Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Memasuki hari ke-12 bencana banjir bandang yang melumpuhkan seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, upaya pemulihan listrik terus dikebut.
Hingga Ahad (7/12/2025), sejumlah wilayah mulai mendapat pasokan listrik kembali, meski sebagian besar masih dalam proses perbaikan.

“Alhamdulillah, untuk jalan lintas dari Terban hingga Jembatan Kota Kualasimpang sudah menyala,” ujar Koordinator Pemulihan Kelistrikan Aceh Tamiang kepada wartawan, Ahad (7/12).
“Hari ini kami mengerahkan 150 tim untuk menyebar ke seluruh wilayah Aceh Tamiang. Target kami, listrik di Kota Minuran dan Payabedi bisa menyala hari ini.”
Upaya percepatan penormalan ini dilakukan secara bertahap. Salah satu titik penting yang sudah menyala sebagian adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang. Sementara itu, pasokan air bersih dari PDAM juga sudah kembali beroperasi.
“Untuk PDAM, alhamdulillah sudah bisa menarik air dari pompa. Info terakhir dari pihak BDAM menyebutkan sistemnya sudah berjalan,” jelasnya.
Kendati demikian, petugas di lapangan menghadapi sejumlah hambatan. Salah satunya, keberadaan kendaraan korban banjir yang masih berserakan di jalan, mengganggu proses perbaikan instalasi kelistrikan.
“Banyak kendaraan warga yang masih tergeletak di jalan, itu cukup menghambat tim kami untuk melakukan penanaman tiang listrik dan perbaikan jaringan,” ungkapnya.
Beberapa wilayah pemukiman seperti Kampung Delam juga mulai menyala, meskipun belum sepenuhnya stabil.
“Masih ada beberapa rumah warga yang belum menyala sempurna karena instalasi di dalam rumah rusak akibat banjir,” katanya.
Guna mempercepat pemulihan, pihaknya mendatangkan bantuan teknisi dari berbagai wilayah.
“Kami dibantu tim dari LKR Riau, Palembang, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jakarta untuk percepatan. Ini bentuk dukungan nasional agar Aceh Tamiang bisa segera pulih,” pungkasnya.
Sebelumnya, banjir bandang yang melanda sejak akhir November 2025 telah menewaskan 57 jiwa dan membuat 22 orang dilaporkan hilang. Lebih dari 262 ribu warga terpaksa mengungsi, sementara ribuan rumah rusak, termasuk fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan sarana kesehatan. (****)









