Menu

Mode Gelap
Diduga Kuat Truk Colt diesel Tanpa Nopol Mengangkut Minyak Mentah Ilegal Melintas dijalan Lintas Medan-Sumut Pejuang Agraria Desak Penyelesaian Konflik Hak Adat atas Tanah di Aceh Timur IPC TPK Peringati HUT ke-13 dengan Donor Darah, 128 Kantong Darah Terkumpul KA Lokal Kian Diminati, KAI Layani 4,6 Juta Pelanggan pada Semester I 2026 PTDI Relokasi ke Kertajati, Pemerintah Bidik Pasar Aviasi Rp2.200 Triliun Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, KAI Perkuat Talenta Adaptif untuk Masa Depan Perkeretaapian

PERON

Kereta Petani dan Pedagang Mulai Beroperasi, Layani 87 Pengguna di Hari Pertama

badge-check


 Kereta Petani dan Pedagang Mulai Beroperasi, Layani 87 Pengguna di Hari Pertama Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi hari Senin (1/12), dan telah melayani 87 pengguna hingga pukul 15.00 WIB.

KAI Commuter mencatat telah mengoperasikan enam perjalanan layanan khusus tersebut, yang dirangkaikan bersama Commuter Line Merak dengan rute Stasiun Rangkasbitung hingga Stasiun Merak.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyebut bahwa layanan ini akan beroperasi sebanyak 14 perjalanan setiap hari. “Hari ini, Stasiun Cikeusal menjadi titik keberangkatan terbanyak dengan 36 pengguna Kereta Petani dan Pedagang menuju arah Rangkasbitung maupun Merak,” ujarnya.

Layanan ini dirancang khusus untuk petani dan pedagang dengan menyediakan ruang terpisah dari pengguna reguler Commuter Line Merak. Mereka juga difasilitasi untuk membawa keranjang atau barang dagangan dengan nyaman.

Karina menambahkan, volume pengguna reguler Commuter Line Merak hingga sore ini mencapai 8.405 orang. “Kehadiran Kereta Petani dan Pedagang lahir dari semangat gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan pedagang di sekitar jalur operasional Commuter Line,” katanya.

Untuk mengakses layanan ini, calon pengguna diwajibkan mendaftar di loket stasiun dengan membawa kartu identitas dan mengisi formulir untuk mendapatkan Kartu Petani dan Pedagang. Pemegang kartu ini bisa memesan tiket mulai H-7 dan masuk ke area tunggu dua jam sebelum keberangkatan.

Setiap penumpang diperbolehkan membawa maksimal dua koli atau tentengan dengan ukuran maksimal 100 cm x 40 cm x 30 cm. Barang berbau menyengat, mudah terbakar, senjata tajam/api, dan hewan ternak dilarang dibawa.

“Diharapkan layanan ini mampu mendukung pergerakan ekonomi lokal dan memberikan nilai tambah bagi komunitas petani dan pedagang di wilayah Commuter Line,” tutup Karina.(****)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KA Lokal Kian Diminati, KAI Layani 4,6 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

15 Juli 2026 - 19:27 WIB

Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, KAI Perkuat Talenta Adaptif untuk Masa Depan Perkeretaapian

15 Juli 2026 - 19:21 WIB

Peron Baru Jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor Mulai Beroperasi, Kini Layani KRL SF12

15 Juli 2026 - 13:14 WIB

Mobil Ayla Tertabrak KA Babaranjang di Lampung Utara, Dua Pelajar Tewas

15 Juli 2026 - 11:15 WIB

Harga BBM Kapal Ikan 30-200 GT Turun Jadi Rp15.000 per Liter, KKP: Jaga Produktivitas dan Daya Saing

15 Juli 2026 - 10:10 WIB

KAI Tangani 320 Perlintasan Sebidang, Soroti Keselamatan Usai Kasus Penganiayaan Petugas di Garut

15 Juli 2026 - 10:03 WIB

KAI Gunakan B50 pada Lokomotif, Distribusi BBM Semester I 2026 Ikut Meningkat

14 Juli 2026 - 21:29 WIB

KAI Resmi Buka Porseni Kereta Api 2026, Diikuti 1.632 Peserta dari 17 Kontingen

14 Juli 2026 - 18:01 WIB

Whoosh Angkut 573 Ribu Penumpang Selama Libur Sekolah, Mobilitas Jakarta-Bandung Meningkat

14 Juli 2026 - 14:54 WIB

KAI Services Tingkatkan Kesiapsiagaan Frontliner melalui Pembinaan K3 di Yogyakarta

14 Juli 2026 - 13:31 WIB

Trending di PERON