Menu

Mode Gelap
Okupansi 102 Persen, KA Pangrango dan KA Siliwangi Layani 23.495 Pelanggan pada Libur Imlek 13–16 Februari 2026 Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan Pertamina Patra Niaga Jelaskan Proses Distribusi dan Quality Control BBM di IT Jakarta kepada Pemimpin Redaksi Media Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan KA Tambahan Lebaran 2026 Kementerian-KP Pastikan Kemudahan Izin, 433 Kapal Purse Seine Siap Melaut dari Jakarta

Uncategorized

Perjuangan Ekstrem Relawan Sahabat Safar Tembus Desa Bintang Pepara Pasca Banjir

badge-check


 Perjuangan Ekstrem Relawan Sahabat Safar Tembus Desa Bintang Pepara Pasca Banjir Perbesar

Wartatrans.com, KETOL  — Perjuangan relawan Sahabat Safar untuk menjangkau korban longsor dan banjir di Desa Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, tergolong sangat ekstrem. Para relawan, yang sebagian besar merupakan perempuan, harus menyeberangi sungai berarus deras menggunakan sling demi mencapai lokasi terdampak.

“Medannya sangat berat. Kami harus menyeberangi sungai dengan arus deras menggunakan sling. Tidak ada pilihan lain jika ingin sampai ke warga,” ujar Melida, salah satu relawan Sahabat Safar saat ditemui di lokasi, Selasa (23/12/2025).

Setelah menyeberangi sungai, relawan masih harus menempuh perjalanan sekitar empat kilometer menuju titik pengungsian di SD Buge Ara dengan menggunakan sepeda motor jenis trail. Kondisi jalan yang rusak parah akibat longsor membuat wilayah tersebut tidak dapat dilalui kendaraan biasa. Meski demikian, semangat kemanusiaan para relawan tidak surut.

Perjuangan relawan untuk sampai ketempat korban bencana.

“Sebagian besar relawan kami adalah perempuan, tapi semangat untuk membantu saudara-saudara di Bintang Pepara jauh lebih besar daripada rasa takut,” tambah relawan tersebut.

Desa Bintang Pepara menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Sekitar 80 persen wilayah desa dilaporkan tidak lagi layak huni akibat longsor dan banjir. Kondisi ini menyebabkan anak-anak dan perempuan mengalami trauma mendalam, terutama setiap kali hujan kembali turun.

“Kami sangat trauma, terutama anak-anak. Setiap hujan turun, mereka langsung menangis karena takut banjir datang lagi,” tutur seorang ibu pengungsi di lokasi pengungsian SD Buge Ara.

Pada 23 Desember 2025, Relawan Sahabat Safar berhasil tiba di lokasi pengungsian untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Selain bantuan logistik, relawan juga menggelar kegiatan psikososial bagi anak-anak dan ibu-ibu sebagai upaya pemulihan trauma pascabencana.

“Rumah dan kebun kami habis. Sekarang kami hanya bisa bertahan dari bantuan yang datang,” ujar warga lainnya dengan nada lirih.

Selain Desa Bintang Pepara, terdapat empat desa di Kecamatan Ketol yang terdampak paling berat, yakni Desa Bintang Pepara, Burlah, Kekuyang, dan Buge Ara. Hingga saat ini, keempat desa tersebut masih terisolasi akibat jembatan putus yang terseret arus longsor dan banjir.

Suasana penampungan korban bencana.

“Sekitar delapan puluh persen wilayah Desa Bintang Pepara sudah tidak layak huni. Tanahnya retak dan masih rawan longsor susulan,” ungkap tokoh masyarakat setempat.

Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan retakan tanah di Desa Bintang Pepara, yang kemudian berkembang menjadi longsor dan banjir besar. Dampaknya, sekitar setengah wilayah Desa Burlah dilaporkan tersapu banjir. Akibat bencana tersebut, banyak warga kehilangan tempat tinggal, tempat usaha, serta mata pencaharian dan hingga kini masih bergantung pada bantuan kemanusiaan sambil menunggu pemulihan akses dan penanganan lanjutan dari pihak terkait.*** (K. Agam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Melsaja

    Semoga lekas pulih Aceh lon sayang. Semangat untuk bangkit saudara

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan

16 Februari 2026 - 21:17 WIB

Banjir Aceh 2025 Disebut Ekosida, Desakan Bentuk Badan Khusus Menguat

16 Februari 2026 - 20:00 WIB

Rumah Budaya HMA, Diplomasi Sastra dan Budaya, Merawat Harmoni Indonesia–Mesir

16 Februari 2026 - 19:18 WIB

Proliga 2026 Pekan ke 6 Bojonegoro Mengerucutkan Tim Peserta Babak Final Four

16 Februari 2026 - 16:03 WIB

Ratusan Warga Tonton Film NOEH (Pasung) di RSJ Aceh, Hujan Tak Surutkan Ikhtiar Lawan Stigma ODGJ

16 Februari 2026 - 14:38 WIB

Trending di RAGAM