wartatrans.com, TAKENGON – Kabar duka kembali menyelimuti keluarga korban bencana tanah longsor di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. Hasrita (Ita), salah seorang korban longsor yang terjadi pada 13 September 2026 lalu, meninggal dunia pada Jumat, 6 November 2026, pukul 01.20 WIB, di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.
“Inna lillahi wainna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke rahmatullah Hasrita (Ita), Jumat pukul 01.20 WIB dini hari di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh,” kata Sastri Dalila, sepupu almarhumah dari keluarga besar Empun Piah-Rebiah, melalui pesan WhatsApp, Jumat (6/11/2026).
Sastri menjelaskan, Ita merupakan salah seorang korban longsor yang menerjang Kampung Sanehen pada 13 September 2026. Dalam peristiwa tersebut, almarhumah mengalami luka berat pada kedua kakinya, yakni kaki kanan dan kiri. Setelah kejadian, Ita bersama keponakannya menjalani perawatan di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.
Secara terpisah, Masniar atau Ipak Inen Fahrizi, sepupu almarhumah dari keluarga besar Empuah Piah-Rebiah, menyampaikan bahwa jenazah Hasrita telah dibawa ke Silih Nara.
“Saat ini jenazah almarhumah sudah berada di Silih Nara, di rumah anaknya yang nomor dua, Ati, di Sagi Indah Wih Bakong, Silih Nara. Insyaallah almarhumah Ita akan disalatjenazahkan selepas salat Jumat di Masjid Sanehen dan dikebumikan di Sanehen,” ungkap Masniar dari rumah duka.
Hasrita merupakan anak sulung dari lima bersaudara, pasangan Aman Ita dan Fatimah. Ia meninggalkan empat orang saudara, yakni Muslim, Zuraini, Fauzan, dan Fauzi, serta lima orang anak, yaitu Edi, Ati, Samiah, Ramlandi, dan Sahlandi. Almarhumah juga meninggalkan delapan orang cucu.
Longsor Sanehen
Bencana tanah longsor yang menerjang Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, terjadi pada 13 September 2026.
Peristiwa tersebut sebelumnya menyebabkan satu orang meninggal dunia, yakni Nazila (9), warga Kampung Paya Reje, serta 13 orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban luka terdiri dari enam warga Kampung Sanehen dan tujuh orang dari luar kampung tersebut.
Dalam kejadian itu, satu unit rumah milik Aliyah (74) tertimbun material longsor. Saat bencana terjadi, rumah tersebut sedang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan arisan keluarga. Sejumlah kerabat dari Kampung Paya Reje dan Kampung Bintang berkumpul di lokasi.
Dengan meninggalnya Hasrita, jumlah korban meninggal dunia akibat longsor Sanehen bertambah menjadi dua orang.*** (Jasa)


























