Wartatrans.com, BOGOR – Komunitas Rancage Manunggal Rasa menggelar rapat informal membahas program untuk 2026.
Kegiatan ini sekaligus menguatkan silaturahmi dan konsolidasi para pegiatnya di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kampung Pasirangin RT 03/RW 04, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/12/2025).

Sebelum rapat dimulai, Komunitas Rancage menyerahkan bantuan buku secara simbolis untuk menambah koleksi perpustakaan Putra Bangsa.
Para pupuhu Rancage juga turut memantau aktivitas anak-anak Taman Baca Putra Bangsa yang tengah mengikuti program kursus Matematika Dasar.
“Rapat dipandu oleh Ki Tjetjep Torik dan Ki Odoy dengan agenda utama pengajuan program untuk Ramadan, yakni kegiatan santunan bagi anak yatim dan dhuafa,” tutur Koordinator Rancage, Ki Ahmad Taviv Budiman.
Meski membahas program kerja, suasana rapat berlangsung santai, penuh canda dan gelak tawa. Maklum, para pegiat Rancage dikenal sebagai seniman dan budayawan Kasundaan yang jenaka dan membumi.
Kegiatan rapat kemudian diselingi makan siang bersama dengan menu khas nasi liwet ala Rancage yang dimasak secara dadakan.
Guyub dan keakraban semakin terasa di antara sekitar 16 peserta yang hadir.
“Ya, kegiatan seperti ini rutin dilakukan untuk menguatkan tali persaudaraan sekaligus menyusun agenda bersama di tempat dan waktu yang berbeda,” ungkapnya.
Kokohnya tali silaturahmi menumbuhkan rasa kebersamaan yang pada gilirannya menjadi kekuatan komunitas untuk melakukan kegiatan yang berdampak positif bagi orang banyak.

Usai rapat, di tengah hujan gerimis yang mulai turun, kata Taviv, kegiatan dilanjutkan dengan shooting film dokumenter yang mengangkat kisah Si Kabayan, tokoh ikonik urang Sunda yang lugu, jenaka, dan sarat kecerdikan meski menjalani hidup dengan sederhana.
Menurut Ki Odoy, pengangkatan tokoh Si Kabayan bertujuan mengenalkan kembali figur inspiratif ini kepada generasi muda.
“Amat disayangkan bila tokoh Si Kabayan hilang ditelan zaman akibat infiltrasi budaya asing yang begitu masif memengaruhi anak-anak muda kita,” katanya.
Menjelang magrib, rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk rakyat Sumatera yang tengah dilanda bencana, seraya berharap pemerintah dapat semakin gencar melakukan upaya pemulihan secara maksimal. (omy(










