Menu

Mode Gelap
BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin KAI Percepat Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang, 145 Titik Sudah Terealisasi Stasiun Karet dan BNI City Mulai Diintegrasikan, Layanan Penumpang KRL Dialihkan Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports Kapal PELNI Angkut 300 Ton Bantuan ke NTT Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

RAGAM

Korban Banjir dan Longsor Aceh Tengah Harap Bantuan Daging Kurban Tepat Sasaran

badge-check


 Korban Banjir dan Longsor Aceh Tengah Harap Bantuan Daging Kurban Tepat Sasaran Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Kabar rencana penyaluran bantuan daging kurban dari pemerintah pusat disambut dengan penuh harap oleh para korban banjir dan longsor di Aceh Tengah. Para pengungsi berharap bantuan tersebut benar-benar terealisasi dan disalurkan secara adil serta tepat sasaran kepada masyarakat terdampak bencana.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyetujui penyaluran bantuan dana sebesar Rp72,7 miliar kepada Pemerintah Aceh. Dana tersebut diperuntukkan bagi pembelian daging kurban serta sapi tradisi meugang bagi masyarakat Aceh yang terdampak bencana alam.

Informasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, di Banda Aceh. Ia menjelaskan bahwa dana bantuan telah ditransfer oleh Sekretariat Presiden pada Selasa (10/2/2026) dan akan didistribusikan oleh pemerintah kabupaten/kota kepada warga terdampak di 19 daerah di Aceh.

“Alhamdulillah, Bapak Presiden telah menyetujui permohonan Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh untuk bantuan daging sapi meugang, dan dananya telah ditransfer,” ujar Fadhlullah.

Salah satu daerah yang telah menerima alokasi anggaran adalah Aceh Utara. Pemerintah kabupaten setempat memperoleh sekitar Rp19,55 miliar yang akan dikonversi menjadi sapi atau daging, kemudian disalurkan kepada warga korban banjir sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Bagi masyarakat terdampak di Aceh Tengah, bantuan ini bukan semata terkait kebutuhan daging untuk tradisi meugang, melainkan juga menjadi simbol kehadiran negara di tengah situasi sulit pascabencana. Hingga kini, banyak pengungsi masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi dan tempat tinggal mereka.

Masyarakat berharap proses pendataan penerima bantuan dilakukan secara cermat dan transparan agar benar-benar menyentuh korban banjir dan longsor yang paling membutuhkan.

Langkah pemerintah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga tradisi budaya Aceh sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah proses pemulihan. Harapan terbesar warga kini tertuju pada penyaluran bantuan yang adil, merata, dan tepat sasaran.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BNN Kabupaten Gianyar Meriahkan Peringatan Hari Pramuka ke-65 melalui Pameran UMKM, Expo dan Panggung Kreatif, 50 Anggota Pramuka di Tes Urin

29 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Sumber Air Baku IPA Kudu Menurun, Pelanggan PDAM di Semarang Diminta Siaga

29 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Dua Dekade Menghidupkan Kembali Suara Radio Rimba Raya

29 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya

28 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

28 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Dinsos Tolak Ajuan Keringanan Pasien Miskin Non BPJS di RS dr. Slamet Garut 

28 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Ketua DEN Minta Perbaikan Program MBG Lewat Digitalisasi

28 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Pemerintah Dorong Industri Baterai Nikel, MOLINAS Masuk Rantai Hilirisasi

28 Agustus 2026 - 13:16 WIB

KIP Dorong Keterbukaan Informasi Tak Sekadar Predikat Informatif

28 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Trending di RAGAM