Menu ✖

Mode Gelap
Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

TNI-POLRI

Pedagang Es Gabus Mengaku Jadi Korban Kekerasan Oknum Aparat di Kemayoran

badge-check


 Pedagang Es Gabus Mengaku Jadi Korban Kekerasan Oknum Aparat di Kemayoran Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Seorang pedagang es gabus mengaku menjadi korban fitnah dan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum aparat saat berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Korban, Sudrajat (50), pedagang es kue asal Kelurahan Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, kini mengalami trauma dan terpaksa berhenti berjualan.
Peristiwa itu terjadi ketika Sudrajat berangkat seperti biasa untuk berdagang. Ia mengambil stok es gabus dari Depok sekitar pukul 04.00 WIB, lalu menaiki kereta menuju Manggarai sebelum akhirnya berjualan di Kemayoran.

Nasib nahas menimpanya saat melayani seorang pembeli yang belakangan diketahui merupakan oknum aparat. Menurut Sudrajat, pembeli tersebut tiba-tiba menuduh dagangannya sebagai es palsu.

“Awalnya beli es kue. Saya belum tahu dia polisi. Terus dagangan saya dibejek-bejek. Saya dipanggil dan dibilang ini bukan es, ini es palsu,” ujar Sudrajat menirukan kejadian yang dialaminya.

Tak berhenti di situ, Sudrajat mengaku mengalami kekerasan fisik. Ia ditonjok, dibanting, dan dipaksa berdiri dengan satu kaki. Perlakuan tersebut membuatnya syok dan trauma. Sejak kejadian itu, ia memilih tidak kembali berjualan di Kemayoran.

Belakangan, pihak kepolisian memastikan melalui uji laboratorium bahwa es gabus yang dijual Sudrajat aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Meski demikian, Sudrajat mengaku masih merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya hingga kini. Ia belum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena keterbatasan ekonomi. Penghasilannya sebagai pedagang kecil hanya berkisar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari, yang sekadar cukup untuk makan.

Sudah empat hari Sudrajat tidak berjualan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa berutang ke warung sekitar tempat tinggalnya. Meski ingin kembali berdagang, trauma yang dialaminya membuat ia berencana pindah lokasi jualan.

Kasus ini menambah daftar keluhan masyarakat kecil terkait dugaan tindakan sewenang-wenang aparat di lapangan. Sejumlah pihak mendesak agar peristiwa tersebut diusut secara transparan dan korban mendapatkan pemulihan, baik secara hukum maupun kesehatan.*** (Septi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Aceh Tengah Bersama Kodim 0106 Raih Juara Stand Terbaik Indonesia Fest 2026

5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual di Polinef, BEM Desak Wadir I Dicopot

5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Prabowo di HUT ke-81 TNI: Kekuatan TNI Tak Terpisahkan dari Rakyat

5 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Kapolri Suyudi Rombak Jajaran Polri, 88 Perwira Dimutasi

4 Oktober 2026 - 04:53 WIB

Dua Hari 10 Ha TPA Ajibarang Semarang Terbakar, Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan

2 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Sejumlah Menteri Bergeser

1 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Presiden Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto, Tongkat Komando Polri Berpindah

1 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit

1 Oktober 2026 - 11:04 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Trending di ANJUNGAN