Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

Uncategorized

108 Tahun Menolak Padam: Cerita Sanggar Kinang Putra Menjaga Topeng Cisalak

badge-check


 108 Tahun Menolak Padam: Cerita Sanggar Kinang Putra Menjaga Topeng Cisalak Perbesar

Wartatrans.com, DEPOK — Di tengah hiruk-pikuk zaman yang terus berubah, ketika anak muda kini sibuk menghafal koreografi tarian modern, ada sebuah tempat yang tetap setia menjaga tradisi. Di sudut Kota Depok, tepatnya di Jalan Gadog Raya, Gang Melati Nomor 51, Kampung Cisalak, berdiri Sanggar Kinang Putra. Sanggar ini bukan sekadar tempat belajar tari, melainkan penjaga api kesenian Topeng Cisalak yang telah menyala sejak tahun 1918, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.

Nama “Kinang Putra” diambil dari pendirinya, Mak Tua Kinang dan suaminya Bapak Djiun. Kini, tongkat estafet kepemimpinan dipegang oleh Babeh Andi Supardi, generasi ketiga yang dengan penuh tanggung jawab meneruskan warisan yang telah berjalan selama lebih dari satu abad. Baginya, melestarikan budaya bukan hanya tugas, melainkan bukti bahwa sejarah nenek moyang tidak boleh hanya menjadi catatan di buku sejarah.

Di sini, seni dipelajari secara utuh. Para anggota tidak hanya belajar gerak tari, tetapi juga memahami musik, komedi (bodoran), hingga sastra tutur. Jenis tarian yang diajarkan pun beragam, mulai dari Tari Topeng Tunggal, Gegot, Enjoyt-enjotan, hingga Bereg Samba. Jadwal latihan yang rutin, dari Minggu pagi hingga Rabu sore, diikuti oleh hampir 60 anak muda yang antusias mempelajari warisan leluhur.

Keseriusan mereka membuahkan hasil yang gemilang. Sanggar Kinang Putra bukan hanya sekadar kumpulan penari, melainkan kolektor prestasi. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah mendapatkan gelar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) untuk Tarian Topeng Cisalak pada tahun 2022, yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil. Mereka juga telah tampil di berbagai panggung bergengsi, mulai dari tingkat lokal hingga internasional seperti Jakarta World Folkfest 2025, serta meraih berbagai penghargaan dari pemerintah daerah.

Namun, di balik deretan piala dan penghargaan, Babeh Andi menyimpan keprihatinan yang mendalam. Ia sering melihat orang luar negeri lebih menghargai kekayaan budaya Indonesia, sementara sebagian anak muda lokal justru menganggap tarian tradisional sebagai sesuatu yang “kampungan”.

“Jangan sampai kebalik. Orang luar negeri menghargai dan belajar sama saya, jangan sampai kita sendiri orang Indonesia malah tidak menghargai kekayaan budaya nenek moyang,” tegasnya.

Bagi Babeh Andi, identitas bangsa terletak pada budayanya. Modernisasi boleh saja terjadi, namun nilai-nilai tradisi adalah jati diri yang unik dan tidak dimiliki oleh negara lain. Hal ini juga dirasakan oleh Deswita, salah satu anggota muda sanggar. Ketertarikannya pada tari tradisional muncul sejak kecil, dan ia berharap semakin banyak anak muda yang mau belajar dan melestarikan budaya ini agar tidak punah.

Kesuksesan Sanggar Kinang Putra bertahan selama 108 tahun tidak lepas dari prinsip yang dipegang teguh: beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. “Kita jangan vakum. Kita harus berkembang juga, tetap kita punya kreativitas, ada punya inovasi. Tradisinya kita pertahankan untuk yang memang warisan, tapi berkarya tetap harus berkarya terus,” jelasnya.

Inovasi ini diwujudkan dengan menciptakan karya-karya baru yang telah terdaftar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta memanfaatkan teknologi dan media sosial seperti YouTube dan Instagram untuk mempromosikan seni mereka. Mereka membuktikan bahwa seni tradisional bisa tetap relevan dan menarik di era digital.

Babeh Andi juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak bisa dilakukan sendirian. Peran pemerintah, khususnya Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disporyata) Kota Depok, sangatlah vital. Ia berharap adanya dukungan nyata berupa kebijakan, perlindungan hukum, dan program-program konkret untuk memacu kreativitas seniman lokal, bukan hanya sekadar pendataan.

Sanggar Kinang Putra mengajarkan kita satu hal penting: menjadi modern tidak berarti harus melupakan asal-usul. Setiap hentakan kaki para penari adalah simbol perlawanan terhadap kepunahan budaya. Mereka adalah penjaga identitas Depok yang memastikan detak jantung Tari Topeng Cisalak akan terus berdenyut, menolak padam meski zaman terus berubah.

Sebagai penutup, Babeh Andi mengingatkan lewat pantun:

Beli buku di Jalan Orista

Pakai kacamata sambil bergaya

Jangan ngaku jadi anak Indonesia

Kalau nggak cinta seni budaya.***

 

Kahlaa Nafisah, murid SMAN-13, Kota Depok, Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Upacara Peringatan HUT ke 81 Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi Pamer Keberhasilan

20 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Kibarkan Merah Putih di Perairan Teluk Banten

19 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

16 Agustus 2026 - 16:35 WIB

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

15 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Dari Lilitan Utang, Ibu Rini Kini Tekuni Bisnis Gitar dan Perjuangkan Masa Depan Anak

14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Bandara Husein Mulai Layani Pesawat Jet dengan 12 Rute Domestik

14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

“Duta” Radio Rimba Raya Hadiri Transformasi Kreator Indonesia di RRI Pusat

13 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Raup Suara Mayoritas Tantan Sulthon Nakhodai PWI Jabar Periode 2026-2031

13 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai

7 Agustus 2026 - 10:58 WIB

MK: Transparansi Penyebab Delay Pesawat Perlu Diperkuat

6 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Trending di Uncategorized