Menu

Mode Gelap
Kemenhub Evaluasi Angkutan Lebaran di Bali KA Batara Kresna Jadi Pilihan Wisata Akhir Pekan dari Solo ke Wonogiri, Tarif Rp4.000 KAI Wisata Gandeng Jakarta Infrastruktur Propertindo, Hadirkan Integrasi Transportasi Wisata dan Media Iklan Digital Meningkat, Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 86,8 Juta pada Triwulan I 2026 Dica Melo Sukses Sebagai Brand Ambassador, Kembali Dikontrak Meinl. Jumat Berkah di Tanjung Priok: Wujud Kepedulian Polri Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

RAGAM

Satu Bulan Pascabencana, Kampung Mendale Masih Sepi Aktivitas

badge-check


 Satu Bulan Pascabencana, Kampung Mendale Masih Sepi Aktivitas Perbesar

Wartatrans.cim, MANDALE, — Tepat satu bulan pascabencana longsor dan banjir bandang yang melanda Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, kondisi di lokasi terdampak masih terlihat sepi dari aktivitas warga. Hingga Jumat (26/12/2025), bekas longsoran masih menyisakan lumpur, bebatuan, serta kayu-kayu besar yang menimbun permukiman.

Bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi pada Rabu pagi, 26 November 2025, sekitar pukul 08.00 WIB itu mengakibatkan kerusakan parah pada rumah warga, sawah, perkebunan, ternak, serta fasilitas ibadah dan pendidikan. Satu dusun dilaporkan hampir rata dengan tanah, sementara dusun lainnya tertimbun lumpur setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa.

Material longsoran berupa batu besar, kayu, dan lumpur hingga kini masih terlihat di sejumlah titik. Akses dan aktivitas warga belum sepenuhnya pulih, sementara sebagian wilayah masih sulit dibersihkan akibat besarnya material yang terbawa banjir bandang.

Salah satu warga terdampak, Fuanduna atau yang akrab disapa Aman Nanda, menjadi saksi langsung kedahsyatan bencana tersebut. Ia menuturkan, longsor pertama terjadi di sebelah kanan rumahnya, disusul beberapa jam kemudian oleh longsor besar dari sisi kiri.

“Setelah itu longsor susulan terus terjadi di beberapa titik. Rumah, sawah, kebun, dan ternak hanyut semua. Satu dusun benar-benar habis,” ujar Aman Nanda.

Kini, di depan rumahnya hanya tersisa lantai dua bangunan. Lantai dasar rumah telah tertimbun material banjir dan kayu-kayu besar, bahkan sebagian kayu masuk ke dalam rumah.

Meski masih diliputi duka, warga Kampung Mendale terus bergotong royong membersihkan lumpur di sekitar masjid, rumah, sekolah, serta lorong-lorong kampung. Upaya pemulihan dilakukan secara swadaya sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Di tengah keterbatasan, harapan tetap tumbuh. Aman Nanda berharap surau kecil (mersah) miliknya yang ikut tersapu longsor dapat segera dibangun kembali.

“Surau itu harapan kami. Tempat kami kembali beribadah dan menguatkan diri setelah musibah ini,” katanya.

Satu bulan pascabencana, warga Kampung Mendale masih berjuang bangkit dari reruntuhan, sembari berharap pemulihan dan perhatian berkelanjutan agar kehidupan perlahan kembali normal.*** (K. Agam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FIFASTRA Raih Silver WOW Brand 2026 Kategori Motorcycle Leasing

17 April 2026 - 14:49 WIB

Maret 2026, IPC TPK Jambi Catat Pertumbuhan Arus Peti Kemas 22,5 Persen

17 April 2026 - 14:10 WIB

360 PPIH Daker Madinah Siap Sukseskan Haji 2026

17 April 2026 - 12:15 WIB

Panen Melimpah Pasca Bencana, Petani Kopi Gayo Kekurangan Buruh Petik

17 April 2026 - 11:31 WIB

Bersama Rumah Aksara, Guru SMA Asah Kompetensi Menulis di Perpustakaan Bogor

17 April 2026 - 11:04 WIB

Pemulihan Pascabencana Aceh Didorong Terintegrasi, Dana Rp 824,8 Miliar Disiapkan

16 April 2026 - 20:01 WIB

Tokoh Pemuda Aceh di Jakarta Soroti Lambannya Penanganan Bencana

16 April 2026 - 18:39 WIB

Kajati Sulteng Kunker ke Tolitoli, Resmikan Mess Kejari Hasil Hibah Pemda

16 April 2026 - 16:40 WIB

HBH Seusama Jadi Momentum Penggalangan Dana Balai Pengajian, Kegiatan Digelar di Jakarta dan Aceh

16 April 2026 - 14:09 WIB

SEUSAMA Gelar Halal Bihalal dan Mulai Pembangunan Balai Pengajian di Aceh Utara

16 April 2026 - 11:35 WIB

Trending di RAGAM