Menu

Mode Gelap
KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila ASDP Sukses Layani Mobilitas 804.195 Penumpang di Libur Panjang Idul Adha dan Hari Kesaktian Pancasila Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Penumpang KAJJ Libur Panjang, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Pengguna Commuter Line Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sambut Positif Rencana Pameran “Ja Kartun” dalam Rangka HUT Jakarta KAI Percepat Pengembangan Stasiun Bogor, Siapkan Operasional KRL 12 Kereta

PERISTIWA

Puluhan Warga Tewas, Ribuan Rumah Rusak Akibat Banjir Besar di Aceh Tamiang

badge-check


 Puluhan Warga Tewas, Ribuan Rumah Rusak Akibat Banjir Besar di Aceh Tamiang Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Banjir besar yang melanda seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tamiang tidak sedikit menelan korban. Hingga Sabtu (6/12/2025) pukul 12.00 WIB, jumlah warga yang meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 57 jiwa, dengan 22 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Data dari Posko Terpadu Penanganan Banjir Aceh Tamiang mencatat, seluruh 12 kecamatan di wilayah tersebut terdampak banjir. Total pengungsi mencapai 262.087 jiwa, sementara 36.838 jiwa lainnya masih bertahan di rumah mereka dalam kondisi terbatas.

Selain jatuhnya korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga sangat parah. Sebanyak 2.262 rumah warga rusak, dengan 780 unit di antaranya mengalami kerusakan berat. Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan kini berlindung di posko-posko darurat dengan fasilitas seadanya.

Di lapangan, distribusi bantuan masih belum merata. Relawan melaporkan masih banyak titik pengungsian, terutama di daerah-daerah terpencil, yang belum mendapatkan pasokan makanan, air bersih, dan perlengkapan tidur. “Rumah mereka hanyut atau rusak parah, sementara akses menuju lokasi masih terputus,” ujar salah satu relawan.

Fasilitas umum pun ikut terdampak. Tercatat 54 sarana pendidikan, 40 fasilitas kesehatan, 33 sarana ibadah, dan 32 kantor pemerintahan mengalami kerusakan. Tiga sekolah, dua rumah ibadah, dan satu jembatan dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama relawan terus berupaya menjangkau daerah-daerah terdampak, namun warga berharap perhatian dan bantuan dari pemerintah pusat segera diturunkan untuk menangani bencana dengan skala sebesar ini.(****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Reuni Aktivis Seni Bulungan: Temu Kangen, Mengenang Sahabat, dan Merawat Persaudaraan

31 Mei 2026 - 13:55 WIB

Artis Erna Santoso dan Penyair Halimah Munawir Berbagi Kebahagiaan Idul Adha di Kampung Nelayan

29 Mei 2026 - 08:40 WIB

Nobar “Pesta Babi” di Tengah Gerimis, Ruang Refleksi Kemanusiaan di Temas River Park

24 Mei 2026 - 00:17 WIB

BPDAS Krueng Aceh Salurkan 2.500 Bibit untuk Pemulihan Ekonomi Korban Banjir Bandang Aceh Utara

23 Mei 2026 - 12:29 WIB

Siswa SMK Plus Pelita Nusantara Kunjungi @america, Dapat Wawasan Baru Tentang Studi di Amerika

22 Mei 2026 - 10:04 WIB

Pengeboran Gas Terbakar di Blang Rubek Buket Seuntang, Warga Aceh Utara Heboh

22 Mei 2026 - 09:15 WIB

“Pesta Babi” Diputar di Cilangkap, Diskusi Mengalir dari Papua hingga Kolonialisme Modern

21 Mei 2026 - 12:37 WIB

KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda

18 Mei 2026 - 09:30 WIB

Pendidikan Karakter Berbasis Bahasa Ibu (Refleksi atas Kasus Kekerasan di Daycare dan Krisis Pengasuhan Anak)

17 Mei 2026 - 21:57 WIB

Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Menuai Polemik

14 Mei 2026 - 17:52 WIB

Trending di PERISTIWA