Wartatrans.com, ACEH — Kabar duka datang dari Aceh Jaya. Tokoh masyarakat, Nyak Sandang, dilaporkan meninggal dunia pada pukul 12.20 WIB di kediamannya di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Selasa (7/4/2026).
Almarhum wafat di usia 100 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang mengenalnya sebagai sosok sederhana, dermawan, dan penuh pengabdian.


Nyak Sandang dikenal sebagai salah satu tokoh yang berjasa dalam sejarah Indonesia, khususnya sebagai penyumbang dalam pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001—simbol perjuangan bangsa di masa awal kemerdekaan.
Menurut keterangan keluarga, almarhum menghembuskan napas terakhir di rumah. Dalam beberapa tahun terakhir, beliau lebih banyak menghabiskan waktu di kediamannya karena faktor usia, serta sempat beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.
Saat ini, pihak keluarga tengah melaksanakan proses fardu kifayah, dan almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya.
Atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa, almarhum pernah menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025 di Istana Negara, Jakarta. Saat itu, beliau hadir menggunakan kursi roda didampingi keluarga.
Kepergian Nyak Sandang menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai teladan keikhlasan, pengorbanan, dan cinta kepada bangsa.***(Kamaruzzaman)





























