Menu

Mode Gelap
TikTok Jadi Modus Baru Penipuan Rekrutmen KAI, Masyarakat Diminta Waspada “Putri Duta Besar”: Thriller, Cinta, dan Luka dalam Dunia Tanpa Akar KAI Angkut 4,63 Juta Ton Batu Bara pada Maret 2026, Perkuat Rantai Pasok Energi Nasional Amdal di Persimpangan Ilmu, Hukum, dan Praktik Menhub Dudy: Percepatan Pembangunan Transportasi Pariwisata Bali Disinergikan Pembangunan Sumur Bor ke-9 Dimulai, Fokus Pemulihan Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

RAGAM

Pembangunan Sumur Bor ke-9 Dimulai, Fokus Pemulihan Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

badge-check


 Pembangunan Sumur Bor ke-9 Dimulai, Fokus Pemulihan Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara Perbesar

Wartatrans.com, ACEH UTARA — Upaya pemulihan pascabencana alam hidrometeorologi terus dilakukan di wilayah Kabupaten Aceh Utara. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor yang kini telah memasuki titik ke-9, khususnya untuk wilayah-wilayah yang terdampak parah.

Pengerjaan sumur bor ke-9 resmi dimulai pada hari ini dan berlokasi di Dusun Selmak, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan. Sumur bor tersebut direncanakan untuk mendukung kebutuhan air, terutama bagi sektor perkebunan masyarakat setempat.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar warga masih bertahan di hunian sementara berupa terpal biru sejak bencana banjir yang terjadi pada 26 November 2026 lalu. Selain merusak permukiman, bencana tersebut juga menyebabkan sumber air menjadi keruh dan tidak layak digunakan, sehingga kebutuhan akan air bersih menjadi sangat mendesak.
Dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, program pembangunan sumur bor ini telah berjalan berkat dukungan para donatur. Bantuan tersebut difokuskan pada beberapa dusun di Desa Lubok Pusaka yang mengalami dampak cukup berat.

Meski terdapat bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH), sebagian masyarakat memilih tetap bertahan di lokasi terdampak. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses dan jarak tempuh menuju hunian sementara yang dinilai cukup jauh dari kampung halaman mereka. Selain itu, kondisi ekonomi warga yang belum pulih turut menjadi kendala, terlebih banyak sarana transportasi yang rusak akibat bencana.

Warga juga masih berupaya memperbaiki kebun yang menjadi sumber penghidupan mereka. Di tengah keterbatasan tersebut, mereka berharap adanya bantuan hunian langsung di lokasi saat ini agar dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak.
Selama ini, bantuan kemanusiaan terus berdatangan melalui berbagai relawan yang aktif menyalurkan donasi ke wilayah tersebut. Kehadiran sumur bor diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Pihak pelaksana menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan sumur bor ini. Diharapkan, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Amdal di Persimpangan Ilmu, Hukum, dan Praktik

8 April 2026 - 17:52 WIB

PTP Nonpetikemas Jambi Perkuat Peran Strategis, Dorong Efisiensi Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

8 April 2026 - 16:40 WIB

Pelindo dan Pemkot Makassar Sepakat Tata Pelabuhan Lebih Baik

8 April 2026 - 16:12 WIB

Iran dan Amerika Gencatan Senjata, Pemerintah Pastikan Calon Haji Berangkat Sesuai Rencana

8 April 2026 - 14:34 WIB

Wakil Bupati Kudus Bellinda Mengangkat Adik Mendikdasmen Sebagai ‘Anak Buahnya’

7 April 2026 - 18:38 WIB

12 Kepala Keluarga di Selmak Lubok Pusaka Masih Bertahan di Bawah Terpal Pasca Bencana

7 April 2026 - 15:49 WIB

Titi DJ: Mental Jadi Penentu Peserta Raih Gelar Jawara

7 April 2026 - 15:25 WIB

Excavator Nyaris Terseret Banjir di Sungai Burlah yang Meluap

7 April 2026 - 15:18 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Gelar Sosialisasi Prosedur Kapal Penumpang

7 April 2026 - 14:02 WIB

DLH Aceh Barat Terapkan Sanksi Denda bagi Pembuang Sampah Sembarangan di Meulaboh

7 April 2026 - 06:01 WIB

Trending di RAGAM