Menu

Mode Gelap
Percikan Mutia: Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban Percikan Mutia: Menolak Rayuan Menjaga Kehormatan Percikan Mutia: Investasi Kecil  Menjaga Keutuhan Rumah Tangga Dica Melo Mulai Jajal Dunia Akting Lewat FTV Indosiar Penumpang KA Ciremai Naik 9 Persen pada Januari–Mei 2026, Layani 126.580 Pelanggan Percikan Mutia: Melukis Takdir di Atas Kanvas Kehidupan

Uncategorized

Catatan Halimah Munawir: Sehari Bersama Para Penyair Perempuan

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Sehari Bersama Para Penyair Perempuan Perbesar

Wartatran.com, BOGOR — Sehari penuh saya berkesempatan berada di tengah para penyair hebat dari berbagai daerah; Padang, Aceh, dan Medan. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Budaya HMA itu bukan sekadar agenda sastra biasa, melainkan ruang perjumpaan gagasan, pengalaman, dan kepekaan yang menyatu dalam bahasa puisi.

Rumah Budaya HMA siang itu terasa hidup. Setiap sudut dipenuhi percakapan hangat tentang sastra, budaya, kehidupan, dan berbagai persoalan kemanusiaan yang kemudian menjelma menjadi larik-larik puisi. Para penyair hadir dengan warna dan karakter masing-masing. Ada yang membacakan puisi dengan penuh penghayatan, ada yang mengisahkan perjalanan kreatifnya, dan ada pula yang berbagi pengalaman tentang bagaimana kata-kata mampu menjadi jembatan antarbangsa dan antargenerasi.

Tema besar yang mengikat pertemuan ini adalah “Rangkai Kata Perempuan Dunia.” Sebuah tema yang membuka ruang luas untuk berbicara tentang perempuan dari berbagai perspektif; sebagai ibu, pejuang, pemimpin, inspirasi, sekaligus penjaga nilai-nilai kemanusiaan. Dari tema itu lahir beragam tafsir yang memperkaya diskusi dan pembacaan karya sepanjang kegiatan.

Saya menyaksikan bagaimana para penyair merangkai kata dengan cara yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama: menghadirkan suara yang jujur tentang kehidupan. Ada puisi yang mengangkat keteguhan perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Ada pula yang berbicara tentang cinta, pengorbanan, harapan, dan perjuangan yang sering kali luput dari perhatian.

Yang paling berkesan bukan hanya karya-karya yang dibacakan, melainkan suasana kebersamaan yang tercipta. Tidak ada sekat antara senior dan generasi muda. Semua larut dalam dialog yang saling menghargai. Sastra menjadi bahasa bersama yang menyatukan perbedaan latar belakang dan pengalaman.

Bagi saya, sehari di Rumah Budaya HMA adalah perjalanan batin yang kaya makna. Saya belajar bahwa puisi bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan cermin kehidupan yang mampu merekam denyut zaman. Dari para penyair Padang, Aceh, dan Medan, saya melihat bagaimana kata-kata dapat menjadi ruang pertemuan budaya, sekaligus medium untuk menyampaikan suara kemanusiaan.

Ketika senja mulai turun dan kegiatan berakhir, yang tersisa bukan hanya dokumentasi acara atau kumpulan puisi yang telah dibacakan. Yang tinggal adalah kenangan tentang perjumpaan, percakapan, dan semangat untuk terus merawat sastra sebagai bagian dari kehidupan. Sehari bersama para penyair di Rumah Budaya HMA menjadi pengalaman yang penuh cerita dan warna, sebuah momen yang mengingatkan bahwa kata-kata masih memiliki kekuatan untuk menyatukan, dan mengabadikan makna.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Percikan Mutia: Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban

8 Juni 2026 - 00:38 WIB

Percikan Mutia: Menolak Rayuan Menjaga Kehormatan

7 Juni 2026 - 23:34 WIB

Percikan Mutia: Investasi Kecil  Menjaga Keutuhan Rumah Tangga

7 Juni 2026 - 22:30 WIB

Dica Melo Mulai Jajal Dunia Akting Lewat FTV Indosiar

7 Juni 2026 - 22:19 WIB

Percikan Mutia: Melukis Takdir di Atas Kanvas Kehidupan

7 Juni 2026 - 21:40 WIB

Catatan Halimah Munawir: Belajar Ketulusan dari Teteh Mulya di Tanah Suci

7 Juni 2026 - 21:14 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Fun Bike dan Senam Sehat Kodim Sragen, Sepeda Motor Jadi Hadiah Utama

7 Juni 2026 - 20:37 WIB

Babinsa Dampingi Pemeriksaan Kesehatan Calon Relawan Gizi di Nogosari

7 Juni 2026 - 20:30 WIB

Patroli Malam Koramil Puhpelem, Warga Mengaku Lebih Tenang

7 Juni 2026 - 20:21 WIB

Car Free Day (CFD) Kota Langsa Dimeriahkan Hiburan Dan Pameran UMKM 

7 Juni 2026 - 18:19 WIB

Trending di EKOBIS