Wartatrans.com, JAKARTA — Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data pada Minggu (30/11), mencatat ratusan korban meninggal di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat (Sumbar).
Selain korban tewas, puluhan hingga ratusan warga juga masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa situasi di tiga provinsi tersebut masih dalam penanganan intensif. Ia menegaskan bahwa data korban dapat terus berubah seiring proses evakuasi, pencarian, dan identifikasi di lapangan.
BNPB melaporkan peningkatan jumlah korban meninggal dunia di Aceh menjadi 47 orang. Sementara itu, 51 warga masih dinyatakan hilang, dan 8 orang mengalami luka-luka. Tim gabungan dari BNPB, Basarnas, TNI, dan Polri terus melakukan pencarian di wilayah yang terdampak parah akibat banjir bandang dan longsor.
Petugas menghadapi kendala kondisi medan yang sulit, curah hujan tinggi, serta akses menuju lokasi yang masih terisolasi.
BNPB menegaskan bahwa upaya penanganan darurat mencakup evakuasi korban, pendirian pos pengungsian, distribusi kebutuhan dasar, serta percepatan pembukaan akses menuju daerah terdampak.
Suharyanto mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat prakiraan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.*** (Dulloh)
























