Menu ✖

Mode Gelap
Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun Sambut Lima Abad Jakarta, Buku Kumpulan Cerpen Lebaran di Jakarta Hadirkan Jejak Budaya Betawi Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026 Kemenhub Gelar Monitoring dan Evaluasi Penutuhan Kapal di Batam Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

Uncategorized

Perjuangan Ekstrem Relawan Sahabat Safar Tembus Desa Bintang Pepara Pasca Banjir

badge-check


 Perjuangan Ekstrem Relawan Sahabat Safar Tembus Desa Bintang Pepara Pasca Banjir Perbesar

Wartatrans.com, KETOL  — Perjuangan relawan Sahabat Safar untuk menjangkau korban longsor dan banjir di Desa Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, tergolong sangat ekstrem. Para relawan, yang sebagian besar merupakan perempuan, harus menyeberangi sungai berarus deras menggunakan sling demi mencapai lokasi terdampak.

“Medannya sangat berat. Kami harus menyeberangi sungai dengan arus deras menggunakan sling. Tidak ada pilihan lain jika ingin sampai ke warga,” ujar Melida, salah satu relawan Sahabat Safar saat ditemui di lokasi, Selasa (23/12/2025).

Setelah menyeberangi sungai, relawan masih harus menempuh perjalanan sekitar empat kilometer menuju titik pengungsian di SD Buge Ara dengan menggunakan sepeda motor jenis trail. Kondisi jalan yang rusak parah akibat longsor membuat wilayah tersebut tidak dapat dilalui kendaraan biasa. Meski demikian, semangat kemanusiaan para relawan tidak surut.

Perjuangan relawan untuk sampai ketempat korban bencana.

“Sebagian besar relawan kami adalah perempuan, tapi semangat untuk membantu saudara-saudara di Bintang Pepara jauh lebih besar daripada rasa takut,” tambah relawan tersebut.

Desa Bintang Pepara menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Sekitar 80 persen wilayah desa dilaporkan tidak lagi layak huni akibat longsor dan banjir. Kondisi ini menyebabkan anak-anak dan perempuan mengalami trauma mendalam, terutama setiap kali hujan kembali turun.

“Kami sangat trauma, terutama anak-anak. Setiap hujan turun, mereka langsung menangis karena takut banjir datang lagi,” tutur seorang ibu pengungsi di lokasi pengungsian SD Buge Ara.

Pada 23 Desember 2025, Relawan Sahabat Safar berhasil tiba di lokasi pengungsian untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Selain bantuan logistik, relawan juga menggelar kegiatan psikososial bagi anak-anak dan ibu-ibu sebagai upaya pemulihan trauma pascabencana.

“Rumah dan kebun kami habis. Sekarang kami hanya bisa bertahan dari bantuan yang datang,” ujar warga lainnya dengan nada lirih.

Selain Desa Bintang Pepara, terdapat empat desa di Kecamatan Ketol yang terdampak paling berat, yakni Desa Bintang Pepara, Burlah, Kekuyang, dan Buge Ara. Hingga saat ini, keempat desa tersebut masih terisolasi akibat jembatan putus yang terseret arus longsor dan banjir.

Suasana penampungan korban bencana.

“Sekitar delapan puluh persen wilayah Desa Bintang Pepara sudah tidak layak huni. Tanahnya retak dan masih rawan longsor susulan,” ungkap tokoh masyarakat setempat.

Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan retakan tanah di Desa Bintang Pepara, yang kemudian berkembang menjadi longsor dan banjir besar. Dampaknya, sekitar setengah wilayah Desa Burlah dilaporkan tersapu banjir. Akibat bencana tersebut, banyak warga kehilangan tempat tinggal, tempat usaha, serta mata pencaharian dan hingga kini masih bergantung pada bantuan kemanusiaan sambil menunggu pemulihan akses dan penanganan lanjutan dari pihak terkait.*** (K. Agam)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid

12 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Trending di RAGAM