Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

SENI BUDAYA

Para Notaris Senior Kabupaten Bogor Gelar Nonton Bareng Film NIA Bersama Neno Warisman

badge-check


 Para Notaris Senior Kabupaten Bogor Gelar Nonton Bareng Film NIA Bersama Neno Warisman Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Para notaris senior Kabupaten Bogor yang tergabung dalam komunitas Jiddah Besties menggelar acara nonton bareng (nobar) film NIA di XXI Cibinong City Mall (CCM), Kamis (4/12/2025). Nobar ini turut dihadiri artis Neno Warisman, salah satu pemain dalam film tersebut.

Film NIA garapan sutradara Aditya Gumay dan Ronny Mepet itu menampilkan Neno sebagai ibu dari Nia, karakter utama yang berprofesi sebagai penjual gorengan.

Menurut Neno, kehadirannya dalam acara tersebut murni karena inisiatif para anggota komunitas Jiddah Besties.
“Karena saya ikut bermain di film tersebut, akhirnya mereka menonton dan mengundang saya,” ujar Neno.

Neno Warisman bersama Vonny Pawaka.

Pimpinan komunitas, Vonny Pawaka mengatakan bahwa di tengah maraknya film horor, NIA menjadi angin segar bagi dunia perfilman Indonesia.

“Sebagai seorang ibu dan perempuan, saya berharap film-film edukasi seperti ini lebih banyak dibuat oleh insan perfilman,” kata Vonny.

Senada dengan itu, anggota komunitas lainnya, Nenden Esti Nurhayati, menilai NIA wajib ditonton oleh para ibu dan remaja putri.

“Film ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga memuat nilai edukasi terkait kasus hukum anak perempuan,” ujarnya.

Usai pemutaran film, Neno menceritakan bahwa sejumlah remaja putri menghampirinya untuk berfoto bersama.

“Mereka bilang filmnya bagus dan membuat mereka lebih memahami pentingnya berhati-hati sebagai anak perempuan dalam pergaulan dan kehidupan di lingkungan,” ungkap Neno.

Neno Warisman bersama para gadis remaja foto bersama usai nonton film NIA.

Menurut Neno, kehidupan nyata sering kali lebih dramatis, lebih kejam, dan lebih tragis daripada film. Seperti yang dialami Nia Kurnia Sari, seorang gadis asal Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Gadis yang sehari-hari menjual gorengan itu menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan pada September 2024. Kisahnya yang begitu menyedihkan diangkat dalam film NIA, tayang mulai 4 Desember 2025.

Film Indonesia yang satu ini bukan sekadar drama, tetapi rekaman rasa sakit sebuah keluarga dan panggilan moral bagi negeri ini.

“Kita komitmen untuk mengangkat tragedi kemanusiaan ke medium sinema, bukan sebagai eksploitasi terhadap kesedihan korban, tapi mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap sesamanya,” tutup Neno.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius

16 Oktober 2026 - 21:21 WIB

KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

16 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat

16 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo

16 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi?

16 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Asap Karhutla Kalimantan Terdeteksi di Jakarta

16 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Korban Dugaan Keracunan MBG Batang Mencapai 717 Orang, SPPG Bawang Ditutup Permanen

16 Oktober 2026 - 14:49 WIB

ORARI Lokal Bener Meriah, Turun Kejalan Gelar Bakti Sosial Pembagian Masker, untuk Antisipasi Kabut Asap

16 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Mantan Kapolda NTB Hadi Gunawan Maju Pimpin Demokrat, Kantongi 11 Surat Dukungan

16 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Arsip Sejarah Seulawah Agam: Pernah Disebut Goldberg, Benarkah Gunung Emas?

16 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Trending di RAGAM