Menu

Mode Gelap
Pengurus KNG Raya Gelar Pertemuan Bahas RAT 2026 dan Bantuan Bencana Hari Pertama Tahun Baru, Menhub Dudy Pantau Arus Lalu Lintas di Jalur Tol Keluar-Masuk Jakarta Menhub Dudy Pastikan Kesiapan untuk Arus Balik Nataru di Stasiun Yogya UMK Kubu Raya 2026 Naik 7,7 Persen, Ditetapkan Rp3,1 Juta Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang Penyeberangan Merak–Bakauheni Terpantau Aman dan Lancar, Cuaca Bersahabat

Uncategorized

Perjuangan Ekstrem Relawan Sahabat Safar Tembus Desa Bintang Pepara Pasca Banjir

badge-check


					Perjuangan Ekstrem Relawan Sahabat Safar Tembus Desa Bintang Pepara Pasca Banjir Perbesar

Wartatrans.com, KETOL  — Perjuangan relawan Sahabat Safar untuk menjangkau korban longsor dan banjir di Desa Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, tergolong sangat ekstrem. Para relawan, yang sebagian besar merupakan perempuan, harus menyeberangi sungai berarus deras menggunakan sling demi mencapai lokasi terdampak.

“Medannya sangat berat. Kami harus menyeberangi sungai dengan arus deras menggunakan sling. Tidak ada pilihan lain jika ingin sampai ke warga,” ujar Melida, salah satu relawan Sahabat Safar saat ditemui di lokasi, Selasa (23/12/2025).

Setelah menyeberangi sungai, relawan masih harus menempuh perjalanan sekitar empat kilometer menuju titik pengungsian di SD Buge Ara dengan menggunakan sepeda motor jenis trail. Kondisi jalan yang rusak parah akibat longsor membuat wilayah tersebut tidak dapat dilalui kendaraan biasa. Meski demikian, semangat kemanusiaan para relawan tidak surut.

Perjuangan relawan untuk sampai ketempat korban bencana.

“Sebagian besar relawan kami adalah perempuan, tapi semangat untuk membantu saudara-saudara di Bintang Pepara jauh lebih besar daripada rasa takut,” tambah relawan tersebut.

Desa Bintang Pepara menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Sekitar 80 persen wilayah desa dilaporkan tidak lagi layak huni akibat longsor dan banjir. Kondisi ini menyebabkan anak-anak dan perempuan mengalami trauma mendalam, terutama setiap kali hujan kembali turun.

“Kami sangat trauma, terutama anak-anak. Setiap hujan turun, mereka langsung menangis karena takut banjir datang lagi,” tutur seorang ibu pengungsi di lokasi pengungsian SD Buge Ara.

Pada 23 Desember 2025, Relawan Sahabat Safar berhasil tiba di lokasi pengungsian untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Selain bantuan logistik, relawan juga menggelar kegiatan psikososial bagi anak-anak dan ibu-ibu sebagai upaya pemulihan trauma pascabencana.

“Rumah dan kebun kami habis. Sekarang kami hanya bisa bertahan dari bantuan yang datang,” ujar warga lainnya dengan nada lirih.

Selain Desa Bintang Pepara, terdapat empat desa di Kecamatan Ketol yang terdampak paling berat, yakni Desa Bintang Pepara, Burlah, Kekuyang, dan Buge Ara. Hingga saat ini, keempat desa tersebut masih terisolasi akibat jembatan putus yang terseret arus longsor dan banjir.

Suasana penampungan korban bencana.

“Sekitar delapan puluh persen wilayah Desa Bintang Pepara sudah tidak layak huni. Tanahnya retak dan masih rawan longsor susulan,” ungkap tokoh masyarakat setempat.

Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan retakan tanah di Desa Bintang Pepara, yang kemudian berkembang menjadi longsor dan banjir besar. Dampaknya, sekitar setengah wilayah Desa Burlah dilaporkan tersapu banjir. Akibat bencana tersebut, banyak warga kehilangan tempat tinggal, tempat usaha, serta mata pencaharian dan hingga kini masih bergantung pada bantuan kemanusiaan sambil menunggu pemulihan akses dan penanganan lanjutan dari pihak terkait.*** (K. Agam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Melsaja

    Semoga lekas pulih Aceh lon sayang. Semangat untuk bangkit saudara

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Pengurus KNG Raya Gelar Pertemuan Bahas RAT 2026 dan Bantuan Bencana

2 Januari 2026 - 12:02 WIB

Warga Tangse Masuk Hutan Lindung, Cari Pelaku Tambang Ilegal Penyebab Banjir Bandang

2 Januari 2026 - 06:35 WIB

Kembang Api di Jembatan Esplanade, Singapura: Harapan Baru Menyambut 2026

2 Januari 2026 - 01:10 WIB

Sanggar Seni Surawisesa Gelar Diskusi Nasab Leluhur Awali Tahun 2026

1 Januari 2026 - 21:20 WIB

Refleksi Awal Tahun, Noyo Gimbal View Dipadati Wisatawan

1 Januari 2026 - 18:57 WIB

Trending di RAGAM