Menu

Mode Gelap
Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik, Pertalite dan Biosolar Tetap Angkutan Peti Kemas KAI Tumbuh 19,35 Persen, Dukung Kelancaran Distribusi Barang Nasional KKP Lepasliarkan 1.300 Ekor Ikan Napoleon Barang Bukti Penyelundupan ke Hong Kong Jaga Jakarta On The Spot: Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Serap Aspirasi Warga Muara Angke dan Perkuat Keamanan Lingkungan PTPN I Siap Dukung Percepatan Ketahanan Energi Nasional Enam Manuskrip Bersejarah Aceh Diduga Dikuasai Bangsawan Malaysia Selama 20 Tahun

RAGAM

Seni, Doa, dan Solidaritas Menyatu di TIM Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh

badge-check


 Seni, Doa, dan Solidaritas Menyatu di TIM Peringati 21 Tahun Tsunami Aceh Perbesar

Wartatrans.com JAKARTA — Dua puluh satu tahun setelah gelombang tsunami meluluhlantakkan Aceh, ingatan kolektif bangsa kembali dirawat melalui bahasa yang paling jujur: seni dan doa. Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) Bidang Sastra menggelar Malam Doa & Kemanusiaan untuk Aceh di Selasar Trisno Sumardjo, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (26/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung sejak sore hingga malam hari ini menjadi ruang temu antara spiritualitas, kebudayaan, dan aksi kemanusiaan. Berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Jakpro, serta Desember Kopi Gayo, acara ini menegaskan bahwa seni tidak hanya berfungsi estetik, tetapi juga sosial dan moral.

Penggagas acara sekaligus Ketua Bidang Sastra HSBI, Helvy Tiana Rosa, menuturkan bahwa kegiatan ini lahir dari dorongan nurani kolektif. Menurutnya, peringatan tsunami Aceh bukan sekadar ritual tahunan, melainkan upaya menjaga empati agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Ini adalah gerak spontan dari kepedulian bersama. Seni dan sastra menjadi medium untuk berdoa, mengenang, sekaligus merawat kemanusiaan,” ujar Helvy.

Acara dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh Erick Yusuf, Wakil Sekretaris Jenderal DPP MUI Bidang Seni Budaya. Doa menjadi pintu masuk refleksi, mengingatkan kembali pada ribuan nyawa yang hilang serta keteguhan masyarakat Aceh dalam bangkit dari bencana.

Selepas doa, panggung diisi parade baca puisi oleh sastrawan, penulis, aktor, dan pegiat budaya lintas generasi. Sejumlah nama tampil membacakan puisi yang merekam duka, harapan, dan keteguhan, di antaranya Habiburrahman El Shirazy, Neno Warisman, Helvy Tiana Rosa, Fikar W. Eda, Putra Gara, D. Kemalawati, hingga aktor Cut Syifa dan Nabilah Ayu. Puisi-puisi tersebut menjelma sebagai doa kolektif yang dibacakan dengan berbagai ekspresi artistik.

Dimensi refleksi semakin kuat melalui testimoni maestro seni Sardono W. Kusumo, yang menyoroti peran seni sebagai pengikat empati publik. Ia menegaskan bahwa dalam situasi kemanusiaan, seni memiliki kekuatan untuk menembus sekat-sekat sosial dan ideologis.

Nuansa Aceh turut dihadirkan melalui pembacaan Hikayat Aceh oleh Mahfudh, sementara seni rupa tampil lewat sesi live painting oleh Fadhlan Bachtiar dan Ramadhany Anastasya. Keduanya menerjemahkan ingatan dan solidaritas ke dalam karya visual yang lahir langsung di hadapan publik.
Dari unsur musik dan seni pertunjukan, Mahagenta mengisi ruang dengan harmoni musikal, disusul kolaborasi musikalisasi puisi dan teater oleh berbagai komunitas seni seperti Gerak Imajinasi, Sanggar Matahari, Keboen Sastra, Teater Petra, hingga Deklamator Indonesia. Kolaborasi lintas disiplin ini menunjukkan bagaimana seni bekerja sebagai bahasa universal kemanusiaan.
Tak berhenti pada refleksi, acara juga menghadirkan aksi konkret melalui lelang buku dan lukisan. Hasilnya akan disalurkan secara transparan untuk kepentingan kemanusiaan sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem seniman.

Melalui Malam Doa & Kemanusiaan untuk Aceh, HSBI Bidang Sastra dan para mitra menegaskan bahwa peringatan bencana bukan hanya soal mengenang masa lalu, tetapi juga merawat empati dan solidaritas agar tetap relevan bagi generasi hari ini dan mendatang.*** (Dulloh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Enam Manuskrip Bersejarah Aceh Diduga Dikuasai Bangsawan Malaysia Selama 20 Tahun

10 Juni 2026 - 01:12 WIB

Pemkot Langsa Gelar Pasar Murah Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

9 Juni 2026 - 18:52 WIB

Diskusi Sastra di TIM: Membaca Proses Kreatif di Balik “Mengapa Saya Berubah”

9 Juni 2026 - 18:23 WIB

Pelindo dan PT Pelabuhan Samudera Palaran Perkuat Tata Kelola Operasional Terminal Petikemas

9 Juni 2026 - 16:35 WIB

Public Expose Live 2026, IPCM Tegaskan Ketahanan Kinerja dan Percepat Akselerasi Pertumbuhan

9 Juni 2026 - 16:28 WIB

Viral dan Dinilai Memalukan! Puluhan Emak-Emak Joget DJ Saat Demo di Kantor Bupati Aceh Singkil, Tuai Kritik Keras Publik

9 Juni 2026 - 14:46 WIB

Makan Bergizi Gratis atau Makan Uang Rakyat Gratis?

9 Juni 2026 - 10:23 WIB

Peran Masyarakat Jadi Garda Terdepan dalam Gerakan War on Drugs for Humanity

9 Juni 2026 - 10:07 WIB

Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa Bersama APBMI Sunda Kelapa Cetak Operator Crane dan Forklift Berkompeten dan Berbudaya K3

9 Juni 2026 - 05:46 WIB

ASDP Angkut 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir pada Hari Laut Sedunia 2026

8 Juni 2026 - 23:06 WIB

Trending di PERISTIWA