Menu

Mode Gelap
Walikota Pekalongan Menentang Kebijakan WFH Pemerintah Pusat, Ada Apa ?  Hujan Es Hantam Atu Lintang, Puluhan Hektare Kebun dan Rumah Warga Rusak Sedekah Sumur Bor ke-8 Dimulai, Warga Bidari Aceh Utara Sambut Harapan Baru Pengamanan Akses Wisata Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke Berjalan Aman Angkutan Lebaran 2026 KAI Cetak Rekor Tertinggi, Okupansi Harian Tembus Lebih 140% Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa

Uncategorized

SANFFEST 2025 Tegaskan Pesantren sebagai Ruang Lahirnya Sineas Muda Indonesia

badge-check


 SANFFEST 2025 Tegaskan Pesantren sebagai Ruang Lahirnya Sineas Muda Indonesia Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Santri tidak lagi hanya dipandang sebagai pelajar kitab kuning di ruang-ruang pesantren. Melalui Santri Film Festival (SANFFEST) 2025, para santri tampil sebagai kreator film yang mampu berbicara tentang kehidupan, nilai, dan kemanusiaan dengan bahasa sinema yang matang.

Malam Anugerah SANFFEST 2025 yang digelar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (21/12/2025) malam, menjadi penanda penting tumbuhnya ekosistem perfilman di lingkungan pesantren. Acara tersebut sekaligus memberikan penghargaan kepada para santri pembuat film terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam pembangunan kebudayaan nasional, termasuk melalui medium film.

“Santri bukan hanya pewaris tradisi pesantren, tetapi juga aktor penting dalam membangun dan mempromosikan kebudayaan Indonesia. Pesantren selama ini melahirkan karya sastra, seni pertunjukan, dan musik. Kini, kita sedang menyaksikan lahirnya ekosistem film di pesantren,” ujar Fadli Zon.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Komite SANFFEST 2025, Neno Warisman. Menurutnya, film-film karya santri telah mematahkan stigma lama yang menempatkan santri hanya sebagai pembelajar teks keagamaan.

“Karya-karya mereka menghadirkan narasi yang segar, jujur, dan kuat. Ini adalah gelombang baru dalam perfilman Indonesia, lahir dari pesantren,” katanya.

Neno Warisman (tengah) – saat memberikan penghargaan pada salah satu pemenang.

Pada malam puncak tersebut, sejumlah santri dan pesantren menerima anugerah di berbagai kategori. Anugerah Film Cerita Terbaik SANFFEST 2025 diraih oleh Iman dan Imam dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur. Karya yang sama juga mengantarkan mereka meraih Anugerah Penyutradaraan Terbaik serta Anugerah Penata Busana dan Tata Rias Terbaik.

Sementara itu, Anugerah Pengarah Artistik Terbaik diberikan kepada Zahra dari MA Zainul Hasan 1 Genggong. Film “Tujuh Hari Setelah Bapak Berpulang” dari Pondok Pesantren Bahrul Huda, Bangka, meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Sinematografi Terbaik dan Pemeran Putra Terbaik.

Anugerah Penyunting Gambar Terbaik diraih oleh film Kesempatan dari Pesantren Modern Khalifah, Jawa Barat. Untuk kategori Pemeran Putri Terbaik, penghargaan diberikan kepada Iqob melalui film Hukuman dari Darul Arqam Gombara. Sementara Anugerah Penata Suara Terbaik diraih oleh film RAJA (H) TERAKHIR dari Pondok Pesantren Al Hidayah Karangploso, Jawa Timur.

SANFFEST 2025 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang afirmasi bahwa pesantren adalah laboratorium kebudayaan yang terus bertransformasi. Dari balik tembok pesantren, para santri kini menyuarakan zamannya—bukan hanya lewat dakwah lisan, tetapi melalui cahaya, gambar, dan cerita di layar film.*** (Fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Walikota Pekalongan Menentang Kebijakan WFH Pemerintah Pusat, Ada Apa ? 

4 April 2026 - 23:21 WIB

Hujan Es Hantam Atu Lintang, Puluhan Hektare Kebun dan Rumah Warga Rusak

4 April 2026 - 23:16 WIB

Sedekah Sumur Bor ke-8 Dimulai, Warga Bidari Aceh Utara Sambut Harapan Baru

4 April 2026 - 21:02 WIB

Satgas Antinarkoba Dibentuk, Pemkab Bogor Perluas Jangkauan hingga Desa

4 April 2026 - 18:18 WIB

Tiga Titik Tanggul Sungai Tuntang di Demak Jebol Sekaligus, Empat Kecamatan Terendam Air

4 April 2026 - 17:52 WIB

Tradisi Membaca, Memahami Kita – Memahami Gen-Z

4 April 2026 - 16:03 WIB

Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi

3 April 2026 - 19:12 WIB

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Pascagempa Sulut, PGE Pastikan PLTP Lahendong Aman dan Beroperasi Stabil

3 April 2026 - 13:42 WIB

Akses Jalan Utama Takengon – Gayo Lues Putus, Jalan Alternatif Rusak Parah

3 April 2026 - 13:33 WIB

Trending di JALUR