Menu

Mode Gelap
Tambal Sulam Garuda: Dua Wajah Baru, Pertanyaan Lama Tim 9 PPN XIV Aceh Tengah Tetap Solid, Dukungan Pemerintah Daerah Dinilai Masih Minim Malam Suro 1 Muharram 1448 H di Borobudur: Warga Ngaran 1 Renungi Keteladanan Nabi Nuh dan Makna Ketaatan Disdik Kota Langsa Tetapkan Juara O2SN SMP 2026, 10 Siswa Siap Msju Ke Tingkat Provinsi ASDP Tambah Kapal, Antrean Padang Bai–Lembar Berhasil Diurai Didukung Pemerintah, Penumpang KA PSO KAI Tembus 7,88 Juta pada Januari–Mei 2026

Uncategorized

Malam Suro 1 Muharram 1448 H di Borobudur: Warga Ngaran 1 Renungi Keteladanan Nabi Nuh dan Makna Ketaatan

badge-check


 Malam Suro 1 Muharram 1448 H di Borobudur: Warga Ngaran 1 Renungi Keteladanan Nabi Nuh dan Makna Ketaatan Perbesar

Wartatrans.com, MAGELANG – Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, warga Dusun Ngaran 1, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, menggelar peringatan Malam Suro pada Senin malam (15/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di serambi Masjid Miftahul Jannah tersebut dihadiri warga setempat dengan penuh khidmat.

Acara yang digelar usai salat Isya itu diawali dengan pengiriman doa bagi para leluhur, dilanjutkan pengajian serta tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Kyai Imam Mahroji. Dalam ceramahnya, beliau mengajak jamaah untuk memaknai bulan Muharram sebagai momentum introspeksi diri sekaligus memperkuat keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

Menurut Kyai Imam Mahroji, Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam dan menyimpan banyak pelajaran berharga bagi umat manusia. Pergantian tahun hijriah, katanya, tidak sekadar menjadi penanda waktu, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

Dalam tausiahnya, Kyai Imam Mahroji mengangkat kisah perjuangan Nabi Nuh a.s. sebagai teladan tentang kesabaran, keteguhan, dan kepatuhan kepada perintah Allah SWT. Nabi Nuh, jelasnya, berdakwah selama ratusan tahun menghadapi penolakan dan pembangkangan dari kaumnya, namun tetap istiqamah menjalankan tugas kenabiannya.

“Ketika manusia memilih mengabaikan kebenaran, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui peristiwa banjir besar. Namun mereka yang beriman dan mengikuti Nabi Nuh diselamatkan melalui bahtera yang dibangun atas perintah Allah,” ujarnya di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kisah tersebut mengandung pesan yang relevan sepanjang zaman. Ketaatan kepada Allah, menurutnya, merupakan jalan keselamatan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

“Kisah ini mengingatkan kita bahwa ketaatan kepada Allah adalah satu-satunya bahtera keselamatan dalam setiap perjalanan hidup. Apa pun arus dan badai yang menerpa, selama kita berpegang teguh pada kebenaran, insya Allah akan selamat sampai tujuan,” tutur Kyai Imam Mahroji.

Peringatan Malam Suro kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk memohon ampunan, keberkahan, kesehatan, dan keselamatan di tahun baru hijriah. Sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur, warga juga menggelar makan bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Melalui peringatan tersebut, masyarakat Dusun Ngaran 1 berharap dapat memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan hati yang lebih bersih, semangat ibadah yang lebih kuat, serta komitmen untuk terus meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.*** (Yoyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tambal Sulam Garuda: Dua Wajah Baru, Pertanyaan Lama

15 Juni 2026 - 21:58 WIB

Tim 9 PPN XIV Aceh Tengah Tetap Solid, Dukungan Pemerintah Daerah Dinilai Masih Minim

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Disdik Kota Langsa Tetapkan Juara O2SN SMP 2026, 10 Siswa Siap Msju Ke Tingkat Provinsi

15 Juni 2026 - 20:40 WIB

ASDP Tambah Kapal, Antrean Padang Bai–Lembar Berhasil Diurai

15 Juni 2026 - 19:06 WIB

SCTV Music Awards 2026 Beri Panggung Lebih Besar untuk Musik Daerah

15 Juni 2026 - 18:20 WIB

Volkswagen ID. Buzz di Indonesia: SmartDeck Jadi Senjata Baru, Penjualan EV Mulai Tancap Gas

15 Juni 2026 - 16:23 WIB

Catatan Halimah Munawir: Rasa, Kata, dan Karya. Ketika Podcast Menemukan Hatinya

15 Juni 2026 - 15:35 WIB

Catatan Iwan Piliang: Jepang dan Mimpi Juara Dunia 2026

15 Juni 2026 - 15:21 WIB

Asrul Assani Resmi Dilantik Menjadi Sekda Definitif Pemko Subulussalam

15 Juni 2026 - 15:07 WIB

Percikan Mutia: Memilih Ketenangan di Tengah Budaya Pencitraan

15 Juni 2026 - 14:15 WIB

Trending di RAGAM