Menu

Mode Gelap
KAI Commuter Uji Coba Teknologi Penghilang Bau di KRL, Penumpang Jadi Lebih Nyaman Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan Lion Parcel Hadir di Marketplace Toco, Pengiriman jadi Lebih Fleksibel PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon Perkuat Peran dalam Rantai Logistik KAI Siapkan Travelator Ber-AC untuk Integrasi Stasiun Karet dan BNI City Integrasi Stasiun Karet-BNI City Ditargetkan Beroperasi 28 September 2026, Penumpang KRL Akan Dialihkan

RAGAM

Koalisi Jakarta untuk Sumatra Desak Penetapan Status Bencana Nasional

badge-check


 Koalisi Jakarta untuk Sumatra Desak Penetapan Status Bencana Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen sipil di Jakarta membentuk Koalisi Jakarta untuk Sumatra sebagai respons atas krisis ekologis dan kemanusiaan akibat banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Koalisi tersebut dideklarasikan dalam konsolidasi akbar yang digelar di Aula Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, Kamis (25/12/2025).

Koalisi ini digagas oleh Gerakan Hak Asasi dan Reformasi Indonesia Sejahtera (GHARIS) Jakarta, HMB Jakarta, serta sejumlah organisasi mahasiswa daerah. Mereka menilai skala kerusakan dan dampak sosial akibat banjir telah melampaui kapasitas penanganan pemerintah daerah.

Dalam pernyataan sikapnya, Koalisi menyebut banjir bandang yang terjadi tidak dapat dipandang semata sebagai bencana alam. Menurut mereka, kerusakan lingkungan di wilayah hulu daerah aliran sungai (DAS), lemahnya pengawasan izin tambang dan perkebunan, serta kebijakan agraria yang tidak berkelanjutan turut berkontribusi terhadap bencana tersebut.

Sekretaris Jenderal GHARIS Jakarta mengatakan bahwa hingga kini belum adanya penetapan status Bencana Nasional menimbulkan kekhawatiran akan lambannya koordinasi dan keterbatasan sumber daya dalam penanganan bencana lintas provinsi.

“Kami melihat kondisi di lapangan sudah sangat darurat. Penetapan status Bencana Nasional penting untuk mempercepat mobilisasi sumber daya dan koordinasi antarwilayah,” ujarnya.

Koalisi juga menyoroti dampak sosial yang mulai dirasakan mahasiswa perantau asal Sumatra di Jakarta. Terputusnya aktivitas ekonomi keluarga di daerah terdampak bencana menyebabkan sebagian mahasiswa mengalami kesulitan keuangan.

Menurut Koalisi, terdapat mahasiswa yang terpaksa mencari pinjaman jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka mengimbau perguruan tinggi dan pemangku kepentingan pendidikan agar lebih responsif terhadap kondisi mahasiswa terdampak bencana.

Koalisi Jakarta untuk Sumatra menyatakan akan menyampaikan enam tuntutan utama dalam aksi yang direncanakan berlangsung di depan Istana Negara pada 5 Januari 2026. Tuntutan tersebut meliputi:

– Penetapan status Bencana Nasional atas banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

– Percepatan proses evakuasi dan distribusi bantuan.

– Moratorium izin tambang dan perkebunan sawit di wilayah hulu DAS Sumatra.

– Evaluasi dan penindakan terhadap pejabat yang dinilai lalai dalam pengambilan kebijakan.

– Permintaan maaf terbuka dari pejabat publik yang menyampaikan pernyataan tidak sensitif terhadap korban bencana.

– Seruan menjaga persatuan nasional dan mengedepankan kemanusiaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum GHARIS, Hotmartua Simanjuntak, menegaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada solidaritas kemanusiaan lintas daerah dan tidak membawa agenda sektarian.

“Penetapan status Bencana Nasional bukan soal citra, tetapi soal tanggung jawab negara terhadap keselamatan warganya,” kata Hotmartua.

Sejumlah organisasi mahasiswa daerah dari berbagai wilayah di Indonesia telah bergabung dalam koalisi ini, di antaranya dari Banten, Minangkabau, Jambi, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sulawesi Tenggara.

Koalisi menyatakan gerakan tersebut bersifat terbuka dan akan terus memperluas dukungan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap korban bencana di Sumatra.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali

9 Juli 2026 - 16:27 WIB

Megaproyek PSEL Bali Rp3 Triliun Resmi Dimulai, Pemerintah Klaim Mampu Ubah Sampah Jadi Energi Listrik

9 Juli 2026 - 14:16 WIB

Trending di RAGAM