Menu

Mode Gelap
HUT RI ke-81, KAI Commuter Bagikan Kopi dan Roti Gratis di Stasiun BNI City dan Juanda Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun Indonesia Alami 3 Gempa Besar dalam Sehari Hari Kemerdekaan! Ongkos Cuma Rp8 Naik MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL dan Busway Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek

Uncategorized

Perjuangan Ekstrem Relawan Sahabat Safar Tembus Desa Bintang Pepara Pasca Banjir

badge-check


 Perjuangan Ekstrem Relawan Sahabat Safar Tembus Desa Bintang Pepara Pasca Banjir Perbesar

Wartatrans.com, KETOL  — Perjuangan relawan Sahabat Safar untuk menjangkau korban longsor dan banjir di Desa Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, tergolong sangat ekstrem. Para relawan, yang sebagian besar merupakan perempuan, harus menyeberangi sungai berarus deras menggunakan sling demi mencapai lokasi terdampak.

“Medannya sangat berat. Kami harus menyeberangi sungai dengan arus deras menggunakan sling. Tidak ada pilihan lain jika ingin sampai ke warga,” ujar Melida, salah satu relawan Sahabat Safar saat ditemui di lokasi, Selasa (23/12/2025).

Setelah menyeberangi sungai, relawan masih harus menempuh perjalanan sekitar empat kilometer menuju titik pengungsian di SD Buge Ara dengan menggunakan sepeda motor jenis trail. Kondisi jalan yang rusak parah akibat longsor membuat wilayah tersebut tidak dapat dilalui kendaraan biasa. Meski demikian, semangat kemanusiaan para relawan tidak surut.

Perjuangan relawan untuk sampai ketempat korban bencana.

“Sebagian besar relawan kami adalah perempuan, tapi semangat untuk membantu saudara-saudara di Bintang Pepara jauh lebih besar daripada rasa takut,” tambah relawan tersebut.

Desa Bintang Pepara menjadi salah satu wilayah dengan dampak terparah. Sekitar 80 persen wilayah desa dilaporkan tidak lagi layak huni akibat longsor dan banjir. Kondisi ini menyebabkan anak-anak dan perempuan mengalami trauma mendalam, terutama setiap kali hujan kembali turun.

“Kami sangat trauma, terutama anak-anak. Setiap hujan turun, mereka langsung menangis karena takut banjir datang lagi,” tutur seorang ibu pengungsi di lokasi pengungsian SD Buge Ara.

Pada 23 Desember 2025, Relawan Sahabat Safar berhasil tiba di lokasi pengungsian untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Selain bantuan logistik, relawan juga menggelar kegiatan psikososial bagi anak-anak dan ibu-ibu sebagai upaya pemulihan trauma pascabencana.

“Rumah dan kebun kami habis. Sekarang kami hanya bisa bertahan dari bantuan yang datang,” ujar warga lainnya dengan nada lirih.

Selain Desa Bintang Pepara, terdapat empat desa di Kecamatan Ketol yang terdampak paling berat, yakni Desa Bintang Pepara, Burlah, Kekuyang, dan Buge Ara. Hingga saat ini, keempat desa tersebut masih terisolasi akibat jembatan putus yang terseret arus longsor dan banjir.

Suasana penampungan korban bencana.

“Sekitar delapan puluh persen wilayah Desa Bintang Pepara sudah tidak layak huni. Tanahnya retak dan masih rawan longsor susulan,” ungkap tokoh masyarakat setempat.

Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan retakan tanah di Desa Bintang Pepara, yang kemudian berkembang menjadi longsor dan banjir besar. Dampaknya, sekitar setengah wilayah Desa Burlah dilaporkan tersapu banjir. Akibat bencana tersebut, banyak warga kehilangan tempat tinggal, tempat usaha, serta mata pencaharian dan hingga kini masih bergantung pada bantuan kemanusiaan sambil menunggu pemulihan akses dan penanganan lanjutan dari pihak terkait.*** (K. Agam)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di RAGAM