Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

JALUR

Ditjen Hubdat Gelar Pelatihan Safety and Defensive Driving

badge-check


 Peserta Bimtek Ditjen Hubdat Perbesar

Peserta Bimtek Ditjen Hubdat

Wartatrans.com, BEKASI – Sebagai upaya meningkatkan keselamatan layanan angkutan orang, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan Safety dan Defensive Driving bagi Awak Angkutan Orang di Aula Pool 2 PT Sinar Jaya Megah Langgeng Rabu (10/12/2025).

Kegiatan ini diikuti 38 pengemudi yang berasal dari PT Sinar Jaya.

Para peserta mendapatkan beberapa pembekalan materi tentang Identifikasi Risiko dalam upaya pencegahan kecelakaan berulang, Teknologi Kendaraan, Pemeriksaan Kendaraan (pre trip inspection), dan Defensive Driving.

Kasubdit Manajemen Keselamatan Ellis Simbolon saat membacakan sambutan Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan menekankan, Bimtek bagi para pengemudi perusahaan angkutan orang ini, merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam memberikan pembinaan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama para pengemudi angkutan orang.

“Program ini ditujukan bagi layanan angkutan dalam trayek maupun angkutan tidak dalam trayek, sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong terciptanya transportasi yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ucap Ellis.

Selain penyampaian materi di kelas, kegiatan Bimbingan Teknis ini juga dilengkapi dengan latihan praktik serta simulasi di lapangan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam mengenai safety riding, termasuk teknik mengemudi yang aman, antisipatif, dan berorientasi pada pencegahan risiko.

Dengan kombinasi antara teori dan praktik langsung, program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi pengemudi secara menyeluruh, sehingga dapat diterapkan saat bertugas di lapangan.

“Bimtek ini menggabungkan teori, praktik dan simulasi lapangan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan safety riding, sehingga kompetensi pengemudi meningkat dan dapat diterapkan saat bertugas,” imbuhnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Sub Komite Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT Ahmad Wildan yang dalam kesempatan ini menjadi Narasumber menuturkan kecelakaan lalu lintas kerap dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi pengemudi yang tidak bugar, kurang disiplin dalam mematuhi aturan berkendara, hingga rendahnya kompetensi dalam mengoperasikan kendaraan secara aman.

“Selain itu, kelalaian dalam melakukan pre-trip inspection serta kurangnya pemahaman mengenai tata cara mengemudi di jalan menurun turut menjadi penyebab utama terjadinya insiden di lapangan,” katanya.

Karena itu, harus terus menekankan bahwa pengemudi harus selalu dalam kondisi prima, disiplin, memahami prosedur pengecekan kendaraan sebelum beroperasi, dan menguasai teknik mengemudi di berbagai kondisi, termasuk saat melintasi jalanan menurun. Semua aspek ini sangat menentukan keselamatan di jalan,” ujar Wildan.

Para peserta juga dibekali kemampuan untuk mengidentifikasi serta mengklasifikasikan potensi risiko kecelakaan selama perjalanan, meningkatkan kecakapan mengemudi, serta mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.

Tak kalah penting, kegiatan ini turut memberikan pemahaman mendalam mengenai peraturan dan regulasi yang berlaku saat ini, sehingga para pengemudi dapat menjalankan tugas secara profesional, aman, dan sesuai ketentuan.

Melalui kegiatan ini, para pengemudi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai penerapan pelayanan prima (service excellence) kepada para penumpang.

Selain itu juga dapat memperkaya wawasan, keterampilan, dan kesiapan pengemudi dalam melakukan pengecekan kendaraan sebelum beroperasi, termasuk memahami berbagai indikator penting yang harus diperiksa. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Gelar RUPS Tahunan, PT Pelindo Solusi Maritim Catat Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2025

2 Juli 2026 - 13:06 WIB

KKP Perkuat Literasi Hukum Nelayan Perbatasan untuk Cegah Penangkapan Ikan Lintas Negara

2 Juli 2026 - 10:22 WIB

Daimler Truck Operasikan Pusat Suku Cadang Global di Jerman, Pasokan Mercedes-Benz Indonesia Dipastikan Makin Cepat

1 Juli 2026 - 23:38 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Penerapan B50 masih Terkendala Teknis, Organda Lakukan ini

1 Juli 2026 - 09:42 WIB

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN untuk Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

PNM Salurkan Beasiswa untuk 1.590 Anak Nasabah, Perkuat Akses Pendidikan Keluarga Prasejahtera

1 Juli 2026 - 09:05 WIB

Melalui Bowling Fun Games 2026, IPC TPK dan Mitra PBM Perkuat Koordinasi dan Kolaborasi Dorong Operational Excellence

1 Juli 2026 - 07:43 WIB

Trending di OLAH RAGA