Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Tingkatkan Kewaspadaan 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Pimpin dengan Elevasi 848 Mdpl Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun Sambut Lima Abad Jakarta, Buku Kumpulan Cerpen Lebaran di Jakarta Hadirkan Jejak Budaya Betawi Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026 Kemenhub Gelar Monitoring dan Evaluasi Penutuhan Kapal di Batam

RAGAM

Seni, Doa, dan Solidaritas Menyatu di TIM Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh

badge-check


 Seni, Doa, dan Solidaritas Menyatu di TIM Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh Perbesar

Wartatrans.com JAKARTA — Dua puluh satu tahun setelah gelombang tsunami meluluhlantakkan Aceh, ingatan kolektif bangsa kembali dirawat melalui bahasa yang paling jujur: seni dan doa. Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) Bidang Sastra menggelar Malam Doa & Kemanusiaan untuk Aceh di Selasar Trisno Sumardjo, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari ini menjadi ruang temu antara spiritualitas, kebudayaan, dan aksi kemanusiaan. Berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Jakpro, serta Desember Kopi Gayo, acara ini menegaskan bahwa seni tidak hanya berfungsi estetik, tetapi juga sosial dan moral.

Penggagas acara sekaligus Ketua Bidang Sastra HSBI, Helvy Tiana Rosa, menuturkan bahwa kegiatan ini lahir dari dorongan nurani kolektif. Menurutnya, peringatan tsunami Aceh bukan sekadar ritual tahunan, melainkan upaya menjaga empati agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Ini adalah gerak spontan dari kepedulian bersama. Seni dan sastra menjadi medium untuk berdoa, mengenang, sekaligus merawat kemanusiaan,” ujar Helvy.

Acara dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh Erick Yusuf, Wakil Sekretaris Jenderal DPP MUI Bidang Seni Budaya. Doa menjadi pintu masuk refleksi, mengingatkan kembali pada ribuan nyawa yang hilang serta keteguhan masyarakat Aceh dalam bangkit dari bencana.

Selepas doa, panggung diisi parade baca puisi oleh sastrawan, penulis, aktor, dan pegiat budaya lintas generasi. Sejumlah nama tampil membacakan puisi yang merekam duka, harapan, dan keteguhan, di antaranya Habiburrahman El Shirazy, Neno Warisman, Helvy Tiana Rosa, Fikar W. Eda, Putra Gara, D. Kemalawati, hingga aktor Cut Syifa dan Nabilah Ayu. Puisi-puisi tersebut menjelma sebagai doa kolektif yang dibacakan dengan berbagai ekspresi artistik.

Dimensi refleksi semakin kuat melalui testimoni maestro seni Sardono W. Kusumo, yang menyoroti peran seni sebagai pengikat empati publik. Ia menegaskan bahwa dalam situasi kemanusiaan, seni memiliki kekuatan untuk menembus sekat-sekat sosial dan ideologis.

Nuansa Aceh turut dihadirkan melalui pembacaan Hikayat Aceh oleh Mahfudh, sementara seni rupa tampil lewat sesi live painting oleh Fadhlan Bachtiar dan Ramadhany Anastasya. Keduanya menerjemahkan ingatan dan solidaritas ke dalam karya visual yang lahir langsung di hadapan publik.
Dari unsur musik dan seni pertunjukan, Mahagenta mengisi ruang dengan harmoni musikal, disusul kolaborasi musikalisasi puisi dan teater oleh berbagai komunitas seni seperti Gerak Imajinasi, Sanggar Matahari, Keboen Sastra, Teater Petra, hingga Deklamator Indonesia. Kolaborasi lintas disiplin ini menunjukkan bagaimana seni bekerja sebagai bahasa universal kemanusiaan.
Tak berhenti pada refleksi, acara juga menghadirkan aksi konkret melalui lelang buku dan lukisan. Hasilnya akan disalurkan secara transparan untuk kepentingan kemanusiaan sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem seniman.

Melalui Malam Doa & Kemanusiaan untuk Aceh, HSBI Bidang Sastra dan para mitra menegaskan bahwa peringatan bencana bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga merawat empati dan solidaritas agar tetap relevan bagi generasi hari ini dan mendatang.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Peduli Generasi Muda, Pengurus FORWAN Gelar Pelatihan Citizen Journalism dan Content Creator di Masjid

12 Oktober 2026 - 01:25 WIB

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Trending di RAGAM