Menu ✖

Mode Gelap
Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

JALUR

KNKT Temukan Sejumlah Risiko Keselamatan Kendaraan Listrik

badge-check


 KNKT Temukan Sejumlah Risiko Keselamatan Kendaraan Listrik Perbesar

Wartatrans.com JAKARTA – Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyampaikan, ditemukan adanya sejumlah risiko berkendara dengan kendaraan listrik.

“Yeknologi kendaraan listrik ini masih relatif baru, sehingga bila ada proses investigasi, menuntut pendekatan dan kompetensi yang berbeda dibanding kendaraan konvensional,” tutur Soerjanto di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Dari hasil investigasi awal, KNKT telah menangani dua kasus kendaraan listrik, meski penyebab teknis baru dapat dipastikan pada satu kasus.

“Untuk kendaraan listrik ini memang ada beberapa hal yang baru bagi kita, dan kami juga sedang belajar melakukan investigasi kendaraan listrik dan dibantu oleh tenaga ahli yang memahami masalah kendaraan listrik,” ujarnya.

Dalam salah satu temuan, KNKT mendapati insiden yang semula diduga kebakaran, namun ternyata berasal dari korsleting listrik yang memicu asap cukup tebal.

Masalah tersebut berawal dari sistem pengkabelan yang bergeser dan bersentuhan dengan bodi kendaraan, hingga lapisan kabel terkelupas.

“Jadi, yang terjadi bukan kebakaran, tapi korsleting yang mengeluarkan asap cukup banyak. Penyebabnya karena wiring system bergeser ke badan kendaraan, lama-lama kabelnya terkelupas dan terjadi arus pendek,” kata dia.

KNKT juga menyoroti persoalan serius pada sistem kelistrikan tegangan rendah atau baterai 12 volt.

Nah, dalam kondisi tertentu, gangguan pada baterai ini dapat membuat pintu kendaraan tidak bisa dibuka, bahkan saat keadaan darurat.

KNKT bahkan menemukan satu kendaraan listrik yang benar-benar tidak dapat dibuka pintunya akibat masalah tersebut.

“Temuan ini mendorong KNKT untuk merekomendasikan perubahan desain keselamatan agar akses evakuasi tetap tersedia meski sistem kelistrikan mengalami gangguan,” tutur Soerjanto.

Seperti diketahui, KNKT mengidentifikasi isu keselamatan penting, di antaranya meningkatnya risiko kebakaran kendaraan listrik yang memerlukan peningkatan sosialisasi dan kesiapsiagaan penanganan darurat. (omy)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Menhub Dudy Sampaikan DIM RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ

30 September 2026 - 16:20 WIB

Penjualan EV Melaju, Transformasi Pasar Indonesia Belum Maksimal

30 September 2026 - 16:09 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

MTI Ingatkan 3 Momentum September Jangan Hanya sebagai Seremoni Keselamatan

30 September 2026 - 10:21 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

TransJakarta Tata Feeder Rusun, Efisiensi Jadi Strategi Jaringan

29 September 2026 - 08:18 WIB

LABA Masuk BaaS Truk Listrik, Modal Awal Jadi Tantangan

27 September 2026 - 15:47 WIB

Korlantas Luncurkan STNK Digital

26 September 2026 - 22:18 WIB

Transportasi Umum Diusulkan Jadi Syarat Pembangunan Perumahan

26 September 2026 - 22:13 WIB

Trending di JALUR