Menu ✖

Mode Gelap
Pastikan Standardisasi Bongkar Muat, Danantara Tinjau Pusat Kendali Operasi IPC TPK Dari Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat, DAMRI Hadirkan Kemudahan Akses Menuju Bandara Soekarno-Hatta IDSurvey dan S&P Global Bahas Penguatan ESG serta Pengembangan Bisnis Konsultasi PELNI Raih Penghargaan Excellence in National Maritime Connectivity Bobby Rasyidin Buka Suara soal Penyitaan Rp2 Miliar oleh KPK, Sebut Pemberitaan Tidak Benar Pelindo dan Port of Los Angeles Perkuat Kerja Sama

RAGAM

Lereng Gundul Picu Ancaman Longsor, Warga di Kaki Gunung Ciremai Diminta Waspada

badge-check


 Lereng Gundul Picu Ancaman Longsor, Warga di Kaki Gunung Ciremai Diminta Waspada Perbesar

Wartatrans.com, CIREBON — Gunung Ciremai memunculkan kekhawatiran serius setelah sejumlah titik di lereng gunung terlihat gundul dan menunjukkan tanda-tanda rawan longsor. Kondisi tersebut diduga kuat akibat pembukaan lahan dan berkurangnya tutupan vegetasi yang selama ini berfungsi menahan air dan menjaga stabilitas tanah.

Sejumlah desa yang berada di kaki Gunung Ciremai, seperti Linggarjati, Cilimus, Palutungan, hingga Cibuntu, kini berada langsung di bawah jalur potensi longsor. Para ahli memperingatkan, lereng yang kehilangan vegetasi tidak mampu menyerap dan menahan curah hujan secara optimal, sehingga air hujan langsung meresap dan memicu pergerakan massa tanah.

“Jika hujan turun terus-menerus, risiko longsor dan banjir bandang dapat meningkat secara signifikan,” ujar seorang pemerhati lingkungan, Dawax Fathurahman. Ia menambahkan, kondisi serupa pernah terjadi di beberapa wilayah Aceh dan Sumatra, yang berujung pada kerusakan besar serta korban jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, lereng curam, dan tebing yang mulai menunjukkan retakan. Beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain munculnya retakan panjang di tanah, pohon atau tiang yang miring, dinding rumah yang retak, serta suara gemuruh dari arah lereng, terutama saat hujan lebat.

Di sisi lain, pemerintah daerah didorong untuk segera mempercepat program reboisasi, memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan, serta menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman bagi warga. Edukasi kebencanaan kepada masyarakat juga dinilai sangat penting agar warga memahami langkah yang harus dilakukan ketika muncul tanda-tanda bencana.

Gunung Ciremai selama ini berperan sebagai sumber air sekaligus pelindung alami bagi wilayah sekitarnya. Tanpa tutupan pohon yang memadai, gunung kehilangan kemampuannya menahan limpasan air dan menjaga kestabilan tanah.

Para pakar mengingatkan, jika kerusakan lingkungan tidak segera dikendalikan, potensi bencana di masa mendatang akan semakin besar. Pesan kewaspadaan bagi warga pun ditegaskan: tetap tenang namun selalu siaga, simpan barang-barang penting di tempat yang mudah dijangkau, ikuti arahan petugas, dan segera menjauh dari lereng apabila hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Keselamatan menjadi prioritas utama. Mencegah bencana sejak dini dinilai jauh lebih baik dibandingkan harus menyesal kemudian hari.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pastikan Standardisasi Bongkar Muat, Danantara Tinjau Pusat Kendali Operasi IPC TPK

6 November 2026 - 20:20 WIB

Dari Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat, DAMRI Hadirkan Kemudahan Akses Menuju Bandara Soekarno-Hatta

6 November 2026 - 20:10 WIB

IDSurvey dan S&P Global Bahas Penguatan ESG serta Pengembangan Bisnis Konsultasi

6 November 2026 - 19:50 WIB

AI Ubah Dunia Kerja, Pelindo Solusi Digital Bekali Mahasiswa USU Kompetensi Masa Depan

6 November 2026 - 10:35 WIB

Pelindo Jasa Maritim Ajak Pelajar Tuban Mengenali Dunia Kemaritiman Indonesia

6 November 2026 - 10:22 WIB

Menhub Dudy dan Menaker Yassierli Bahas Kesiapan Angkutan Libur Nataru

6 November 2026 - 09:43 WIB

KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut

5 November 2026 - 21:14 WIB

Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker

5 November 2026 - 20:44 WIB

Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar

5 November 2026 - 20:23 WIB

Pegiat Sosial Lhokseumawe Mutia Sari Terima Penghargaan Kehormatan dari Ketua FPTI Kota Batam

5 November 2026 - 18:45 WIB

Trending di RAGAM