Wartatrans.com, JAKARTA – Perkuat Tata Kelola Dan Keunggulan operasional, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menerima tujuh sertifikat ISO terintegrasi dari PT TÜV NORD Indonesia di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Sertifikat ISO tersebut diserahkan Direktur PT TÜV NORD Indonesia Gde Bayu Wicaksana kepada Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati, didampingi Ketua Tim Counterpart Implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi PELNI Fathurrahman Ramadhani.

Tujuh sertifikasi yang diterima PELNI antara lain ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan, ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, ISO 37301:2021 Sistem Manajemen Kepatuhan, ISO 55001:2024 Sistem Manajemen Aset, dan ISO 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Anik mengungkapkan, pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya perusahaan memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan penerapan standar internasional di seluruh aspek operasional perusahaan.
“Ini adalah cerminan dari budaya kerja yang terstandar, tata kelola yang akuntabel, kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan, serta komitmen terhadap integritas dan kepatuhan hukum yang telah mengakar di seluruh organisasi PELNI. Dengan diraihnya sertifikasi ini, PELNI juga menegaskan posisinya sebagai perusahaan pelayaran nasional yang tidak hanya unggul dalam konektivitas maritim, tetapi juga dalam kualitas pengelolaan perusahaan,” urai Anik.
Implementasi Sistem Manajemen Terintegrasi menurutnya, telah dimulai sejak pertengahan tahun 2025 melalui berbagai tahapan, mulai dari persiapan, pelatihan, implementasi hingga audit eksternal yang melibatkan seluruh unit kerja perusahaan.
“Pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi seluruh insan PELNI untuk terus menjaga konsistensi penerapan standar dan melakukan perbaikan berkelanjutan dalam setiap aspek operasional perusahaan,” kata dia.
Proses sertifikasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko efektif, serta standar keselamatan dan keamanan yang diakui secara internasional.
Pencapaian ini menjadi momentum bagi PELNI untuk terus memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada kualitas, integritas, dan perbaikan berkelanjutan.
“Dengan standar internasional yang telah diterapkan, PELNI optimistis dapat menghadirkan layanan transportasi dan logistik maritim yang semakin aman, andal, dan berdaya saing dalam mendukung konektivitas nasional,” tutup Anik. (omy)






























