Wartatrans.com, KALBAR — Dua petinju muda Kalimantan Barat mencatatkan prestasi di panggung nasional. Dalam Kejuaraan Nasional Tinju yang berlangsung pada 11–14 Februari 2026 di Sport Hall Kompleks Pembinaan Olahraga Ragunan, Jakarta Selatan, kontingen Kalbar membawa pulang satu medali emas dan satu perunggu.
Kejuaraan yang diikuti 123 atlet dari 27 provinsi itu menjadi ajang pembuktian hasil pembinaan daerah. Persaingan berlangsung ketat sejak hari pertama, dengan setiap kelas mempertontonkan duel berintensitas tinggi yang menuntut kesiapan teknik, fisik, dan mental.

Medali emas Kalbar disumbangkan Irnanda Firnanda yang turun di kelas berat ringan 85 kilogram. Irnanda tampil dominan sejak babak awal hingga melaju ke final. Di partai puncak, ia menghadapi Reza Dwi Noviar dari Bangka Belitung. Pertarungan berlangsung terbuka dan keras. Pada ronde ketiga, Irnanda melancarkan rangkaian pukulan yang membuat lawannya kehilangan keseimbangan. Wasit menghentikan pertandingan setelah knock out terjadi.
Sementara itu, Cristian Oktan Saputra meraih medali perunggu di kelas terbang 50 kilogram. Langkahnya terhenti di semifinal setelah menghadapi petinju DKI Jakarta, Sandi Anggoro. Duel berjalan sengit dengan tempo cepat. Cristian berupaya mengimbangi tekanan lawan melalui serangan balik, namun akhirnya harus mengakui keunggulan petinju unggulan tersebut.
Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Pengurus Besar Tinju Indonesia dan menjadi edisi perdana di bawah kepengurusan terbaru. Selain memperebutkan gelar juara nasional, ajang ini juga difungsikan sebagai seleksi atlet menuju pemusatan latihan nasional untuk persiapan Kejuaraan Asia yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 3–16 Juli 2026.
Pembukaan kejuaraan dilakukan Ketua Umum Perbati Pusat, Rey Zulham Faras Nugraha. Ia menegaskan Kejurnas menjadi fondasi pembinaan berjenjang sekaligus sarana penjaringan atlet potensial dari berbagai daerah.
Kontingen Kalbar bertolak ke Jakarta pada 10 Februari 2026. Rombongan dipimpin Damianus Yordan sebagai official, didampingi pelatih Rido Kurnianyah. Damianus menilai capaian Irnanda dan Cristian merupakan hasil dari program latihan yang disusun secara sistematis dan berkesinambungan, termasuk penguatan teknik dasar, peningkatan daya tahan, dan simulasi pertandingan.
Ketua Pengprov Perbati Kalbar, Hendegi Januardi Yusfa Irsa, menyatakan prestasi ini menjadi pijakan untuk memperluas pembinaan. Menurut dia, frekuensi pertandingan di level lokal dan nasional akan ditingkatkan agar jam terbang atlet semakin terasah. Ia juga menilai keberhasilan di Ragunan memberi dorongan psikologis bagi atlet muda Kalbar untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Capaian di Kejurnas Ragunan tersebut menegaskan potensi tinju Kalimantan Barat masih terbuka lebar. Dari Jakarta Selatan, harapan kebangkitan tinju daerah itu kembali menguat.***
LONYENKRAP






























