Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan 19 perjalanan kereta api dan melakukan rekayasa pola operasi terhadap sekitar 27 perjalanan kereta jarak jauh akibat kecelakaan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Hingga siang hari, proses penanganan korban dan pemulihan jalur masih berlangsung.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan seluruh penumpang pada kereta yang terdampak berhak mendapatkan pengembalian dana tiket penuh.
“Untuk semua kereta yang terdampak, kami 100% melakukan pengembalian dan ini seperti biasa 7 hari ke depan bisa melakukan cancel,” ujar Anne.
Anne menambahkan, KAI bersama pihak asuransi juga menanggung seluruh korban dalam insiden tersebut.
“Dan juga kepada semua korban, baik yang meninggal. Dan juga yang sakit akan ditanggung oleh KAI dan asuransi sampai sembuh untuk yang luka. Ini adalah komitmen kami sebagai tanggung jawab untuk kejadian ini,” katanya.
Menurut Anne, selain pembatalan perjalanan, terdapat sekitar 27 perjalanan kereta jarak jauh yang masih mengalami rekayasa pola operasi.
“Ini sekitar 27 perjalanan kereta jarak jauh yang masih mengalami rekayasa pola operasi,” kata Anne.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, jumlah korban tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 orang luka-luka. Korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sementara korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit.
“Sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit. Evakuasi telah kami lakukan bersama tim gabungan, dan saat ini kami memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik,” ujar Bobby.
Untuk sementara, Stasiun Bekasi Timur belum melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi. Jalur hilir telah dibuka secara terbatas, sedangkan jalur hulu masih dalam proses penanganan.
Sebanyak 19 perjalanan KA yang dibatalkan terdiri dari KA Gunungjati, Purwojaya, Madiun Jaya, Argo Sindoro, Mataram, Gumarang, Singasari, Jayabaya, Manahan, Progo, Argo Anjasmoro, Menoreh, Parahyangan, Argo Muria, serta Argo Bromo Anggrek.
KAI juga menyiapkan Posko Tanggap Darurat dan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur serta Stasiun Gambir selama dua pekan ke depan. Informasi bagi keluarga korban dan pelanggan dapat diakses melalui Contact Center KAI 121.(fahmi)





























