Menu

Mode Gelap
Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

Uncategorized

Sedikitnya 4000 Rumah di Kendal Terendam Banjir, Satu Warga Meninggal

badge-check


 Sedikitnya 4000 Rumah di Kendal Terendam Banjir, Satu Warga Meninggal Perbesar

Wartatrans.com, KENDAL — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kendal sepanjang hari Kamis (15/1/2026) menyebabkan banjir besar. Wilayah terparah berada di Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong.

Ribuan rumah terendam air setinggi 10 sentimeter hingga lebih dari satu meter dan seorang warga desa Kebondalem Kecamatan Brangsong meninggal dunia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal mencatat banjir menimpa 1 Kecamatan dan 23 Kelurahan. Sebanyak 4.098 kepala keluarga atau sekira 9.196 jiwa terdampak, dengan sedikitnya 4.000 rumah terendam air. Banyak warga terpaksa mengungsi dengan bantuan BPBD dan Polres Kendal.

Kasi Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo mengatakan kondisi banjir di sejumlah titik mulai surut pada Jumat sore.

“Sebagian besar wilayah debit airnya sudah menurun, tapi potensi hujan susulan masih ada. Menghadapinya, kami himbau warga agar meningkatkan kewaspadaan.” kata Iwan.

Salah satu komplek perumahan di Kendal yang banjir.

Sementara itu pada Jumat (16/1/2026), Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meninjau tiga desa dan satu kelurahan yang terdampak banjir, yaitu Desa Karangmulyo, Desa Kumpulrejo, Desa Kebonadem, serta Kelurahan Kebondalem.

Kunjungan dilakukan untuk memastikan efektivitas penanganan bencana termasuk penyaluran bantuan. Tentang infrastruktur yang rusak seperti portal air yang jebol, Bupati meminta pemerintah desa setempat untuk segera membangun kembali.

Anggarannya menggunakan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT). “Nominalnya silakan dari desa mengajukan. Yang ini tidak terlalu berat karena hanya palang pintu,” katanya.

Selain perbaikan portal air, Bupati menyampaikan rencana peninggian jembatan desa dengan tujuan air tidak meluap saat hujan deras. “Untuk pekerjaan yang ini sudah masuk dalam Rencana Kerja 2026, jadi tidak harus menunggu APBD Perubahan,” tegasnya.*** (Slamet Widodo)

Salah satu wilayah di Kendal yang banjir dilihat dari ketinggian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas

8 Juli 2026 - 14:59 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Trending di ANJUNGAN