Menu

Mode Gelap
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Prabowo Targetkan Bangun 30-50 Pabrik Etanol, Dorong Implementasi BBM E20 KAI: 61 Persen Aktivitas Penumpang Kereta Api Terjadi di Luar 10 Stasiun Terpadat Sambangi Masjid dan Warga Cileungsi Kidul Bogor, Jumat Berkah Wartawan Didoakan Supaya Terus Berbagi Dari Balik Drum ke Layar Kaca, Dica Melo Makin Bersinar Lewat Sinetron Indosiar Piala AFF 2026 Masuk YouTube, Reza Arap Picu Awal Revolusi Bisnis Hak Siar Olahraga ?

TEKNOLOGI

Siklon Tropis Muncul Lagi, BMKG: Ini Pola Tahunan yang Akan Terus Terjadi!

badge-check


 Siklon Tropis Muncul Lagi, BMKG: Ini Pola Tahunan yang Akan Terus Terjadi! Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Fenomena munculnya bibit siklon dan siklon tropis secara berulang dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat: apakah kondisi ini akan menjadi rutinitas baru di Indonesia?

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa terbentuknya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia sebenarnya merupakan kejadian yang memiliki pola periodik setiap tahunnya.

“Siklon tropis itu terjadi di wilayah Indonesia memiliki periodisasi. Jadi periodisasi belahan bumi utara itu terjadi di bulan Juni hingga Desember. Kemudian di periodisasi selatan, atau di belahan bumi selatan itu terjadi di Desember sampai dengan April, di mana terdapat satu bulan overlapping yaitu di bulan Desember,” jelas Guswanto dalam konferensi pers daring pada Jumat (12/12/2025).

Ia menambahkan, periode tumpang tindih tersebut memungkinkan kemunculan siklon tropis di utara dan selatan terjadi secara bersamaan, seperti yang dialami Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. “Seperti saat beberapa minggu yang lalu, itu terjadi di utara ada siklon tropis di selatan juga terjadi. Sehingga itu akan sering terjadi,” ujarnya.

Guswanto menyebut, terbentuknya siklon tropis berkaitan erat dengan kondisi laut yang hangat akibat gangguan atmosfer. “Penyebabnya apa? Penyebabnya ini terbentuk dari gangguan atmosfer di atas laut yang hangat. Artinya, kalau kita kaitkan dengan gerak semu matahari, saat ini gerak semu matahari akan sampai 22 Desember itu berada di sebelah selatan, titik terjauh,” terangnya.

Ketika matahari mencapai titik tersebut, wilayah selatan Indonesia mengalami peningkatan pemanasan. “Dan nanti dia akan bergerak kembali menuju ekuator. Nah di saat itu akan terjadi banyak pemanasan, sehingga suhu permukaan air laut itu bisa menjadi 26,5 derajat atau lebih tinggi,” lanjutnya.

Suhu laut yang hangat ini kemudian menyediakan energi panas dan kelembapan yang menjadi bahan bakar terbentuknya cuaca ekstrem. “Ini menyediakan energi panas dan kelembaban untuk pertumbuhan awan konvektif yang dapat menyebabkan terjadinya bibit siklon ataupun siklon tropis,” pungkas Guswanto. (****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pemerintah Kebut PLTSa, Dua Emiten Mulai Berebut Bisnis Listrik Sampah Rp24 Triliun

17 Juli 2026 - 21:50 WIB

IPCC Kenalkan Ekosistem Logistik Otomotif kepada GIBEI FEB UNJ

17 Juli 2026 - 21:41 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Keselamatan bagi Peserta Magang

16 Juli 2026 - 09:53 WIB

QRIS Tembus 45 Juta Merchant, Tunai Tetap Masih Mendominasi Daerah

16 Juli 2026 - 05:25 WIB

Modernisasi Alat, IPC TPK Panjang Resmi Operasikan QCC 004

14 Juli 2026 - 20:13 WIB

Sambut Delegasi Kanada, Pelindo Solusi Digital Buka Gerbang Kolaborasi Global untuk Maritim Digital Indonesia

14 Juli 2026 - 10:06 WIB

Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat

13 Juli 2026 - 12:36 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

Lelang Frekuensi 700 MHz-26 GHz: Ajukan Rp5,458 Triliun, Telkomsel Kuasai “Jalur Emas”

11 Juli 2026 - 01:33 WIB

Trending di TEKNOLOGI