Menu

Mode Gelap
Lewat Car Free Day, FIFGROUP Gaungkan Kampanye “Perempuan Berperan” untuk Mendorong Kesetaraan Gender KMP Aceh Hebat 2 Kembali Berlayar Pascainsiden, Siap Melayani dengan Standar Keselamatan Terbaik Wisatawan Asing Makin Gemar Naik Kereta, KAI Layani 308 Ribu Penumpang Mancanegara pada Semester I 2026 Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran  Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota 38 Persen Transaksi QRIS Nasional Terpusat di Jakarta, Jadi Motor Ekonomi Sekaligus Sinyal Ketimpangan Digital

PERISTIWA

Kapolda Aceh Pimpin Langsung Pemusnahan 20 Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar

badge-check


 Kapolda Aceh Pimpin Langsung Pemusnahan 20 Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar Perbesar

Wartatrans.com, ACEH BESAR — Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, turun langsung ke pedalaman untuk memimpin pemusnahan ladang ganja hasil temuan Ditresnarkoba Polda Aceh bersama Polres Aceh Besar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Antik Seulawah 2026 yang digelar di Desa Lampanah, Kecamatan Seulimum, Rabu (29/4/2026).

Dalam operasi tersebut, aparat menemukan sekitar 20 hektare ladang ganja yang tersebar di beberapa titik kawasan terpencil. Dari total luasan itu, sekitar tiga hektare langsung dimusnahkan di lokasi.

Jika seluruh ladang tersebut sempat dipanen, hasilnya diperkirakan mencapai puluhan ton ganja siap edar.

Marzuki menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Upaya harus menyasar seluruh rantai, mulai dari hulu hingga hilir. Kehadirannya langsung di lokasi menjadi bukti keseriusan Polda Aceh dalam memutus jaringan peredaran narkoba yang mengancam masa depan generasi bangsa.

Menariknya, pemusnahan ini tidak hanya melibatkan aparat kepolisian. Unsur TNI, pemerintah daerah, Bhayangkari, hingga petani muda milenial Aceh turut ambil bagian. Keterlibatan generasi muda dinilai penting sebagai langkah edukatif, agar masyarakat beralih ke sektor pertanian yang legal dan produktif.

Kapolda juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan dengan menanam komoditas bernilai ekonomi seperti kopi, sayur-mayur, dan tanaman produktif lainnya. Ia berharap, ke depan Aceh tidak lagi dikaitkan dengan praktik penanaman ganja, melainkan dikenal sebagai daerah dengan potensi pertanian yang maju dan berkelanjutan.

Di akhir kegiatan, Marzuki mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Ia menekankan pentingnya keberanian warga dalam melaporkan setiap indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Upacara Hari Ke-80 Bhayangkara di Jakarta Utara Berlangsung Khidmat, Perkuat Sinergitas Polri Bersama TNI, Pemerintah, dan Masyarakat

2 Juli 2026 - 13:11 WIB

Warga Griya Alam Sentul Keberatan Rencana Pembangunan KDMP di Lahan Fasos/Fasum

30 Juni 2026 - 12:37 WIB

Truk Tabrak Sejumlah Motor di Simpang Unisma Bekasi, Satu Orang Tewas

29 Juni 2026 - 14:41 WIB

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”

29 Juni 2026 - 11:47 WIB

Festival Santri Meuseuraya II Tahun 2026 Resmi Ditutup

29 Juni 2026 - 07:16 WIB

Giat ‘Jaga Jakarta on The Spot’,  Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajak Masyarakat Bersinergi Menjaga Kamtibmas

27 Juni 2026 - 10:26 WIB

Ada Ketegangan di Tananahu, PTPN I Kedepankan Dialog Damai

25 Juni 2026 - 14:10 WIB

Kepala BNN Koordinasi dengan Seskab Teddy terkait Penanganan Pencegahan Narkoba

21 Juni 2026 - 05:31 WIB

Diduga Gunakan Sabu, Satresnarkoba Amankan Staf Protokoler Bupati Aceh Barat 

21 Juni 2026 - 05:01 WIB

Polisi Tingkatkan Patroli Malam, Situasi Kamtibmas Aceh Tengah Tetap Kondusif

20 Juni 2026 - 19:58 WIB

Trending di JALUR