Menu

Mode Gelap
Penumpang Whoosh Capai 95 Ribu Selama Long Weekend, Halim–Padalarang jadi Rute Favorit Dukung Kelancaran Industri dan Logistik, Pelindo Regional 2 Banten Hadirkan Pelayanan Cepat dan Adaptif di Pelabuhan Ciwandan Angkutan Retail KAI Tumbuh 4,86 Persen pada Januari–April 2026 Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan

PERON

Kereta Petani dan Pedagang Mulai Beroperasi, Layani 87 Pengguna di Hari Pertama

badge-check


 Kereta Petani dan Pedagang Mulai Beroperasi, Layani 87 Pengguna di Hari Pertama Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kereta Petani dan Pedagang resmi beroperasi hari Senin (1/12), dan telah melayani 87 pengguna hingga pukul 15.00 WIB.

KAI Commuter mencatat telah mengoperasikan enam perjalanan layanan khusus tersebut, yang dirangkaikan bersama Commuter Line Merak dengan rute Stasiun Rangkasbitung hingga Stasiun Merak.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyebut bahwa layanan ini akan beroperasi sebanyak 14 perjalanan setiap hari. “Hari ini, Stasiun Cikeusal menjadi titik keberangkatan terbanyak dengan 36 pengguna Kereta Petani dan Pedagang menuju arah Rangkasbitung maupun Merak,” ujarnya.

Layanan ini dirancang khusus untuk petani dan pedagang dengan menyediakan ruang terpisah dari pengguna reguler Commuter Line Merak. Mereka juga difasilitasi untuk membawa keranjang atau barang dagangan dengan nyaman.

Karina menambahkan, volume pengguna reguler Commuter Line Merak hingga sore ini mencapai 8.405 orang. “Kehadiran Kereta Petani dan Pedagang lahir dari semangat gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani dan pedagang di sekitar jalur operasional Commuter Line,” katanya.

Untuk mengakses layanan ini, calon pengguna diwajibkan mendaftar di loket stasiun dengan membawa kartu identitas dan mengisi formulir untuk mendapatkan Kartu Petani dan Pedagang. Pemegang kartu ini bisa memesan tiket mulai H-7 dan masuk ke area tunggu dua jam sebelum keberangkatan.

Setiap penumpang diperbolehkan membawa maksimal dua koli atau tentengan dengan ukuran maksimal 100 cm x 40 cm x 30 cm. Barang berbau menyengat, mudah terbakar, senjata tajam/api, dan hewan ternak dilarang dibawa.

“Diharapkan layanan ini mampu mendukung pergerakan ekonomi lokal dan memberikan nilai tambah bagi komunitas petani dan pedagang di wilayah Commuter Line,” tutup Karina.(****)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penumpang Whoosh Capai 95 Ribu Selama Long Weekend, Halim–Padalarang jadi Rute Favorit

19 Mei 2026 - 08:30 WIB

Angkutan Retail KAI Tumbuh 4,86 Persen pada Januari–April 2026

18 Mei 2026 - 22:55 WIB

KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api

18 Mei 2026 - 18:42 WIB

KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

18 Mei 2026 - 18:27 WIB

KAI Divre III Palembang Catat 6.980 Penumpang Anak Nikmati Perjalanan dan Edukasi Kereta Api Selama Libur Kenaikan Yesus Kristus

18 Mei 2026 - 18:13 WIB

Layanan Kereta Bersubsidi Layani 155 Juta Pelanggan Selama Januari–April 2026

18 Mei 2026 - 17:45 WIB

Arus Balik Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, KAI Layani 733 Ribu Pelanggan

17 Mei 2026 - 17:14 WIB

Hari Terakhir Long Weekend, Pergerakan Penumpang KRL Commuter Line Masih Tinggi

17 Mei 2026 - 16:20 WIB

Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, 91.678 Pelanggan Berangkat dari Wilayah Daop 2 Bandung

17 Mei 2026 - 14:32 WIB

KAI Layani 554.407 Pelanggan Selama Tiga Hari Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

16 Mei 2026 - 21:28 WIB

Trending di PERON