Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo Kemenhub Perkuat Standar Pedoman Alat Penolong Kapal Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

PERON

Kereta Petani dan Pedagang Mulai Beroperasi, Layani 87 Pengguna di Hari Pertama

badge-check


 Kereta Petani dan Pedagang Mulai Beroperasi, Layani 87 Pengguna di Hari Pertama Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi hari Senin (1/12), dan telah melayani 87 pengguna hingga pukul 15.00 WIB.

KAI Commuter mencatat telah mengoperasikan enam perjalanan layanan khusus tersebut, yang dirangkaikan bersama Commuter Line Merak dengan rute Stasiun Rangkasbitung hingga Stasiun Merak.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyebut bahwa layanan ini akan beroperasi sebanyak 14 perjalanan setiap hari. “Hari ini, Stasiun Cikeusal menjadi titik keberangkatan terbanyak dengan 36 pengguna Kereta Petani dan Pedagang menuju arah Rangkasbitung maupun Merak,” ujarnya.

Layanan ini dirancang khusus untuk petani dan pedagang dengan menyediakan ruang terpisah dari pengguna reguler Commuter Line Merak. Mereka juga difasilitasi untuk membawa keranjang atau barang dagangan dengan nyaman.

Karina menambahkan, volume pengguna reguler Commuter Line Merak hingga sore ini mencapai 8.405 orang. “Kehadiran Kereta Petani dan Pedagang lahir dari semangat gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan pedagang di sekitar jalur operasional Commuter Line,” katanya.

Untuk mengakses layanan ini, calon pengguna diwajibkan mendaftar di loket stasiun dengan membawa kartu identitas dan mengisi formulir untuk mendapatkan Kartu Petani dan Pedagang. Pemegang kartu ini bisa memesan tiket mulai H-7 dan masuk ke area tunggu dua jam sebelum keberangkatan.

Setiap penumpang diperbolehkan membawa maksimal dua koli atau tentengan dengan ukuran maksimal 100 cm x 40 cm x 30 cm. Barang berbau menyengat, mudah terbakar, senjata tajam/api, dan hewan ternak dilarang dibawa.

“Diharapkan layanan ini mampu mendukung pergerakan ekonomi lokal dan memberikan nilai tambah bagi komunitas petani dan pedagang di wilayah Commuter Line,” tutup Karina.(****)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik

10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pelanggan KA Purwojaya Tembus 408 Ribu, Rute Cilacap–Jakarta Makin Diminati

10 Oktober 2026 - 05:26 WIB

KAI: Lima Stasiun di Dekat Pelabuhan Catat Hampir 12 Juta Aktivitas Pelanggan

10 Oktober 2026 - 05:03 WIB

KAI Angkut 4,44 Juta Ton Petikemas, Naik 19,57 Persen

10 Oktober 2026 - 01:35 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Mulai Tempatkan Petugas Jaga di Lima Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

10 Oktober 2026 - 00:28 WIB

KAI Services Resmikan TPS3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

9 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Angkutan Perkebunan Melesat, KAI Catat 480.121 Ton hingga September 2026

9 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Enam Wilayah KAI Tumbuh Dua Digit, Aktivitas Pelanggan Capai 89,95 Juta

8 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Kemenhub Dorong Integrasi Transportasi dan Tata Ruang pada KBT

8 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Perlintasan Tak Dijaga Dominasi Kecelakaan, KAI Perkuat Keselamatan

8 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Trending di PERON