Menu

Mode Gelap
Kembali ke SCTV, Fandy Christian Siap Adu Akting dengan Rizky Nazar dan Zoe Abbas Jackson di Sebening Cinta HIPMA Gowa Komisariat UIN Alauddin Makassar: Kepentingan Rakyat Harus Di Atas Kepentingan Elite Politik Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa Sumur Minyak Tradisional di Darul Ihsan Aceh Timur Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api LDII Sulsel Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sulsel, Tegaskan Komitmen Sinergi Jaga Kamtibmas Dzul Rajali Nahkodai Senat Mahasiswa STKIP YPUP Makassar, Siap Bangkitkan Semangat Organisasi

TNI-POLRI

Pedagang Es Gabus Mengaku Jadi Korban Kekerasan Oknum Aparat di Kemayoran

badge-check


 Pedagang Es Gabus Mengaku Jadi Korban Kekerasan Oknum Aparat di Kemayoran Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Seorang pedagang es gabus mengaku menjadi korban fitnah dan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat saat berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Korban, Sudrajat (50), pedagang es kue asal Kelurahan Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, kini mengalami trauma dan terpaksa berhenti berjualan.
Peristiwa itu terjadi ketika Sudrajat berangkat seperti biasa untuk berdagang. Ia mengambil stok es gabus dari Depok sekitar pukul 04.00 WIB, lalu menaiki kereta menuju Manggarai sebelum akhirnya berjualan di Kemayoran.

Nasib nahas menimpanya saat melayani seorang pembeli yang belakangan diketahui merupakan oknum aparat. Menurut Sudrajat, pembeli tersebut tiba-tiba menuduh dagangannya sebagai es palsu.

“Awalnya beli es kue. Saya belum tahu dia polisi. Terus dagangan saya dibejek-bejek. Saya dipanggil dan dibilang ini bukan es, ini es palsu,” ujar Sudrajat menirukan kejadian yang dialaminya.

Tak berhenti di situ, Sudrajat mengaku mengalami kekerasan fisik. Ia ditonjok, dibanting, dan dipaksa berdiri dengan satu kaki. Perlakuan tersebut membuatnya syok dan trauma. Sejak kejadian itu, ia memilih tidak kembali berjualan di Kemayoran.

Belakangan, pihak kepolisian memastikan melalui uji laboratorium bahwa es gabus yang dijual Sudrajat aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Meski demikian, Sudrajat mengaku masih merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya hingga kini. Ia belum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena keterbatasan ekonomi. Penghasilannya sebagai pedagang kecil hanya berkisar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari, yang sekadar cukup untuk makan.

Sudah empat hari Sudrajat tidak berjualan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa berutang ke warung sekitar tempat tinggalnya. Meski ingin kembali berdagang, trauma yang dialaminya membuat ia berencana pindah lokasi jualan.

Kasus ini menambah daftar keluhan masyarakat kecil terkait dugaan tindakan sewenang-wenang aparat di lapangan. Sejumlah pihak mendesak agar peristiwa tersebut diusut secara transparan dan korban mendapatkan pemulihan, baik secara hukum maupun kesehatan.*** (Septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Upacara Hari Ke-80 Bhayangkara di Jakarta Utara Berlangsung Khidmat, Perkuat Sinergitas Polri Bersama TNI, Pemerintah, dan Masyarakat

2 Juli 2026 - 13:11 WIB

Warga Griya Alam Sentul Keberatan Rencana Pembangunan KDMP di Lahan Fasos/Fasum

30 Juni 2026 - 12:37 WIB

Truk Tabrak Sejumlah Motor di Simpang Unisma Bekasi, Satu Orang Tewas

29 Juni 2026 - 14:41 WIB

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”

29 Juni 2026 - 11:47 WIB

Festival Santri Meuseuraya II Tahun 2026 Resmi Ditutup

29 Juni 2026 - 07:16 WIB

Giat ‘Jaga Jakarta on The Spot’,  Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Ajak Masyarakat Bersinergi Menjaga Kamtibmas

27 Juni 2026 - 10:26 WIB

Ada Ketegangan di Tananahu, PTPN I Kedepankan Dialog Damai

25 Juni 2026 - 14:10 WIB

Kepala BNN Koordinasi dengan Seskab Teddy terkait Penanganan Pencegahan Narkoba

21 Juni 2026 - 05:31 WIB

Diduga Gunakan Sabu, Satresnarkoba Amankan Staf Protokoler Bupati Aceh Barat 

21 Juni 2026 - 05:01 WIB

Polisi Tingkatkan Patroli Malam, Situasi Kamtibmas Aceh Tengah Tetap Kondusif

20 Juni 2026 - 19:58 WIB

Trending di JALUR