Menu

Mode Gelap
Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota 38 Persen Transaksi QRIS Nasional Terpusat di Jakarta, Jadi Motor Ekonomi Sekaligus Sinyal Ketimpangan Digital 35 Negara dan Indonesia Adopsi Registrasi Biometrik, Pengamat: Tak Kebal Penipuan Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka, KAI Daop 6 dan KAI Services Bergerak Cepat Lakukan Penanganan Konektivitas Kereta dan Pelabuhan Makin Diminati, Tiga Stasiun KAI Layani 3,88 Juta Pelanggan Semester I 2026 Harga Kopi Gayo Menguat, Petani Harapkan Stabilitas Pasar dan Dukungan Pemerintah

Uncategorized

SANFFEST 2025 Tegaskan Pesantren sebagai Ruang Lahirnya Sineas Muda Indonesia

badge-check


 SANFFEST 2025 Tegaskan Pesantren sebagai Ruang Lahirnya Sineas Muda Indonesia Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Santri tidak lagi hanya dipandang sebagai pelajar kitab kuning di ruang-ruang pesantren. Melalui Santri Film Festival (SANFFEST) 2025, para santri tampil sebagai kreator film yang mampu berbicara tentang kehidupan, nilai, dan kemanusiaan dengan bahasa sinema yang matang.

Malam Anugerah SANFFEST 2025 yang digelar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (21/12/2025) malam, menjadi penanda penting tumbuhnya ekosistem perfilman di lingkungan pesantren. Acara tersebut sekaligus memberikan penghargaan kepada para santri pembuat film terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam pembangunan kebudayaan nasional, termasuk melalui medium film.

“Santri bukan hanya pewaris tradisi pesantren, tetapi juga aktor penting dalam membangun dan mempromosikan kebudayaan Indonesia. Pesantren selama ini melahirkan karya sastra, seni pertunjukan, dan musik. Kini, kita sedang menyaksikan lahirnya ekosistem film di pesantren,” ujar Fadli Zon.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Komite SANFFEST 2025, Neno Warisman. Menurutnya, film-film karya santri telah mematahkan stigma lama yang menempatkan santri hanya sebagai pembelajar teks keagamaan.

“Karya-karya mereka menghadirkan narasi yang segar, jujur, dan kuat. Ini adalah gelombang baru dalam perfilman Indonesia, lahir dari pesantren,” katanya.

Neno Warisman (tengah) – saat memberikan penghargaan pada salah satu pemenang.

Pada malam puncak tersebut, sejumlah santri dan pesantren menerima anugerah di berbagai kategori. Anugerah Film Cerita Terbaik SANFFEST 2025 diraih oleh Iman dan Imam dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur. Karya yang sama juga mengantarkan mereka meraih Anugerah Penyutradaraan Terbaik serta Anugerah Penata Busana dan Tata Rias Terbaik.

Sementara itu, Anugerah Pengarah Artistik Terbaik diberikan kepada Zahra dari MA Zainul Hasan 1 Genggong. Film “Tujuh Hari Setelah Bapak Berpulang” dari Pondok Pesantren Bahrul Huda, Bangka, meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Sinematografi Terbaik dan Pemeran Putra Terbaik.

Anugerah Penyunting Gambar Terbaik diraih oleh film Kesempatan dari Pesantren Modern Khalifah, Jawa Barat. Untuk kategori Pemeran Putri Terbaik, penghargaan diberikan kepada Iqob melalui film Hukuman dari Darul Arqam Gombara. Sementara Anugerah Penata Suara Terbaik diraih oleh film RAJA (H) TERAKHIR dari Pondok Pesantren Al Hidayah Karangploso, Jawa Timur.

SANFFEST 2025 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang afirmasi bahwa pesantren adalah laboratorium kebudayaan yang terus bertransformasi. Dari balik tembok pesantren, para santri kini menyuarakan zamannya—bukan hanya lewat dakwah lisan, tetapi melalui cahaya, gambar, dan cerita di layar film.*** (Fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskusi Seni Ruang Publik Soroti Minimnya Regulasi dan Pentingnya Budaya sebagai Identitas Kota

4 Juli 2026 - 21:00 WIB

Yatti Surachman Resmikan Kedai Seblak Prasmanan & Ayam Penyet Sambel Ijo Gacorrr di Cipayung

4 Juli 2026 - 15:29 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Sapuan Kuas Jadi Wasiat Budaya, Perhelatan Mural #Sinergi Sukowati 2 Digelar di Sragen

3 Juli 2026 - 20:00 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Bagian dari Ekosistem Astra, FIFGROUP Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Sejahtera Astra

3 Juli 2026 - 15:14 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Trending di ANJUNGAN