Menu

Mode Gelap
Survei KAI: Teman dan Keluarga Jadi Sumber Utama Kenalkan Access by KAI KAI Bidik Pertumbuhan Baru Menuju 2045, Perkuat Aset dan Teknologi Dua Insiden Ganggu Perjalanan KRL Bogor dan Tangerang, KAI Commuter Lakukan Rekayasa Operasi Pascagempa NTT, InJourney Group Gercep Salurkan Bantuan Desa Linge Bangkit Lewat “Asal Linge Awal Serule”, Semarak HUT RI ke-81 3 Dekade Bersama, Sefas Akhirnya Akuisisi 100% SPBU Shell

ANJUNGAN

Kinerja Awal Tahun Menguat, Arus Peti Kemas Teluk Bayur Naik 5,3%

badge-check


 Kinerja Awal Tahun Menguat, Arus Peti Kemas Teluk Bayur Naik 5,3% Perbesar

Wartatrans.com, PADANG – Arus peti kemas di Terminal Petikemas Teluk Bayur menunjukkan tren positif pada awal tahun. PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), sebagai satu-satunya operator terminal petikemas di wilayah Teluk Bayur, mencatat pertumbuhan throughput sebesar 5,3% pada Triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, volume peti kemas tercatat mencapai 27.188 TEUs, meningkat dari 25.814 TEUs pada Triwulan I 2025. Kenaikan ini menjadi indikator menguatnya aktivitas logistik di wilayah Sumatera Barat, seiring peningkatan kinerja perdagangan luar negeri.

Corporate Secretary IPC TPK, Daniel Setiawan, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya arus barang melalui pelabuhan. “Pertumbuhan 5,3% pada Triwulan I 2026 menunjukkan adanya peningkatan volume petikemas. Kami terus memastikan layanan terminal berjalan optimal untuk menjaga kelancaran distribusi barang,” ujarnya.

Peningkatan throughput terutama ditopang oleh lonjakan ekspor sejumlah komoditas unggulan. Volume petikemas bermuatan gambier dan palm fatty tercatat melonjak lebih dari 100%, diikuti komoditas karet yang tumbuh 6,18% serta pakan ternak sebesar 2,34%.

Sebagai terminal petikemas utama di wilayah Teluk Bayur, IPC TPK juga terus memperkuat layanan operasional melalui peningkatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan pelayaran hingga pengguna jasa. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas layanan di tengah dinamika operasional pelabuhan.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat turut mengonfirmasi tren positif tersebut. Pada periode Januari–Februari 2026, nilai ekspor tercatat meningkat 42,94%, sementara impor melonjak 110,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. India, Pakistan, dan Tiongkok menjadi tujuan utama ekspor, sedangkan impor didominasi oleh Singapura, Malaysia, dan Kanada.

Dengan tren ini, Teluk Bayur semakin mengukuhkan perannya sebagai simpul penting distribusi logistik di wilayah barat Indonesia.

“Perusahaan akan terus menjaga momentum pertumbuhan ini melalui peningkatan kapasitas layanan dan kolaborasi yang lebih erat dengan para stakeholder guna memastikan kinerja operasional tetap terjaga,” tutup Daniel.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pascagempa NTT, InJourney Group Gercep Salurkan Bantuan

20 Agustus 2026 - 09:26 WIB

3 Dekade Bersama, Sefas Akhirnya Akuisisi 100% SPBU Shell

20 Agustus 2026 - 08:13 WIB

OJK: Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan

19 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival

19 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Menhub Dudy Tegaskan Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran

19 Agustus 2026 - 18:38 WIB

KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

KKI Ritel Bidik 10% Transaksi Kartu Kredit

19 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Trending di EKOBIS