasional penerbangan, peserta dibekali pemahaman mendalam tentang budaya kerja Jepang,” ungkapnya.

Pendekatan ini dinilai krusial agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dan berkontribusi secara profesional di lingkungan bandara internasional.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU), M. Abrar Tuntalanai menyampaikan, program serupa telah diterapkan di beberapa perguruan tinggi penerbangan Kemenhub dan menjadi peluang besar bagi lulusan matra udara.

“Program kerja sama internasional seperti ini harus dipersiapkan secara matang karena membuka jalur karier global bagi lulusan perguruan tinggi penerbangan Indonesia,” katanya.

Dia mengatakan, ini adalah wujud nyata orientasi internasional pendidikan vokasi penerbangan Indonesia yang selaras dengan standar global.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Capt. Wisnu Handoko, menilai capaian ini sebagai bukti nyata kualitas pendidikan vokasi penerbangan di bawah Kemenhub.

“Keberhasilan alumni API Banyuwangi bekerja di Bandara Haneda menunjukkan bahwa lulusan pendidikan vokasi transportasi Indonesia memiliki daya saing global. Ini sejalan dengan komitmen BPSDMP dalam menyiapkan SDM transportasi yang memiliki nilai-nilai PROPRESTASI, dimana salah satunya adalah Standar Global, sehingga siap bersaing di pasar internasional,” paparnya.

Penempatan alumni API Banyuwangi di Bandara Haneda juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok tenaga kerja terampil di sektor penerbangan internasional.

Di tengah meningkatnya kebutuhan Jepang akan tenaga kerja usia produktif, kehadiran pekerja Indonesia yang terlatih tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan dan peningkatan devisa.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan taruna penerbangan lainnya untuk mempersiapkan diri menembus pasar kerja internasional melalui penguasaan kompetensi, bahasa, dan etos kerja global. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bandara Soekarno-Hatta Siap Layani 35.285 Jemaah Haji dari Terminal 2F

20 April 2026 - 10:42 WIB

AI dan Koperasi Desa: Seruan Sinergi di Forum Alumni Timur Tengah

20 April 2026 - 08:33 WIB

Perluas Kerja Sama Penguatan SDM, BPSDMP Gandeng 7 Pemda di Sulsel

20 April 2026 - 05:59 WIB

Menhub Dudy Tinjau Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Pastikan Siap Layani Jemaah Haji 2026

20 April 2026 - 05:44 WIB

Pengukuhan GLS SIGMA SMPIT Sinergi IBS dan Pembekalan TALENTA 2026 Bersama GLN GAREULIS Nasional

19 April 2026 - 08:59 WIB

Di Tengah Kenaikan Harga BBM, PRESSOLIND Diesel Tawarkan Solusi Efisiensi bagi Pengguna Kendaraan

19 April 2026 - 08:39 WIB

Melalui TJSL, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Pelestarian Terumbu Karang dan Ekosistem Laut Kepulauan Seribu

18 April 2026 - 19:09 WIB

Keberangkatan Jemaah Haji ke Tanah Suci Mulai 22 April, InJourney Airports Pastikan Kesiapan 19 Bandara

18 April 2026 - 14:37 WIB

Tani Merdeka Aceh Tengah Terdepan Menjaga Kedaulatan Pangan

18 April 2026 - 12:11 WIB

Tingkatkan Produktivitas Usaha, IWAPI DPC Jakarta Timur Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Jepang

18 April 2026 - 09:12 WIB

Trending di EKOBIS