Menu

Mode Gelap
Pameran Tunggal Sonny Eska Angkat Makna “Atas Nama” dalam Perspektif Seni Syariat Islam di Aceh Tengah Dinilai Perlu Diperketat Kemenhub Perkuat Keselamatan dan Layanan Transportasi Darat Jelang Angleb, Ditjen Hubdat Tekankan Pentingnya Keselamatan Novel Sejarah Nahrisyah Karya Putra Gara Hadir di Perpustakaan L K Ara Gerai Warteg Gate 37 InJourney Airports Sedot Perhatian Pengunjung INACRAFT 2026

EKOBIS

Reformasi Lognas, Fondasi Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi

badge-check


 Reformasi Lognas, Fondasi Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Supply Chain Indonesia (SCI) menyebut, reformasi sistem logistik nasional (lognas) menjadi fondasi strategis bagi peningkatan daya saing ekonomi Indonesia, pemerataan pembangunan wilayah, serta ketahanan nasional dalam menghadapi disrupsi global dan konflik geopolitik.

Reformasi logistik nasional memiliki peran strategis dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045, 8 Misi (Asta Cita), 17 Program Prioritas, serta 8 Program Hasil Terbaik Cepat.

Tanpa sistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan resilien, target pembangunan nasional akan sulit dicapai secara cepat dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Founder & CEO SCI  Setijadi, dalam Seminar Ikatan Alumni ITB 80 bertajuk “Strategi Teknologi, Industri, dan SDM Menuju Indonesia Emas 2045” di Kampus ITB Bandung (31/1/2026).

“Reformasi logistik bukan sekadar agenda sektoral, melainkan strategi kunci pembangunan nasional,” ungkapnya.

Diperlukan strategi pengembangan logistik nasional yang terintegrasi, mencakup penguatan rantai pasok komoditas, pembangunan wilayah, konektivitas multimoda, peningkatan kompetensi SDM, serta harmonisasi regulasi dan kelembagaan, termasuk penguatan kerangka hukum.

Setijadi mengungkapkan, biaya logistik Indonesia yang tinggi dan berdampak terhadap daya saing produk dan komoditas.

Menurutnya, berdasarkan data Bappenas pada 2023, biaya logistik domestik sekitar 14,1 persen dari harga barang dan biaya logistik ekspor sekitar 8,98 persen dari harga barang yang dikirim.

Selain itu, kinerja logistik Indonesia juga masih tertinggal. Logistics Performance Index (LPI) 2023 menunjukkan Indonesia berada di peringkat 63 dari 139 negara, dan masih berada di bawah Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam untuk kawasan Asia Tenggara.

Persoalan sistem logistik Indonesia bersifat sistemik, antara lain ditandai oleh rantai distribusi yang panjang dan terfragmentasi, lemahnya integrasi antarmoda dan multimoda, serta ketidakseimbangan volume muatan antarwilayah yang memicu inefisiensi biaya.

Sistem logistik nasional masih berbasis Perpres, yang kurang efektif untuk menangani sektor logistik yang bersifat multisektoral, multidimensional, dan multistakehoders.

“Saat ini, sektor logistik melibatkan sekurangnya tiga kementerian koordinator, 15 kementerian, dan sedikitnya 18 instansi dalam proses bisnis kepelabuhanan, namun belum memiliki single leading institution yang kuat,” ucap dia.

Sistem Logistik Adaptif

Ke depan, Setijadi menegaskan bahwa sistem logistik Indonesia harus diarahkan pada kondisi yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional.

Logistik harus mampu meningkatkan daya saing komoditas dan produk nasional melalui pendekatan end-to-end supply chain, konsolidasi muatan untuk meningkatkan economies of scale, serta penyediaan layanan logistik bernilai tambah.

Di saat yang sama, logistik harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan wilayah, melalui penguatan konektivitas hub–spoke, penurunan biaya logistik, dan pengurangan disparitas harga.

Dalam konteks global, sistem logistik yang tangguh dan adaptif penting untuk menghadapi globalisasi, disrupsi rantai pasok, serta konflik geopolitik.

“Hal ini memerlukan digital visibility, integrasi data logistik nasional, serta diversifikasi rute, moda, dan sumber pasokan guna menjaga ketahanan ekonomi nasional,” tutupnya. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gerai Warteg Gate 37 InJourney Airports Sedot Perhatian Pengunjung INACRAFT 2026

8 Februari 2026 - 18:43 WIB

Di Peringatan Hari Pers Nasional 2026,  Pelindo Dorong Penguatan Peran Pelabuhan Banten

8 Februari 2026 - 16:57 WIB

Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan 2025 Tembus 8,78 Persen

8 Februari 2026 - 16:31 WIB

Kemenpar Kembali Hadir di “OTM Mumbai” dan “Sales Mission Chennai”

7 Februari 2026 - 07:15 WIB

Dudy Purwagandhi: Kemenhub Siap Dukung Audit BPK Tahun 2025

6 Februari 2026 - 11:54 WIB

Trending di EKOBIS