Menteri Perhubungan Suntana melantik sebanyak 341 perwira transportasi laut dalam Upacara Pelantikan dan Pelepasan di Lapangan Seven Ocean, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten, Rabu (29/4).
Mereka diproyeksikan menjadi garda depan penguatan konektivitas logistik nasional sekaligus menjawab kebutuhan industri pelayaran yang terus berkembang.

Suntana menekankan bahwa peran sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam memastikan sistem transportasi laut berjalan efektif.
“Lulusan hari ini bukan sekadar pekerja kapal, tetapi patriot-patriot logistik nasional yang memastikan kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Para lulusan kali ini terdiri dari tiga program pendidikan, yakni Diploma-III Pembentukan, Diklat Pelaut-III Pembentukan, serta Diklat Pelaut-II Peningkatan.
Total lulusan terdiri dari 126 taruna Diploma-III, 37 peserta Diklat Pelaut-III, dan 178 peserta Diklat Pelaut-II peningkatan.
Wamenhub menyampaikan empat pesan penting yang menjadi bekal para perwira saat memasuki dunia kerja.
Pertama, pegang teguh kejujuran dan integritas. Karena di tengah lautan, kejujuran adalah kompas keselamatan dan integritas menjaga nama baik instituasi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
“Kedua, bersiaplah menghadapi tantangan kemajuan zaman. Dunia maritim terus bergerak dinamis, jadilah perwira yang adaptif dan terus belajar agar mampu bersaing di tingkat global. Ketiga, wujudkan rasa syukur melalui dedikasi dan pengabdian yang tulus dalam setiap tugas yang kalian jalankan,” jelasnya.
Keempat, dan yang paling utama, yakni untuk selalu menghormati orang tua. Karena tidak ada satu pun pencapaian tanpa doa dan perjuangan orang tua.
Sejalan dengan tema “Transforming Policy to Practice Towards Maritime Excellence Through Professional Competence”, wisuda ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan maritim sangat ditentukan kemampuan SDM dalam menerjemahkannya menjadi praktik nyata di lapangan.
Tidak hanya seremoni, kegiatan ini juga disertai langkah konkret penguatan link and match dengan dunia industri, yaitu penandatanganan kerja sama Poltekpel Banten dengan perusahaan pelayaran, penyerahan lulusan kepada stakeholder industri, serta penyerahan sertifikat akreditasi program studi.
“Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa lulusan vokasi maritim semakin diarahkan untuk siap kerja dan terserap industri sejak awal,” ungkap Suntana.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Suharto menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi transportasi agar selaras dengan kebutuhan industri.
Menurutnya, penguatan kompetensi dan karakter lulusan menjadi fokus utama dalam mencetak SDM transportasi yang unggul dan berdaya saing.
“BPSDMP memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter, disiplin, dan kesiapan kerja yang dibutuhkan industri. Kolaborasi dengan stakeholder akan terus diperkuat agar lulusan terserap dan mampu berkontribusi secara nyata,” ujarnya.
Direktur Poltekpel Banten Dedtri Anwar mengatakan, pihaknya berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, termasuk memperluas kerja sama dengan industri pelayaran.
“Kami ingin memastikan lulusan Poltekpel Banten tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya. (omy)




























