Menu

Mode Gelap
AHY Tegaskan Sinergi Infrastruktur–SDM Kunci Sukses Program Transmigrasi 2026 Catatan Halimah Munawir: Puisi, Qanun, dan Persahabatan di Sudut Cairo Penghijauan Area Lapangan Penumpukan Petikemas, Komitmen Greenport TPK Berlian Mobilitas Warga Jateng-DIY Meningkat, Layanan Kereta Api Tumbuh Positif di Awal 2026 Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Services Tingkatkan Kesiapan Layanan Kebersihan Aglomerasi Palapa: Wujudkan Mobilitas Terintegrasi dan Berkualitas di Sumbar

Uncategorized

Mobilitas Warga Jateng-DIY Meningkat, Layanan Kereta Api Tumbuh Positif di Awal 2026

badge-check


 Mobilitas Warga Jateng-DIY Meningkat, Layanan Kereta Api Tumbuh Positif di Awal 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Meningkatnya mobilitas masyarakat di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada akhir pekan dan masa libur mendorong pertumbuhan positif layanan kereta api perkotaan, lokal, hingga bandara. Sepanjang Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kenaikan jumlah pelanggan pada berbagai layanan, seiring pergeseran kebiasaan perjalanan masyarakat yang semakin mengandalkan transportasi publik berbasis rel.

Akhir pekan dan masa libur kerap menjadi momen meningkatnya mobilitas masyarakat di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Perjalanan antarkota, menuju bandara, hingga mobilitas harian di kawasan perkotaan semakin menegaskan peran penting transportasi publik berbasis rel.

Pola pergerakan ini sejalan dengan gambaran mobilitas wilayah yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025. Jawa Tengah tercatat sebagai salah satu provinsi dengan intensitas perjalanan komuter antarkabupaten/kota yang tinggi, khususnya pada koridor Semarang–Solo–Yogyakarta–Purwokerto. Aktivitas ekonomi, pendidikan, pariwisata, hingga layanan publik yang saling terhubung mendorong kebutuhan perjalanan yang terjadwal, nyaman, dan mudah diakses.

Dalam konteks tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat layanan angkutan perkotaan sebagai bagian dari ekosistem mobilitas kawasan aglomerasi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa tren peningkatan pelanggan pada berbagai layanan menunjukkan perubahan kebiasaan perjalanan masyarakat yang semakin mengandalkan kereta api.

“Kereta api kini menjadi pilihan perjalanan yang nyaman untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mobilitas harian, perjalanan akhir pekan, hingga akses menuju bandara. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pelanggan di berbagai layanan di Jawa Tengah,” ujar Anne.

Layanan antarkota dalam kawasan aglomerasi juga menunjukkan kinerja positif melalui KA Joglosemarkerto. Pada Januari 2026, kereta api kelas eksekutif dan ekonomi New Generation ini melayani 110.409 pelanggan, meningkat dibandingkan 97.929 pelanggan pada Januari 2025. Rute lingkar Yogyakarta–Solo–Semarang–Purwokerto menjadikan layanan ini banyak dimanfaatkan untuk perjalanan keluarga, aktivitas wisata, maupun mobilitas antarwilayah.

Konektivitas menuju bandara turut diperkuat melalui KA BIAS (Kereta Api Bandara Adi Soemarmo). Sepanjang Januari 2026, layanan ini melayani 74.102 pelanggan, naik dari 63.730 pelanggan pada Januari 2025. Dengan tarif terjangkau mulai dari Rp7.000 hingga Rp40.000, KA BIAS memudahkan perjalanan dari pusat Kota Solo hingga wilayah Caruban dan Madiun, sekaligus mendukung kelancaran perjalanan udara.

Di wilayah barat Jawa Tengah dan DIY, Kereta Api Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) juga mencatat kinerja yang stabil. Pada Januari 2026, layanan ini melayani 239.331 pelanggan, meningkat dari 229.716 pelanggan pada Januari 2025. Kehadiran layanan reguler dan Xpress memberikan fleksibilitas perjalanan bagi wisatawan maupun masyarakat yang bepergian untuk keperluan keluarga dan pekerjaan.

Mobilitas harian di kawasan perkotaan tetap ditopang oleh KRL Area VI Yogyakarta (Commuter Line Yogyakarta–Palur). Sepanjang Januari 2026, layanan ini melayani 758.375 pelanggan, meningkat dari 712.152 pelanggan pada Januari 2025. Dengan frekuensi 27 hingga 31 perjalanan per hari dan melayani 11 stasiun utama, KRL Area VI menjadi penghubung penting wilayah Yogyakarta, Klaten, hingga Solo Raya.

Layanan kereta lokal turut melengkapi pergerakan masyarakat. KA Prameks melayani 94.567 pelanggan pada Januari 2026, meningkat dari 86.973 pelanggan pada Januari 2025, pada rute Yogyakarta–Kutoarjo dengan tarif terjangkau. Sementara itu, KA Batara Kresna relasi Purwosari–Wonogiri (PP) melayani 16.294 pelanggan, naik dari 12.497 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya seiring peningkatan frekuensi perjalanan.

Anne menambahkan bahwa meningkatnya penggunaan kereta api di Jawa Tengah mencerminkan peran angkutan berbasis rel dalam mendukung mobilitas kawasan aglomerasi yang semakin dinamis.

“Kereta api menghadirkan perjalanan yang lebih tertata, nyaman, dan mudah diakses. Dengan layanan yang saling terhubung, kereta api menjadi solusi mobilitas yang relevan untuk berbagai kebutuhan perjalanan masyarakat,” jelasnya.

Melalui penguatan layanan perkotaan, lokal, dan bandara yang terintegrasi, KAI terus mendukung mobilitas masyarakat Jawa Tengah dan DIY. Dengan pola perjalanan yang semakin beragam, kereta api diharapkan tetap menjadi pilihan utama masyarakat, termasuk untuk menikmati perjalanan di akhir pekan dan masa liburan.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Angkutan Lebaran 2026, KAI Services Tingkatkan Kesiapan Layanan Kebersihan

7 Februari 2026 - 10:19 WIB

Zulkifli Ibrahim, Ketua SEUSAMA Aceh Jakarta Bicara tentang Kepedulian Korban Bencana

7 Februari 2026 - 07:34 WIB

KAI Daop 7 Madiun Edukasi Pelajar Nganjuk tentang Keselamatan dan Keamanan Perjalanan Kereta Api

6 Februari 2026 - 19:16 WIB

Stasiun Jatake Perkuat Akomodasi Mobilitas Wilayah Barat Jawa melalui Pengembangan Layanan Bertahap

6 Februari 2026 - 18:59 WIB

KAI Perkuat Integrasi Antarmoda untuk Dukung Kelancaran Angkutan Lebaran 2026

6 Februari 2026 - 18:42 WIB

Trending di Uncategorized