Menu ✖

Mode Gelap
Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

Uncategorized

Kompas Minggu Tutup, Penulis CGR Siapkan “Kumpulan Cerpen (Bukan) Pilihan Kompas”

badge-check


 Kompas Minggu Tutup, Penulis CGR Siapkan “Kumpulan Cerpen (Bukan) Pilihan Kompas” Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Tanggal 28 Desember 2025 akan dikenang sebagai hari terakhir terbitnya Kompas Minggu, salah satu ruang sastra paling berpengaruh dalam sejarah pers Indonesia. Penutupan rubrik tersebut dinilai bukan hanya sebagai bencana bagi dunia jurnalistik, tetapi juga kehilangan besar bagi sastra Indonesia.

Selama puluhan tahun, Kompas Minggu dikenal sebagai barometer sastra nasional, sejajar dengan media-media lain yang pernah menjadi rumah bagi karya sastra bermutu seperti Media Indonesia, Koran Tempo, Republika, The Jakarta Post, Suara Pembaruan, serta Majalah Sastra Horison.

Bagi seorang penulis cerpen yang selama bertahun-tahun mengirimkan karya ke Kompas Minggu, kabar berakhirnya rubrik tersebut menghadirkan perasaan yang paradoks bagi Chairil Gibran Ramadhan (CGR).

“Meski cerpen-cerpen saya kerap ditolak Kompas Minggu dengan alasan klasik, yakni kesulitan tempat untuk memuatnya, kabar penutupan ini tetap membuat saya sedih,” ujarnya.

Cerpen-cerpen yang ditolak Kompas Minggu tersebut, lanjutnya, justru menemukan rumah di Majalah Sastra Horison. Menurutnya, hal itu dimungkinkan karena karakter karya yang ia tulis banyak berkaitan dengan sejarah dan kebudayaan, serta bereksperimen dengan ragam bahasa dan ejaan lama yang pernah hidup di Indonesia—sesuatu yang dinilai sulit mendapatkan ruang di Kompas Minggu.

Pengalaman panjang penolakan itu kini justru menjadi fondasi lahirnya sebuah buku cerpen bertajuk “Kumpulan Cerpen (Bukan) Pilihan Kompas”.

“Buku tersebut memuat 16 cerpen, yang seluruhnya pernah ditolak oleh Kompas Minggu, dan direncanakan akan diluncurkan pada 26 Juni 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-61 Harian Kompas pada 30 Juni 2026,” terang CGR.

Judul sekaligus keterangan pada sampul belakang buku tersebut sengaja dipilih sebagai penanda sejarah personal dan sastra. “Tulisan Kumpulan Cerpen (Bukan) Pilihan Kompas menjadi semacam arsip kultural—tentang apa yang tidak sempat atau tidak mendapat tempat,” tambahnya.

Menariknya, penutupan Kompas Minggu justru menghadirkan rasa lega bagi penulis tersebut. Ia mengakui, jika buku itu terbit saat Kompas Minggu masih aktif, keterangan tersebut bisa dianggap provokatif dan berpotensi menimbulkan pencekalan simbolik.

“Saat Kompas Minggu masih ada, tulisan itu tentu sangat mengganggu, dan bisa jadi setiap cerpen yang saya kirim akan dicoret bahkan sebelum dibaca,” tuturnya.

Kini, dengan berakhirnya Kompas Minggu, buku tersebut hadir sebagai penanda zaman, sekaligus refleksi atas relasi panjang antara penulis, media, dan ruang sastra di Indonesia. Sebuah kesaksian bahwa sastra tak selalu lahir dari penerimaan, tetapi kerap tumbuh dari penolakan yang berulang.***

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Sambut Lima Abad Jakarta, Buku Kumpulan Cerpen Lebaran di Jakarta Hadirkan Jejak Budaya Betawi

12 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Trending di RAGAM