Menu

Mode Gelap
KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Mobilitas Selama Long Weekend Wafat Yesus Kristus Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas INDOSIAR Luncurkan “Band Academy”, Upaya Hidupkan Kembali Era Musik Band Indonesia Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026

BANDARA

Rakorwil OBU Padang: Komit Perkuat Penanganan Bencana

badge-check


 Rakorwil OBU VI Padang Perbesar

Rakorwil OBU VI Padang

Wartatrans.com, PADANG – Kementerian Perhubungan menegaskan komitmen dalam memperkuat kesiapan sistem transportasi udara di wilayah rawan bencana.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Wilayah Kerja (Rakorwil) Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU) Wilayah VI Padang Tahun 2026 yang digelar di Padang, Sumatera Barat, 2–3 Februari 2026.

Rakorwil dibuka Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Achmad Setiyo Prabowo, dan dihadiri pemerintah daerah, TNI/Polri, operator bandar udara, AirNav Indonesia, BMKG, maskapai penerbangan, Unit Penyelenggara Bandar Udara di wilayah kerja OBU VI serta pemangku kepentingan sektor penerbangan lainnya.

Mengusung tema “Kesiapan Transportasi Udara di Kawasan Rawan Bencana: Selamat, Aman, dan Pulih Lebih Cepat,” kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam.

Achmad Setiyo menyampaikan, Indonesia berada di kawasan ring of fire dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, mulai dari gempa bumi, tsunami, hingga bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim.

Dalam kondisi tersebut, transportasi udara memegang peran vital sebagai jalur kehidupan (lifeline) saat akses darat dan laut terganggu.

“Transportasi udara menjadi tulang punggung dalam evakuasi korban, distribusi bantuan kemanusiaan, mobilisasi personel, serta percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana,” tegas Sesditjen.

Sebagai langkah konkret, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) bersama pengelola bandar udara terus memperkuat konsep resilient infrastructure, dengan menjadikan bandara tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga pusat respon bencana dan logistik kemanusiaan.

Sejumlah bandara di wilayah Sumatera, telah disiapkan agar tetap mampu beroperasi dalam kondisi darurat.

Pada kesempatan yang sama Kepala OBU Wilayah VI Purnama Pangalinan menyampaikan Rakorwil menyepakati hasil dan rekomendasi sebagai berikut:
1. Penguatan koordinasi, kompetensi SDM, serta protokol terpadu lintas instansi (BNPB/BPBD, TNI, POLRI, BASARNAS, BMKG, AirNav) untuk menjamin kesiapan transportasi udara yang cepat, aman, dan terkoordinasi saat darurat bencana.

2. Peningkatan kapasitas teknis personel otoritas bandar udara di bidang kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat udara, termasuk pengawasan penerbangan sipil asing pada kondisi darurat dan bencana.

3. Integrasi tata kelola dan SOP operasi udara lintas instansi serta pelaksanaan latihan kesiapsiagaan secara berkala guna memastikan respon bencana yang konsisten dan efektif.

4. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pelatihan penerbangan, antara lain PPI Curug dan Poltekbang Palembang, dalam penyelenggaraan pelatihan dan simulasi terpadu penanggulangan bencana.

5. Penyusunan, standardisasi, dan evaluasi berkala dokumen Get Airport Ready for Disaster (GARD) untuk menjamin keselamatan dan kesinambungan operasi penerbangan darurat.

6. Penguatan pengawasan dan koordinasi penyelenggaraan angkutan udara yang difokuskan pada kesiapsiagaan, penanganan, dan pemulihan operasi penerbangan serta pelayanan penumpang secara terpadu

7. Optimalisasi kesiapsiagaan bandar udara di wilayah rawan bencana melalui peningkatan infrastruktur, SDM, dan layanan operasional penerbangan.

“Kami berharap semua pemangku kepentingan yang hadir dalam Rakorwil ini dapat menjalankan hasil rekomendasi dalam memperkuat ketangguhan sistem transportasi udara di kawasan rawan bencana,” ujarnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Garuda Indonesia Sebut Kinerja Positif GMFI jadi Sinyal Kuat Pemulihan Grup

2 April 2026 - 15:59 WIB

InJourney Sukses Optimalkan Kelancaran Arus Mudik dan Libur Lebaran 2026

1 April 2026 - 18:49 WIB

Perhatian! Naik Garuda Indonesia, Tiket ke Jeddah dan Madinah Cuma Mulai Rp4 Jutaan

1 April 2026 - 16:29 WIB

Jamaah Umrah Lhokseumawe Berangkat ke Madinah, Skema Kemudahan Biaya Jadi Sorotan

1 April 2026 - 15:14 WIB

INACA Minta Pemerintah Segera Realisasikan Kenaikan Fuel Surcharge dan TBA Penerbangan

1 April 2026 - 13:47 WIB

Garuda Indonesia Siapkan Antisipasi Hadapi Rencana Kenaikan Avtur

1 April 2026 - 05:51 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink Selesaikan Operasional Peak Season dengan OTP Tembus 92,08%

31 Maret 2026 - 14:30 WIB

Ini 5 Indikator Kesuksesan Angleb di Bandara InJourney Airports

30 Maret 2026 - 19:00 WIB

Layani 8,8 Juta Penumpang, Angleb Sukses di Seluruh Bandara InJourney Airports

30 Maret 2026 - 18:51 WIB

Trending di BANDARA