Menu ✖

Mode Gelap
Satresnarkoba Polres Nagan Raya Amankan Terduga Pelaku Narkotika, Sita Sabu Seberat 10,18 Gram di Darul Makmur Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat

TEKNOLOGI

Siklon Tropis Muncul Lagi, BMKG: Ini Pola Tahunan yang Akan Terus Terjadi!

badge-check


 Siklon Tropis Muncul Lagi, BMKG: Ini Pola Tahunan yang Akan Terus Terjadi! Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Fenomena munculnya bibit siklon dan siklon tropis secara berulang dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat: apakah kondisi ini akan menjadi rutinitas baru di Indonesia?

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa terbentuknya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia sebenarnya merupakan kejadian yang memiliki pola periodik setiap tahunnya.

“Siklon tropis itu terjadi di wilayah Indonesia memiliki periodisasi. Jadi periodisasi belahan bumi utara itu terjadi di bulan Juni hingga Desember. Kemudian di periodisasi selatan, atau di belahan bumi selatan itu terjadi di Desember sampai dengan April, di mana terdapat satu bulan overlapping yaitu di bulan Desember,” jelas Guswanto dalam konferensi pers daring pada Jumat (12/12/2025).

Ia menambahkan, periode tumpang tindih tersebut memungkinkan kemunculan siklon tropis di utara dan selatan terjadi secara bersamaan, seperti yang dialami Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. “Seperti saat beberapa minggu yang lalu, itu terjadi di utara ada siklon tropis di selatan juga terjadi. Sehingga itu akan sering terjadi,” ujarnya.

Guswanto menyebut, terbentuknya siklon tropis berkaitan erat dengan kondisi laut yang hangat akibat gangguan atmosfer. “Penyebabnya apa? Penyebabnya ini terbentuk dari gangguan atmosfer di atas laut yang hangat. Artinya, kalau kita kaitkan dengan gerak semu matahari, saat ini gerak semu matahari akan sampai 22 Desember itu berada di sebelah selatan, titik terjauh,” terangnya.

Ketika matahari mencapai titik tersebut, wilayah selatan Indonesia mengalami peningkatan pemanasan. “Dan nanti dia akan bergerak kembali menuju ekuator. Nah di saat itu akan terjadi banyak pemanasan, sehingga suhu permukaan air laut itu bisa menjadi 26,5 derajat atau lebih tinggi,” lanjutnya.

Suhu laut yang hangat ini kemudian menyediakan energi panas dan kelembapan yang menjadi bahan bakar terbentuknya cuaca ekstrem. “Ini menyediakan energi panas dan kelembaban untuk pertumbuhan awan konvektif yang dapat menyebabkan terjadinya bibit siklon ataupun siklon tropis,” pungkas Guswanto. (****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali

16 Oktober 2026 - 23:20 WIB

BGN Didorong Adopsi Teknologi Grab untuk Pantauan MBG

15 Oktober 2026 - 19:05 WIB

myJasfren Jasa Raharja Hadirkan Fitur Jaminanku, Akses Layanan jadi Makin Mudah

15 Oktober 2026 - 09:15 WIB

KKP Dorong Pengakuan Sertifikat Pelaut Perikanan Indonesia di Portugal dan Spanyol

15 Oktober 2026 - 07:59 WIB

AHY Menanggapi Penghentian Pembangunan Pusat Data AI oleh Gubernur Jabar KDM

13 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

KKP-BPOM Bersinergi Jamin Keamanan Produk Perikanan untuk MBG

10 Oktober 2026 - 01:13 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Transjakarta Gunakan Sistem Online Laporan Keuangan

5 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Trending di ANJUNGAN