Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Banjir besar yang melanda seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tamiang tidak sedikit menelan korban. Hingga Sabtu (6/12/2025) pukul 12.00 WIB, jumlah warga yang meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 57 jiwa, dengan 22 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Data dari Posko Terpadu Penanganan Banjir Aceh Tamiang mencatat, seluruh 12 kecamatan di wilayah tersebut terdampak banjir. Total pengungsi mencapai 262.087 jiwa, sementara 36.838 jiwa lainnya masih bertahan di rumah mereka dalam kondisi terbatas.

Selain jatuhnya korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga sangat parah. Sebanyak 2.262 rumah warga rusak, dengan 780 unit di antaranya mengalami kerusakan berat. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan kini berlindung di posko-posko darurat dengan fasilitas seadanya.
Di lapangan, distribusi bantuan masih belum merata. Relawan melaporkan masih banyak titik pengungsian, terutama di daerah-daerah terpencil, yang belum mendapatkan pasokan makanan, air bersih, dan perlengkapan tidur. “Rumah mereka hanyut atau rusak parah, sementara akses menuju lokasi masih terputus,” ujar salah satu relawan.
Fasilitas umum pun ikut terdampak. Tercatat 54 sarana pendidikan, 40 fasilitas kesehatan, 33 sarana ibadah, dan 32 kantor pemerintahan mengalami kerusakan. Tiga sekolah, dua rumah ibadah, dan satu jembatan dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama relawan terus berupaya menjangkau daerah-daerah terdampak, namun warga berharap perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat segera diturunkan untuk menangani bencana dengan skala sebesar ini.(****)









