Menu

Mode Gelap
Okupansi 102 Persen, KA Pangrango dan KA Siliwangi Layani 23.495 Pelanggan pada Libur Imlek 13–16 Februari 2026 Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan Pertamina Patra Niaga Jelaskan Proses Distribusi dan Quality Control BBM di IT Jakarta kepada Pemimpin Redaksi Media Produk Perikanan Indonesia Makin Bernilai di Pasar Internasional Akomodir Lonjakan Pemudik, KAI Daop 7 Madiun Operasikan KA Tambahan Lebaran 2026 Kementerian-KP Pastikan Kemudahan Izin, 433 Kapal Purse Seine Siap Melaut dari Jakarta

RAGAM

Seni, Doa, dan Solidaritas Menyatu di TIM Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh

badge-check


 Seni, Doa, dan Solidaritas Menyatu di TIM Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh Perbesar

Wartatrans.com JAKARTA — Dua puluh satu tahun setelah gelombang tsunami meluluhlantakkan Aceh, ingatan kolektif bangsa kembali dirawat melalui bahasa yang paling jujur: seni dan doa. Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) Bidang Sastra menggelar Malam Doa & Kemanusiaan untuk Aceh di Selasar Trisno Sumardjo, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari ini menjadi ruang temu antara spiritualitas, kebudayaan, dan aksi kemanusiaan. Berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Jakpro, serta Desember Kopi Gayo, acara ini menegaskan bahwa seni tidak hanya berfungsi estetik, tetapi juga sosial dan moral.

Penggagas acara sekaligus Ketua Bidang Sastra HSBI, Helvy Tiana Rosa, menuturkan bahwa kegiatan ini lahir dari dorongan nurani kolektif. Menurutnya, peringatan tsunami Aceh bukan sekadar ritual tahunan, melainkan upaya menjaga empati agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Ini adalah gerak spontan dari kepedulian bersama. Seni dan sastra menjadi medium untuk berdoa, mengenang, sekaligus merawat kemanusiaan,” ujar Helvy.

Acara dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh Erick Yusuf, Wakil Sekretaris Jenderal DPP MUI Bidang Seni Budaya. Doa menjadi pintu masuk refleksi, mengingatkan kembali pada ribuan nyawa yang hilang serta keteguhan masyarakat Aceh dalam bangkit dari bencana.

Selepas doa, panggung diisi parade baca puisi oleh sastrawan, penulis, aktor, dan pegiat budaya lintas generasi. Sejumlah nama tampil membacakan puisi yang merekam duka, harapan, dan keteguhan, di antaranya Habiburrahman El Shirazy, Neno Warisman, Helvy Tiana Rosa, Fikar W. Eda, Putra Gara, D. Kemalawati, hingga aktor Cut Syifa dan Nabilah Ayu. Puisi-puisi tersebut menjelma sebagai doa kolektif yang dibacakan dengan berbagai ekspresi artistik.

Dimensi refleksi semakin kuat melalui testimoni maestro seni Sardono W. Kusumo, yang menyoroti peran seni sebagai pengikat empati publik. Ia menegaskan bahwa dalam situasi kemanusiaan, seni memiliki kekuatan untuk menembus sekat-sekat sosial dan ideologis.

Nuansa Aceh turut dihadirkan melalui pembacaan Hikayat Aceh oleh Mahfudh, sementara seni rupa tampil lewat sesi live painting oleh Fadhlan Bachtiar dan Ramadhany Anastasya. Keduanya menerjemahkan ingatan dan solidaritas ke dalam karya visual yang lahir langsung di hadapan publik.
Dari unsur musik dan seni pertunjukan, Mahagenta mengisi ruang dengan harmoni musikal, disusul kolaborasi musikalisasi puisi dan teater oleh berbagai komunitas seni seperti Gerak Imajinasi, Sanggar Matahari, Keboen Sastra, Teater Petra, hingga Deklamator Indonesia. Kolaborasi lintas disiplin ini menunjukkan bagaimana seni bekerja sebagai bahasa universal kemanusiaan.
Tak berhenti pada refleksi, acara juga menghadirkan aksi konkret melalui lelang buku dan lukisan. Hasilnya akan disalurkan secara transparan untuk kepentingan kemanusiaan sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem seniman.

Melalui Malam Doa & Kemanusiaan untuk Aceh, HSBI Bidang Sastra dan para mitra menegaskan bahwa peringatan bencana bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga merawat empati dan solidaritas agar tetap relevan bagi generasi hari ini dan mendatang.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg di Libur Panjang Imlek dan Ramadhan

16 Februari 2026 - 21:17 WIB

Banjir Aceh 2025 Disebut Ekosida, Desakan Bentuk Badan Khusus Menguat

16 Februari 2026 - 20:00 WIB

Rumah Budaya HMA, Diplomasi Sastra dan Budaya, Merawat Harmoni Indonesia–Mesir

16 Februari 2026 - 19:18 WIB

Ratusan Warga Tonton Film NOEH (Pasung) di RSJ Aceh, Hujan Tak Surutkan Ikhtiar Lawan Stigma ODGJ

16 Februari 2026 - 14:38 WIB

Sukses Kelola Komunikasi Berdampak, PNM Raih Tiga Penghargaan PR Indonesia Awards 2026

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

Trending di EKOBIS