Wartatrans.com, BANJARMASIN – Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin, Kalimantan Selatan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam konsistensi menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran.
Salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Komunikasi Publik (FKP) dan Pemberian Penghargaan Pelaporan Keandalan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) serta Stasiun Radio Pantai (SROP)/Vessel Traffic Services (VTS) Non-DJPL, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual mulai pukul 14.00 WITA tersebut melibatkan para pengelola, operator dan pelaku usaha yang memiliki serta mengoperasikan fasilitas kenavigasian Non-DJPL di wilayah kerja Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin.
Forum ini menjadi bagian dari upaya Disnav Banjarmasin membangun komunikasi dua arah sekaligus memberikan apresiasi terhadap kontribusi nyata para pemangku kepentingan dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran melalui kepatuhan pelaporan keandalan SBNP, SROP dan VTS Non-DJPL.
“Cakupan kolaborasi tersebut melibatkan 52 pemilik SBNP Non-DJPL serta 35 pemilik/pengelola SROP dan VTS Non-DJPL, yang menunjukkan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku usaha dalam menjaga keandalan layanan kenavigasian,” jelas Kepala Disnav Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro.
Keandalan Navigasi Garda Terdepan Kespel
Bowo menegaskan, keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan urat nadi perekonomian nasional dan konektivitas antarpulau di Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan sektor maritim sangat bergantung pada keandalan infrastruktur navigasi pelayaran, termasuk SBNP, SROP dan VTS.
“Koordinasi, transparansi dan sinergi antara regulator, operator dan seluruh pemangku kepentingan menjadi sangat penting. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. SBNP yang andal serta pemantauan lalu lintas pelayaran yang akurat melalui SROP dan VTS adalah garda terdepan dalam mencegah kecelakaan di laut dan memastikan efisiensi logistik nasional,” urainya.
Melalui FKP, Disnav Banjarmasin mendorong agar komunikasi antara regulator dan operator tidak hanya berlangsung ketika terdapat persoalan, tetapi menjadi proses yang berkelanjutan dalam menjaga keandalan sarana dan pelayanan kenavigasian.
Salah satu perhatian dalam FKP adalah pentingnya menjadikan pelaporan keandalan sebagai instrumen untuk mengetahui kondisi aktual fasilitas kenavigasian sekaligus menjadi dasar tindak lanjut bila ditemukan permasalahan di lapangan.
Perwakilan BUP Indonesia Multi Purpose Terminal, Tri Andri menyampaikan perlunya mekanisme pengingat pelaporan kondisi SBNP secara berkala serta tindak lanjut apabila dalam periode tertentu terdapat fasilitas yang belum memeroleh penanganan.
“Pelaporan diharapkan tidak berhenti sebagai pemenuhan kewajiban administratif, tetapi dilanjutkan dengan komunikasi operasional sehingga permasalahan dapat dievaluasi dan memperoleh rekomendasi penyelesaian,” ucapnya.
Menanggapi masukan tersebut, Hary Bowo mendorong pembentukan grup komunikasi pada masing-masing seksi sebagai kanal komunikasi antara Disnav Banjarmasin dan perusahaan.
Melalui kanal tersebut, masukan, keluhan maupun permasalahan yang dihadapi pelaku usaha diharapkan dapat lebih cepat tersampaikan dan ditindaklanjuti, sehingga tercipta komunikasi yang responsif dan berkesinambungan.
Disnav Banjarmasin berharap FKP ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang komunikasi yang berkelanjutan antara regulator, operator dan seluruh pemangku kepentingan.
Forum tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai kendala di lapangan, mempercepat penyampaian informasi, serta bersama-sama merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan penyelenggaraan kenavigasian.
“Keselamatan pelayaran bukan hanya tanggung jawab regulator. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Ketika regulator, operator dan pelaku usaha memiliki kepedulian yang sama, komunikasi berjalan baik, pelaporan dilakukan secara konsisten dan sarana navigasi selalu dijaga keandalannya, maka kita sedang membangun ekosistem keselamatan pelayaran secara bersama-sama,” pungkas Hary Bowo.
Melalui kolaborasi tersebut, Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan kenavigasian sekaligus memperkuat budaya keselamatan untuk mewujudkan pelayaran yang aman, selamat, efektif dan berkelanjutan. (omy)




























