Menu

Mode Gelap
Redaksi Wartatrans.com Gelar Rapat Strategis, Perkuat Langkah Menjadi Media Online yang Diperhitungkan Menghubungkan Pulau, Menggerakkan Ekonomi dari Tanjung Pandan KAI Ingatkan Masyarakat Waspada di Perlintasan Sebidang Saat Liburan, 370 Orang Meninggal dalam Tiga Tahun Terakhir KAI Permudah Akses Investor ke Aset Strategis Lewat Platform Digital Space by KAI Hadapi Libur Sekolah, Kemenhub Uji Petik Kapal di Pelabuhan Ternate PNM Perkuat Komitmen Keberlanjutan Lewat Penanaman 27 Ribu Pohon dan Program Sosial untuk Masyarakat

SUMBER DAYA

Keren! 4 Alumni API Banyuwangi Tembus Kerja di Bandara Haneda Jepang

badge-check


 4 alumni API Banyuwangi Perbesar

4 alumni API Banyuwangi

Wartatrans.com, JAKARTA – Keren! Empat alumni Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) tembus dunia kerja internasional.

Mereka resmi dilantik sebagai Pegawai Ground Handling di Tokyo Operation Partners Co., Ltd. dan kini menjalankan tugas operasional di salah satu bandara tersibuk dan paling modern di Asia, yakni Bandara Internasional Haneda, Jepang.

Keempat alumni tersebut adalah A. Irland Patappuri, Muhammad Isra, Wendra Dwiki Wibisono, dan Fathur Rozi.

“Penempatan ini merupakan hasil dari Program Pelatihan Specified Skill Worker (SSW), skema pemerintah Jepang yang membuka peluang bagi tenaga kerja asing terampil, melalui kerja sama BPSDMP Kementerian Perhubungan melalui API Banyuwangi dengan PT Liana Segrus Co., Ltd,” tutur Direktur API Banyuwangi, Capt. Daniel Dewantoro Rumani, Kamis (15/1/2026).

Dia menjelaskan, program SSW dirancang untuk menjawab kebutuhan industri Jepang akan tenaga kerja dengan keterampilan spesifik, termasuk di sektor penerbangan.

“Program ini tidak hanya menyiapkan kompetensi teknis, tetapi juga bahasa dan budaya kerja Jepang yang menuntut disiplin tinggi, ketepatan waktu, serta standar keselamatan dan pelayanan kelas dunia,” ujarnya.

Proses menuju penempatan internasional menurutnya, bukan hal instan.

Sejak sosialisasi program pada September 2023, para peserta mengikuti pelatihan bahasa Jepang secara intensif, tahapan mensetsu atau wawancara dengan perusahaan Jepang, serta ujian bahasa seperti Japanese Language Proficiency Test (JLPT) dan Japan Foundation Test (JFT).

Mereka juga wajib lulus uji keterampilan SSW sebagai bukti kompetensi sesuai standar industri Jepang.

Kontrak kerja ditandatangani pada September 2025, menandai kesiapan mereka terjun langsung di Bandara Haneda.

“Selain kemampuan teknis operasional penerbangan, peserta dibekali pemahaman mendalam tentang budaya kerja Jepang,” ungkapnya.

Pendekatan ini dinilai krusial agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dan berkontribusi secara profesional di lingkungan bandara internasional.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara (PPSDMPU), M. Abrar Tuntalanai menyampaikan, program serupa telah diterapkan di beberapa perguruan tinggi penerbangan Kemenhub dan menjadi peluang besar bagi lulusan matra udara.

“Program kerja sama internasional seperti ini harus dipersiapkan secara matang karena membuka jalur karier global bagi lulusan perguruan tinggi penerbangan Indonesia,” katanya.

Dia mengatakan, ini adalah wujud nyata orientasi internasional pendidikan vokasi penerbangan Indonesia yang selaras dengan standar global.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Capt. Wisnu Handoko, menilai capaian ini sebagai bukti nyata kualitas pendidikan vokasi penerbangan di bawah Kemenhub.

“Keberhasilan alumni API Banyuwangi bekerja di Bandara Haneda menunjukkan bahwa lulusan pendidikan vokasi transportasi Indonesia memiliki daya saing global. Ini sejalan dengan komitmen BPSDMP dalam menyiapkan SDM transportasi yang memiliki nilai-nilai PROPRESTASI, dimana salah satunya adalah Standar Global, sehingga siap bersaing di pasar internasional,” paparnya.

Penempatan alumni API Banyuwangi di Bandara Haneda juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok tenaga kerja terampil di sektor penerbangan internasional.

Di tengah meningkatnya kebutuhan Jepang akan tenaga kerja usia produktif, kehadiran pekerja Indonesia yang terlatih tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan dan peningkatan devisa.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa dan taruna penerbangan lainnya untuk mempersiapkan diri menembus pasar kerja internasional melalui penguasaan kompetensi, bahasa, dan etos kerja global. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menghubungkan Pulau, Menggerakkan Ekonomi dari Tanjung Pandan

5 Juni 2026 - 20:51 WIB

Perkuat Tata Kelola dan Keunggulan Operasional, PELNI Terima 7 Sertifikat ISO

5 Juni 2026 - 15:41 WIB

BPSDMP Gelar Global Vocational Sinergy di Poltekpel Surabaya

5 Juni 2026 - 15:29 WIB

Ada Rehabilitasi Dermaga Penajam, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Berjalan Aman

5 Juni 2026 - 14:10 WIB

Menhub Dudy Pastikan Penyerapan Anggaran 2026  Tepat Sasaran dan Efektif

5 Juni 2026 - 07:49 WIB

TTL Gandeng APTRINDO Optimalkan Terminal Booking System, Percepat Kelancaran Distribusi Logistik

4 Juni 2026 - 23:06 WIB

Dipercaya COSCO, Terminal Teluk Lamong Catat Pertumbuhan Arus Petikemas Internasional di Atas 90 Persen

4 Juni 2026 - 23:02 WIB

Lion Parcel Luncurkan Minipack, Biaya Pengiriman Hemat hingga 50%!

4 Juni 2026 - 19:50 WIB

KSO TPK Koja Gelar Aksi Donor Darah, Berhasil Himpun 77 Kantong untuk Bantu Stok PMI DKI Jakarta

4 Juni 2026 - 16:34 WIB

Singapore Airlines Àkan Tambah Frekuensi Penerbangan ke Amsterdam Pada Periode Operasional Musim Panas 2026

4 Juni 2026 - 11:27 WIB

Trending di BANDARA