Menu

Mode Gelap
Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota 38 Persen Transaksi QRIS Nasional Terpusat di Jakarta, Jadi Motor Ekonomi Sekaligus Sinyal Ketimpangan Digital 35 Negara dan Indonesia Adopsi Registrasi Biometrik, Pengamat: Tak Kebal Penipuan Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka, KAI Daop 6 dan KAI Services Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Konektivitas Kereta dan Pelabuhan Makin Diminati, Tiga Stasiun KAI Layani 3,88 Juta Pelanggan Semester I 2026 Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah

Uncategorized

Seba Baduy 2026: Ritual Leluhur yang Menjaga Harmoni Alam dan Ketaatan

badge-check


 Seba Baduy 2026: Ritual Leluhur yang Menjaga Harmoni Alam dan Ketaatan Perbesar

Wartatrans.com, BANTEN — Tradisi tahunan Seba Baduy kembali digelar dengan khidmat di Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (24/4/2026). Ribuan warga Baduy Dalam dan Baduy Luar berjalan kaki dari wilayah adat Kanekes menuju pusat pemerintahan sebagai bagian dari ritual sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bagi masyarakat Baduy, Seba bukan sekadar seremoni budaya, melainkan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk kepatuhan terhadap tatanan adat dan pemerintahan. Sejak pagi buta, iring-iringan warga tampak memasuki Rangkasbitung dengan tertib, membawa berbagai hasil bumi seperti padi, pisang, gula aren, talas, hingga madu hutan.

Perjalanan panjang tanpa alas kaki yang mereka tempuh bukan hanya ujian fisik, tetapi juga bagian dari laku spiritual. Tokoh adat Baduy, Jaro Oom, menegaskan bahwa Seba merupakan amanat leluhur yang harus dijalankan dengan penuh kesadaran. “Kami datang untuk menyampaikan rasa syukur serta melaporkan bahwa alam tetap kami jaga sesuai adat,” ungkapnya.

Dalam prosesi yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Lebak, hasil bumi tersebut diserahkan kepada Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya sebagai simbol hubungan harmonis antara masyarakat adat dan pemerintah. Suasana berlangsung khidmat, disaksikan oleh masyarakat yang turut hadir menyaksikan tradisi sakral tersebut.

Bupati Hasbi menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat Baduy dalam menjaga nilai-nilai adat atau *pikukuh*. Menurutnya, Seba mengandung pesan penting tentang kesederhanaan, keseimbangan hidup, serta ketaatan yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Tradisi Seba Baduy yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi cerminan kuatnya kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan sistem pemerintahan. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya terus hidup dan diwariskan, menjadi pengingat akan pentingnya harmoni dalam kehidupan.*** (Buyil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

13 Tahun, Mengabdi Direktur Ernawati Komit Bawa PT CMN Melayani Sepenuh Hati

3 Juli 2026 - 12:41 WIB

Cost Sharing ala Carpooling: Solusi Atasi Kemacetan, Biaya Energi dan Emisi Karbon

3 Juli 2026 - 12:28 WIB

Trending di RAGAM