Menu

Mode Gelap
Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB Menhub Dudy Tegaskan Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026 KKI Ritel Bidik 10% Transaksi Kartu Kredit

PERON

Kereta Petani dan Pedagang Beroperasi, Bertarif Rp3.000 di Commuter Line Merak

badge-check


 Kereta Petani dan Pedagang Beroperasi, Bertarif Rp3.000 di Commuter Line Merak Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan Kereta Petani dan Pedagang pada layanan Commuter Line Merak mulai Senin (1/12), sebagai inovasi hasil kolaborasi bersama DJKA Kementerian Perhubungan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perdagangan lokal di Banten.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa kehadiran Kereta Petani dan Pedagang merefleksikan kemampuan perkeretaapian nasional dalam menghadirkan layanan yang relevan bagi masyarakat.

“Kereta ini dirancang oleh tenaga ahli kami di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Setiap detail disiapkan agar perjalanan aman, nyaman, dan tetap tertata, sehingga petani dan pedagang dapat memasarkan produk dengan lebih mudah,” ujar Anne.

Seluruh proses desain dan modifikasi sarana dikerjakan oleh Balai Yasa Surabaya Gubeng, mulai dari penataan interior, ruang bagasi, hingga sistem pendukung perjalanan agar sesuai kebutuhan petani dan pedagang.

Tarif perjalanan ditetapkan sebesar Rp3.000, sama dengan tarif penumpang umum pada KRL, melalui skema Public Service Obligation (PSO) dari Pemerintah. Anne menekankan bahwa dukungan subsidi DJKA Kemenhub memastikan layanan ini tetap terjangkau dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya yang bergantung pada transportasi publik berbasis rel.

Kereta Petani dan Pedagang memiliki kapasitas 73 tempat duduk dan area bagasi yang ditata sesuai kebutuhan pengguna. Layanan ini dirangkaikan pada 14 perjalanan Commuter Line Merak setiap hari, terdiri dari 7 perjalanan Merak–Rangkasbitung dan 7 perjalanan Rangkasbitung–Merak. Seluruh perjalanan tersebut melayani 11 stasiun, yaitu: Rangkasbitung – Jambu Baru – Catang – Cikuesal – Walantaka – Serang – Karangantu – Tonjong Baru – Cilegon – Krenceng – Merak.

Pengguna dapat membawa maksimal dua koli barang berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm. Untuk menggunakan layanan ini, pelanggan wajib melakukan registrasi Kartu Petani dan Pedagang di loket stasiun wilayah Commuter Line Merak. Pemegang kartu dapat membeli tiket mulai H-7 dan melakukan boarding lebih awal hingga dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Pengguna yang belum memiliki kartu tetap dapat membeli tiket pada hari perjalanan apabila kuota masih tersedia.

Sarana kereta telah menjalani serangkaian uji teknis, sertifikasi, pemasangan signage keselamatan, serta penyesuaian akses naik-turun di sejumlah stasiun. Seluruh persiapan ini memastikan kenyamanan, keamanan, dan keteraturan pergerakan barang maupun penumpang. Anne menambahkan bahwa desain Balai Yasa Surabaya Gubeng menghadirkan sarana yang kuat secara teknis sekaligus fungsional untuk membawa hasil panen, olahan makanan, serta barang dagangan lainnya tanpa mengganggu alur penumpang.

Pada hari pertama operasional, sebanyak 12.391 pengguna memanfaatkan Commuter Line Merak, termasuk 95 pengguna Kereta Petani dan Pedagang. Barang bawaan didominasi olahan makanan, hasil pertanian, hingga kerajinan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Serang, Cilegon, dan Merak.

Anne menegaskan bahwa Kereta Petani dan Pedagang berperan penting dalam memperkuat ekonomi lokal.

“Layanan ini membantu kelancaran aktivitas perdagangan harian masyarakat, khususnya petani dan pedagang kecil yang mengandalkan transportasi berbasis rel. KAI akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah untuk menghadirkan layanan yang memberi manfaat sosial dan ekonomi,” tutup Anne.(****)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI dan KCIC Gelar EduTrain, Ajak Anak Panti Kenal Teknologi Perkeretaapian

19 Agustus 2026 - 14:23 WIB

17 Agustus Jadi Puncak Perjalanan, KAI Catat 216.158 Pelanggan dalam Sehari

18 Agustus 2026 - 20:33 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas yang Gagalkan Pencurian Kabel Persinyalan di Cikarang

18 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Tarif Rp8 dan Diskon 17 Persen KAI Group Dipakai 1,08 Juta Pelanggan pada 17 Agustus

18 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Libur Panjang HUT ke-81 RI, KAI Daop 1 Catat 385 Ribu Pergerakan Penumpang

18 Agustus 2026 - 12:53 WIB

KAI Commuter Luncurkan KMT Edisi Khusus HUT ke-81 RI, Siapkan 15.000 Kartu dengan 3 Desain

18 Agustus 2026 - 12:33 WIB

KCIC Hadirkan Kartu Langganan Whoosh Edisi Khusus dan Semarak Merah Putih

18 Agustus 2026 - 12:20 WIB

KAI Perbarui Website kai.id, Kini Lebih Modern dan Terintegrasi

18 Agustus 2026 - 12:15 WIB

KAI Commuter Tambah Perjalanan hingga Dini Hari, Antisipasi Lonjakan Penumpang Usai Pesta Rakyat HUT RI

17 Agustus 2026 - 21:04 WIB

HUT ke-81 RI, Stasiun Juanda Jadi Tujuan Utama Warga Menuju Monas

17 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Trending di PERON