Menu

Mode Gelap
Stasiun Karet Ditutup Mulai 1 September, Penumpang KRL Dialihkan ke BNI City TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga Kapal Perintis: Primadona Transportasi di Indonesia Timur KAI Commuter Integrasikan Stasiun Karet-BNI City mulai 1 September Pengguna Capai 242,9 Juta, KAI Commuter Perkuat Integrasi Stasiun dan Antarmoda Pelayanan dengan Hati Bawa Prama KAI Services Iwan Kurniawan Raih SPARK Agustus 2026

RAGAM

Satu Bulan Pascabencana, Kampung Mendale Masih Sepi Aktivitas

badge-check


 Satu Bulan Pascabencana, Kampung Mendale Masih Sepi Aktivitas Perbesar

Wartatrans.cim, MANDALE, — Tepat satu bulan pascabencana longsor dan banjir bandang yang melanda Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, kondisi di lokasi terdampak masih terlihat sepi dari aktivitas warga. Hingga Jumat (26/12/2025), bekas longsoran masih menyisakan lumpur, bebatuan, serta kayu-kayu besar yang menimbun permukiman.

Bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi pada Rabu pagi, 26 November 2025, sekitar pukul 08.00 WIB itu mengakibatkan kerusakan parah pada rumah warga, sawah, perkebunan, ternak, serta fasilitas ibadah dan pendidikan. Satu dusun dilaporkan hampir rata dengan tanah, sementara dusun lainnya tertimbun lumpur setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa.

Material longsoran berupa batu besar, kayu, dan lumpur hingga kini masih terlihat di sejumlah titik. Akses dan aktivitas warga belum sepenuhnya pulih, sementara sebagian wilayah masih sulit dibersihkan akibat besarnya material yang terbawa banjir bandang.

Salah satu warga terdampak, Fuanduna atau yang akrab disapa Aman Nanda, menjadi saksi langsung kedahsyatan bencana tersebut. Ia menuturkan, longsor pertama terjadi di sebelah kanan rumahnya, disusul beberapa jam kemudian oleh longsor besar dari sisi kiri.

“Setelah itu longsor susulan terus terjadi di beberapa titik. Rumah, sawah, kebun, dan ternak hanyut semua. Satu dusun benar-benar habis,” ujar Aman Nanda.

Kini, di depan rumahnya hanya tersisa lantai dua bangunan. Lantai dasar rumah telah tertimbun material banjir dan kayu-kayu besar, bahkan sebagian kayu masuk ke dalam rumah.

Meski masih diliputi duka, warga Kampung Mendale terus bergotong royong membersihkan lumpur di sekitar masjid, rumah, sekolah, serta lorong-lorong kampung. Upaya pemulihan dilakukan secara swadaya sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Di tengah keterbatasan, harapan tetap tumbuh. Aman Nanda berharap surau kecil (mersah) miliknya yang ikut tersapu longsor dapat segera dibangun kembali.

“Surau itu harapan kami. Tempat kami kembali beribadah dan menguatkan diri setelah musibah ini,” katanya.

Satu bulan pascabencana, warga Kampung Mendale masih berjuang bangkit dari reruntuhan, sembari berharap pemulihan dan perhatian berkelanjutan agar kehidupan perlahan kembali normal.*** (K. Agam)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga

31 Agustus 2026 - 21:27 WIB

13 Hari Hilang di Laut, Awak KM El Malika Ditemukan Selamat di Palau

31 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Pelindo, KSOP, dan Pelni Kolaborasi Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di NTT

31 Agustus 2026 - 17:48 WIB

FIFGROUP Raih Indonesia Best Multifinance Awards 2026

31 Agustus 2026 - 17:41 WIB

Pelindo Regional 2 Bersama BNN Jakarta Utara Dorong Pelajar SMAN 80 Jakarta Jadi Generasi Bersih Narkoba

31 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Uji Coba Optimalisasi EAZI di TPK Berlian Berhasil Pangkas Waktu Pergantian Kapal Menjadi 29 Menit

31 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Gandeng Berbagai Pihak, PSM Dorong Pemulihan dan Kebangkitan Pascabencana NTT

31 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Program IPCC GEMBIRA Beri Dampak Nyata, IPCC Raih InvestorTrust CSR Awards 2026

31 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Meriahkan HUT RI, Pelindo Jasa Maritim Beri Penghargaan kepada Kelurahan Tabaringan

31 Agustus 2026 - 10:17 WIB

PNJ Bekali Pelaku Usaha Kota Depok dengan Pelatihan Basic Warehouse Operation

31 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Trending di RAGAM