Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

Uncategorized

Seba Baduy 2026: Ritual Leluhur yang Menjaga Harmoni Alam dan Ketaatan

badge-check


 Seba Baduy 2026: Ritual Leluhur yang Menjaga Harmoni Alam dan Ketaatan Perbesar

Wartatrans.com, BANTEN — Tradisi tahunan Seba Baduy kembali digelar dengan khidmat di Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (24/4/2026). Ribuan warga Baduy Dalam dan Baduy Luar berjalan kaki dari wilayah adat Kanekes menuju pusat pemerintahan sebagai bagian dari ritual sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bagi masyarakat Baduy, Seba bukan sekadar seremoni budaya, melainkan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk kepatuhan terhadap tatanan adat dan pemerintahan. Sejak pagi buta, iring-iringan warga tampak memasuki Rangkasbitung dengan tertib, membawa berbagai hasil bumi seperti padi, pisang, gula aren, talas, hingga madu hutan.

Perjalanan panjang tanpa alas kaki yang mereka tempuh bukan hanya ujian fisik, tetapi juga bagian dari laku spiritual. Tokoh adat Baduy, Jaro Oom, menegaskan bahwa Seba merupakan amanat leluhur yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran. “Kami datang untuk menyampaikan rasa syukur serta melaporkan bahwa alam tetap kami jaga sesuai adat,” ungkapnya.

Dalam prosesi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Lebak, hasil bumi tersebut diserahkan kepada Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya sebagai simbol hubungan harmonis antara masyarakat adat dan pemerintah. Suasana berlangsung khidmat, disaksikan oleh masyarakat yang turut hadir menyaksikan tradisi sakral tersebut.

Bupati Hasbi menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat Baduy dalam menjaga nilai-nilai adat atau *pikukuh*. Menurutnya, Seba mengandung pesan penting tentang kesederhanaan, keseimbangan hidup, serta ketaatan yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Tradisi Seba Baduy yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi cerminan kuatnya kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan sistem pemerintahan. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya terus hidup dan diwariskan, menjadi pengingat akan pentingnya harmoni dalam kehidupan.*** (Buyil)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya

25 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Maulid di Simpang Kelaping Jadi Momentum Menghidupkan Masjid dan Memperkuat Kebersamaan Warga

25 Agustus 2026 - 12:28 WIB

Santunan KEMALA Berbuah Inspirasi, Anak Yatim Mitra Istiqomah Tunjukkan Hafalan dan Karakter

25 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Masyarakat Reubee Antusias Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

25 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Isnaeni Anggap Ngeles Alasan Kepolisian Blokir Rekening Koordinator AMPB

25 Agustus 2026 - 08:34 WIB

Commuter Run 2026 Berhadiah Umrah, KAI Commuter Siapkan Doorprize untuk 2.500 Pelari

24 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Trending di OLAH RAGA