Menu

Mode Gelap
Catatan Halimah Munawir: Ziarah ke Makam Imam al-Busiri di Alexandria Catatan Halimah Munawir: Senja di Istana Raja Farouk Kemenhub Uji Petik Kelaiklautan Kapal Penumpang di Padang Bai dan Benoa Warga Terdampak Banjir Parah, Donasi Sumur Galian Jadi Harapan Hidup Polres Pelabuhan Tanjung Priok Intensifkan Patroli KRYD untuk Antisipasi Guantibmas IPCC Tancap Gas di Awal 2026, Dua Kapal Internasional Perdana Berhasil Dilayani Sekaligus

JALUR

KNKT Temukan Sejumlah Risiko Keselamatan Kendaraan Listrik

badge-check


 KNKT Temukan Sejumlah Risiko Keselamatan Kendaraan Listrik Perbesar

Wartatrans.com JAKARTA – Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyampaikan, ditemukan adanya sejumlah risiko berkendara dengan kendaraan listrik.

“Yeknologi kendaraan listrik ini masih relatif baru, sehingga bila ada proses investigasi, menuntut pendekatan dan kompetensi yang berbeda dibanding kendaraan konvensional,” tutur Soerjanto di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Dari hasil investigasi awal, KNKT telah menangani dua kasus kendaraan listrik, meski penyebab teknis baru dapat dipastikan pada satu kasus.

“Untuk kendaraan listrik ini memang ada beberapa hal yang baru bagi kita, dan kami juga sedang belajar melakukan investigasi kendaraan listrik dan dibantu oleh tenaga ahli yang memahami masalah kendaraan listrik,” ujarnya.

Dalam salah satu temuan, KNKT mendapati insiden yang semula diduga kebakaran, namun ternyata berasal dari korsleting listrik yang memicu asap cukup tebal.

Masalah tersebut berawal dari sistem pengkabelan yang bergeser dan bersentuhan dengan bodi kendaraan, hingga lapisan kabel terkelupas.

“Jadi, yang terjadi bukan kebakaran, tapi korsleting yang mengeluarkan asap cukup banyak. Penyebabnya karena wiring system bergeser ke badan kendaraan, lama-lama kabelnya terkelupas dan terjadi arus pendek,” kata dia.

KNKT juga menyoroti persoalan serius pada sistem kelistrikan tegangan rendah atau baterai 12 volt.

Nah, dalam kondisi tertentu, gangguan pada baterai ini dapat membuat pintu kendaraan tidak bisa dibuka, bahkan saat keadaan darurat.

KNKT bahkan menemukan satu kendaraan listrik yang benar-benar tidak dapat dibuka pintunya akibat masalah tersebut.

“Temuan ini mendorong KNKT untuk merekomendasikan perubahan desain keselamatan agar akses evakuasi tetap tersedia meski sistem kelistrikan mengalami gangguan,” tutur Soerjanto.

Seperti diketahui, KNKT mengidentifikasi isu keselamatan penting, di antaranya meningkatnya risiko kebakaran kendaraan listrik yang memerlukan peningkatan sosialisasi dan kesiapsiagaan penanganan darurat. (omy)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasi Keselamatan Jaya 2026, Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Gelar Sosialisasi di Terminal Pelni & Terminal Bus Muara Angke

3 Februari 2026 - 15:25 WIB

Kabar Baik! Angkutan Perintis DAMRI Karimunjawa Sudah Beroperasi, Rp7 Ribu/Perjalanan

2 Februari 2026 - 22:04 WIB

Angkutan Perintis di Kawasan Transmigrasi, Hapus Isolasi, Hubungkan Harapan

1 Februari 2026 - 12:52 WIB

Hadapi Cuaca Ekstrem, Kemenhub Siapkan Langkah Antisipatif

29 Januari 2026 - 20:20 WIB

Cibitung Tanjung Priok Port Tollways Ikuti FGD Pemeliharaan Jalan Tol

29 Januari 2026 - 18:55 WIB

Trending di JALUR