Menu

Mode Gelap
Bupati Fadia Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Berkembang Mitos Ini di Pekalongan Embarkasi Banten Akan jadi Pilot Project One Stop Services Umrah Kemenhub: 841 Kapal Siap Angkut 3,2 Juta Penumpang Selama Libur Lebaran Jaga Rantai Pasok Jelang Lebaran, KAI Catat 42.405 Ton Angkutan Retail KAI Daop 1 Perkuat Pengawasan Jelang Angkutan Lebaran 2026, 895 Km Rel KA Dipantau Ketat KAI Daop 7 Madiun Operasikan Motis Lebaran 2026, Pendaftaran Dibuka hingga 29 Maret

PERISTIWA

Seniman Kembali Turun ke Jalan, Tolak Komersialisasi Taman Ismail Marzuki

badge-check


 Seniman Kembali Turun ke Jalan, Tolak Komersialisasi Taman Ismail Marzuki Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sejumlah peseni dan seniman lintas genre akan kembali menggelar aksi moral bertajuk #SaveTIM dalam rangkaian Unfinished Struggle Seri Tiga: “Senandung Cikini 73”, Sabtu, 17 Januari 2026. Aksi ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai di Plaza Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap komersialisasi ruang-ruang berekspresi seni dan budaya di kawasan TIM. Para seniman menilai kebijakan pengelolaan yang dilakukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro), dan rencana peralihan pengelolaan ke PT Jakarta Experience Board (JXB), berpotensi menggeser fungsi utama TIM sebagai ruang publik seni dan budaya.

Menurut pernyataan kolektif penyelenggara, jika para peseni dan seniman tidak terus menyuarakan penolakan, bukan tidak mungkin ke depan akses ke kawasan TIM akan semakin dibatasi, bahkan berpotensi dikenakan tiket masuk. Kondisi tersebut dinilai bertentangan dengan semangat TIM sebagai ruang terbuka bagi proses kreatif dan pertukaran gagasan.

Taman Ismail Marzuki selama puluhan tahun dikenal sebagai laboratorium seni dan budaya—tempat lahirnya ide, narasi besar kebudayaan, serta tokoh-tokoh penting seni Indonesia. “Jika marwah TIM runtuh oleh logika komersialisasi yang tidak memahami ruh berkesenian, krisis kebudayaan akan semakin dalam,” demikian salah satu pernyataan dalam seruan aksi.

Para seniman menyadari bahwa gerakan ini ibarat perahu sekoci yang berhadapan dengan kapal induk kapitalisme. Namun, mereka meyakini sekoci tersebut membawa “dinamit kesadaran”—bahwa seni dan budaya adalah identitas bangsa yang harus dipertahankan, bukan dikomodifikasi.

Aksi #SaveTIM ini mengajak publik untuk hadir dan bergabung dengan membawa kesadaran niat murni, intelektual, dan estetika, serta kegembiraan berekspresi. Penyelenggara menegaskan bahwa aksi ini tidak ditujukan untuk kepentingan pribadi, dilakukan tanpa prasangka, dan tanpa konsumsi alkohol.*** (Septi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Fadia Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Berkembang Mitos Ini di Pekalongan

4 Maret 2026 - 15:36 WIB

Embarkasi Banten Akan jadi Pilot Project One Stop Services Umrah

4 Maret 2026 - 14:22 WIB

IPC TPK Wujudkan Mudik Aman, Nyaman, dan Inklusif Lewat Mudik Gratis Bersama Pelindo Group  

4 Maret 2026 - 11:33 WIB

Kunjungi PT Terminal Teluk Lamong, Dirut Pelindo Dorong Peningkatan Layanan dan Ekspansi Bisnis

4 Maret 2026 - 11:22 WIB

Ramadhan 1447 H: Pelindo Solusi Digital dan Forwahub Hadirkan Kepedulian bagi Anak Yatim

4 Maret 2026 - 11:09 WIB

2,7 Juta Pemudik Diproyeksikan Gunakan DAMRI, Tiket Mudik Lebaran Mulai Ramai Dipesan

3 Maret 2026 - 23:38 WIB

Raker 2026: Langkah Strategis PT Terminal Teluk Lamong Dorong Kolaborasi dan Inovasi

3 Maret 2026 - 22:46 WIB

Perkuat Layanan Maritim Global, SPJM Teken Kerja Sama Kemitraan Strategis dengan NORDEN A/S

3 Maret 2026 - 22:32 WIB

KNG Raya Cabang Bogor, Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama

3 Maret 2026 - 20:47 WIB

KPK Tidak Puasa OTT, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjerat

3 Maret 2026 - 19:33 WIB

Trending di PERISTIWA