Menu

Mode Gelap
KKP dan TNI AL Lakukan Survei Hidro-Oseanografi Dukung Pembangunan Tanggul Laut KAI Daop 7 Madiun Dorong Pariwisata Daerah Lewat Program Rail Tour Jawa Timur Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Arus Kedatangan Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Naik 41 Persen Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Catat Lonjakan Perjalanan Penumpang Kereta Api Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi

WISATA

Meruorah Sambut Tahun Baru dengan Doa dan Malam Keakraban di Tepi Laut Labuan Bajo

badge-check


					Suasana Hotel Meruoah dari kejauhan Perbesar

Suasana Hotel Meruoah dari kejauhan

Wartatrans.com, LABUAN BAJO – Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo sukses menggelar malam pergantian tahun baru dengan konsep yang berbeda dan menyentuh hati.

Perayaan penutupan lembaran akhir tahun ini (31/12/2025) diredam demi sebuah rasa yang bernama solidaritas dan empati mendalam bagi korban bencana alam yang melanda wilayah Indonesia, khususnya di Aceh dan berbagai daerah di Sumatera.

General Manager Meruorah Komodo Labuan Bajo, Rudy Rudolf Butar Butar mengungkapkan, malam itu pihaknya merayakan pergantian lembaran tahun dengan ketiadaan atraksi kembang api.

“Ini bukanlah tanda surutnya perayaan, melainkan transformasi bentuk kebahagiaan yang digantikan dengan penyalaan lilin dan lampu di darat dan di udara,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).

Manajemen mengambil inisiatif kontemplatif dalam perayaan tahun ini, diawali doa dari pemuka agama dan mengajak tamu untuk melakukan keheningan yang khidmat, menyalakan cahaya di hati lewat doa untuk tetap terhubung dengan saudara-saudara kita di Sumatra yang sedang berduka. Ini adalah bentuk solidaritas kecil dari Labuan Bajo untuk Indonesia.

Rangkaian acara diawali dengan Gala Dinner di area Café et Lobby yang berlangsung khidmat. Di awal sesi untuk semangat persatuan dan solidaritas, manajemen mengajak tamu mengumandangkan nyanyian lagu “Indonesia Pusaka”, untuk menegaskan rasa cinta tanah air.

Dilanjutkan lantunan Doa Bersama Lintas Agama dengan menghadirkan pemuka agama dari Islam, Kristen, dan Hindu bersamaan dengan lampu diredupkan dan menyalakan cahaya dihati melalui penyalaan lilin bersama dengan para tamu. Momen doa dan mengheningkan cipta ini diiringi lantunan instrumen lagu “Ibu Pertiwi”, mengirimkan pesan pemulihan bagi negeri dan bahwa duka di Sumatra adalah duka seluruh bangsa.

Kehangatan acara makan malam dilanjutkan dengan iringan acoustic band yang membawakan lagu-lagu bernuansa akrab. Suasana kekeluargaan semakin terasa dengan adanya sesi games ringan dan apresiasi bagi para tamu berupa door prize menginap di jaringan hotel In Journey Hospitality.

“Menjelang pergantian tahun, acara berlanjut ke The Bay Restaurant. Mengusung konsep hiburan yang bersahaja tanpa atraksi kembang api namun berkesan, para tamu disuguhkan penampilan musik, tarian kontemporer, serta atraksi lainnya,” ujar Rudy.

Acara ditutup dengan hitung mundur (countdown) menyambut detik-detik pertama tahun 2026 dengan penuh rasa syukur dan harapan baik.

Melalui perayaan yang sarat makna ini, Meruorah Labuan Bajo berharap tahun 2026 membawa kebangkitan, kedamaian, dan kekuatan bagi seluruh masyarakat di tanah air, khususnya pemulihan bagi mereka yang sedang tertimpa musibah dan bencana. (omy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keren! 4 Alumni API Banyuwangi Tembus Kerja di Bandara Haneda Jepang

15 Januari 2026 - 19:16 WIB

KMMI Dibentuk, Pelaku Usaha Sepakat Kawal Program Presiden Percepat Penempatan PMI Terampil

15 Januari 2026 - 10:31 WIB

PELNI Logistics Targetkan Bongkar Muat Tumbuh Positif di 2026, Tembus 56.482 TEUs

14 Januari 2026 - 21:05 WIB

Long Weekend Telah Tiba: DAMRI Hadirkan Promo Perjalanan ke Yogyakarta dan Denpasar, Mulai 200 Ribuan Aja!

14 Januari 2026 - 20:52 WIB

Bupati Bogor Tegaskan Pembebasan Lahan Jalur Tambang Masuk APBD 2026

14 Januari 2026 - 18:33 WIB

Trending di EKOBIS