Menu ✖

Mode Gelap
Pangkalan KPLP Tanjung Priok Kerahkan Kekuatan Armada Laut untuk Tangani Kebakaran KMP Batu Mandi di Selat Sunda ASDP Utamakan Keselamatan, Berhasil Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Kemenhub Perkuat Layanan Kepelabuhanan di Kupang Fokus Penanganan Penumpang, Kemenhub Pastikan Penanggulangan Kebakaran KMP Batumandi Sekjen PBB Sambangi Hambalang, Prabowo Bahas Perdamaian Dunia dan Palestina Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026

Uncategorized

Seba Baduy 2026: Ritual Leluhur yang Menjaga Harmoni Alam dan Ketaatan

badge-check


 Seba Baduy 2026: Ritual Leluhur yang Menjaga Harmoni Alam dan Ketaatan Perbesar

Wartatrans.com, BANTEN — Tradisi tahunan Seba Baduy kembali digelar dengan khidmat di Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (24/4/2026). Ribuan warga Baduy Dalam dan Baduy Luar berjalan kaki dari wilayah adat Kanekes menuju pusat pemerintahan sebagai bagian dari ritual sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bagi masyarakat Baduy, Seba bukan sekadar seremoni budaya, melainkan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk kepatuhan terhadap tatanan adat dan pemerintahan. Sejak pagi buta, iring-iringan warga tampak memasuki Rangkasbitung dengan tertib, membawa berbagai hasil bumi seperti padi, pisang, gula aren, talas, hingga madu hutan.

Perjalanan panjang tanpa alas kaki yang mereka tempuh bukan hanya ujian fisik, tetapi juga bagian dari laku spiritual. Tokoh adat Baduy, Jaro Oom, menegaskan bahwa Seba merupakan amanat leluhur yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran. “Kami datang untuk menyampaikan rasa syukur serta melaporkan bahwa alam tetap kami jaga sesuai adat,” ungkapnya.

Dalam prosesi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Lebak, hasil bumi tersebut diserahkan kepada Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya sebagai simbol hubungan harmonis antara masyarakat adat dan pemerintah. Suasana berlangsung khidmat, disaksikan oleh masyarakat yang turut hadir menyaksikan tradisi sakral tersebut.

Bupati Hasbi menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat Baduy dalam menjaga nilai-nilai adat atau *pikukuh*. Menurutnya, Seba mengandung pesan penting tentang kesederhanaan, keseimbangan hidup, serta ketaatan yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Tradisi Seba Baduy yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi cerminan kuatnya kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan sistem pemerintahan. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya terus hidup dan diwariskan, menjadi pengingat akan pentingnya harmoni dalam kehidupan.*** (Buyil)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Catatan Iwan Piliang: Ketika Solusi Karhutla Terbentur Birokrasi

20 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Satpol PP Fakfak Beri Tenggat 3×24 Jam, Bangunan Liar di Pasar Kelapa Dua Terancam Dibongkar

20 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Bupati Fakfak Pimpin Sertijab Sekda Definitif Arif H. Rumagesan, Tekankan Sinergi OPD

20 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Jelang Akhir Tahun, TPK Koja Kembali Gelar Donor Darah Target 100 Pendonor

20 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Aksi Demo di Jakarta, KAI Pastikan Kereta dari Gambir Tetap Berangkat Sesuai Jadwal

20 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Sewa Bus DAMRI, Pilihan Tepat untuk Perjalanan Bersama yang Nyaman

19 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Pelindo Regional 4 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Makassar

19 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Persoalan Aceh Singkil Tak Kunjung Tuntas, Mahasiswa Kirim Petisi ke Presiden Prabowo

19 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Dua Kali Tak Penuhi Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa

19 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Cegah Abrasi Pantura Jawa, AHY Tanam Mangrove Berteknologi HexBricks

19 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Trending di RAGAM