Menu

Mode Gelap
DJPU Tingkatkan Penguatan Keamanan Penerbangan Perintis di Papua Libur Imlek dan Jelang Ramadan, Volume Penumpang KA di Daop 1 Jakarta Meningkat Promo Tiket Whoosh Momen Libur Panjang Terus Diserbu, Volume Penumpang Meningkat Hingga 25 Persen MADEENA & Jagawana Band Ramaikan Blantika Musik Tanah Air Lewat Single “CANDU” Angkutan Jalan Perintis: Menggapai Pelosok, Sejahterakan Negeri Sesuaikan Selera Jemaah Haji, Kemenhaj Pastikan Standar Dapur di Makkah Bercita Rasa Nusantara

NASIONAL

Sesuaikan Selera Jemaah Haji, Kemenhaj Pastikan Standar Dapur di Makkah Bercita Rasa Nusantara

badge-check


 Menhaj (tengah)/dok Perbesar

Menhaj (tengah)/dok

Wartatrans.com, MAKKAH – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia, jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah melakukan supervisi dan pengecekan langsung dapur aktif di kawasan Safwat Al Wessam, Walyal Ahd District, Makkah.

Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan layanan konsumsi jemaah berjalan optimal, higienis, dan sesuai cita rasa tanah air, demi menyesuaikan dengan selera jemaah haji.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah menegaskan agar dapur penyedia konsumsi jemaah haji menggunakan bumbu masak asli dari Indonesia, termasuk beras.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga konsistensi rasa dan memastikan jemaah tetap dapat menikmati hidangan dengan cita rasa yang akrab seperti di tanah air.

Pemerintah juga meminta agar treatment atau pengolahan beras Indonesia dilakukan sesuai standar yang biasa diterapkan di Indonesia, sehingga kualitas tekstur dan rasa nasi tetap terjaga.

Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf memastikan, jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan konsumsi terbaik, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan harus memenuhi standar kualitas, kebersihan, dan cita rasa Nusantara.

“Penggunaan bumbu dan beras dari Indonesia adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan rasa yang familiar bagi jemaah, sehingga mereka tetap nyaman dan fokus dalam menjalankan ibadah,” jelasnya, Ahad (15/2/2026).

Aspek kebersihan menjadi perhatian utama dalam supervisi ini. Seluruh area penyimpanan bahan makanan dipastikan dalam kondisi bersih dan higienis, memenuhi standar keamanan pangan.

Pengecekan juga dilakukan menyeluruh mulai dari area dapur, proses memasak, hingga tahap pengemasan (packing).

Fasilitas diminta mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sesuai jumlah jemaah haji, baik dari sisi kapasitas produksi maupun ketepatan distribusi.

Gus Irfan menekankan pentingnya konsistensi standar layanan.

“Pelayanan konsumsi bukan hanya soal makanan tersedia, tetapi bagaimana kualitasnya terjaga, rasanya sesuai selera jemaah Indonesia, dan distribusinya tepat waktu,” ujarnya.

Supervisi ini menunjukkan keseriusan Kementerian Haji dan Umrah dalam menghadirkan pelayanan prima yang terstandar dan berorientasi pada kepuasan jemaah.

Dengan pengawasan langsung serta penekanan pada kualitas bahan, higienitas, kapasitas produksi, dan cita rasa, pemerintah optimistis pelayanan haji Indonesia semakin profesional dan membanggakan

Ini sekaligus memperkuat citra positif kementerian di mata publik sebagai institusi yang responsif dan berkomitmen tinggi terhadap kenyamanan jemaah. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MADEENA & Jagawana Band Ramaikan Blantika Musik Tanah Air Lewat Single “CANDU”

16 Februari 2026 - 10:44 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Apresiasi Bantuan Sapi Meugang Presiden dan Gubernur Aceh

15 Februari 2026 - 23:10 WIB

Rumah Budaya HMA Terima Kunjungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Mesir, Dorong Kolaborasi Sastra dan Budaya Indonesia–Mesir

15 Februari 2026 - 20:59 WIB

Korhudas-Peusangan dan Kokowa Gayo Hadir untuk Anak-Anak Kala Segi

15 Februari 2026 - 20:38 WIB

Mudahkan Manasik Jemaah Haji Aceh, Wamenhaj Resmikan Pesawat Hibah Garuda

15 Februari 2026 - 19:34 WIB

Trending di BANDARA