Menu

Mode Gelap
KAI Siapkan 3.740 Hunian di TOD Manggarai, 1.232 Unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah-Menengah BNPB: 47 Warga Meninggal akibat Gempa M 7 di NTT, Ratusan Rumah Rusak KAI Catat 9.614 Tiket Promo Diskon 17% untuk Keberangkatan 17 Agustus Terjual Beli Pertalite Harga Pertamax 5 Bandara Terdampak Gempa di Kepulauan Flores NTT Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

TEKNOLOGI

Siklon Tropis Muncul Lagi, BMKG: Ini Pola Tahunan yang Akan Terus Terjadi!

badge-check


 Siklon Tropis Muncul Lagi, BMKG: Ini Pola Tahunan yang Akan Terus Terjadi! Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Fenomena munculnya bibit siklon dan siklon tropis secara berulang dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat: apakah kondisi ini akan menjadi rutinitas baru di Indonesia?

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa terbentuknya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia sebenarnya merupakan kejadian yang memiliki pola periodik setiap tahunnya.

“Siklon tropis itu terjadi di wilayah Indonesia memiliki periodisasi. Jadi periodisasi belahan bumi utara itu terjadi di bulan Juni hingga Desember. Kemudian di periodisasi selatan, atau di belahan bumi selatan itu terjadi di Desember sampai dengan April, di mana terdapat satu bulan overlapping yaitu di bulan Desember,” jelas Guswanto dalam konferensi pers daring pada Jumat (12/12/2025).

Ia menambahkan, periode tumpang tindih tersebut memungkinkan kemunculan siklon tropis di utara dan selatan terjadi secara bersamaan, seperti yang dialami Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. “Seperti saat beberapa minggu yang lalu, itu terjadi di utara ada siklon tropis di selatan juga terjadi. Sehingga itu akan sering terjadi,” ujarnya.

Guswanto menyebut, terbentuknya siklon tropis berkaitan erat dengan kondisi laut yang hangat akibat gangguan atmosfer. “Penyebabnya apa? Penyebabnya ini terbentuk dari gangguan atmosfer di atas laut yang hangat. Artinya, kalau kita kaitkan dengan gerak semu matahari, saat ini gerak semu matahari akan sampai 22 Desember itu berada di sebelah selatan, titik terjauh,” terangnya.

Ketika matahari mencapai titik tersebut, wilayah selatan Indonesia mengalami peningkatan pemanasan. “Dan nanti dia akan bergerak kembali menuju ekuator. Nah di saat itu akan terjadi banyak pemanasan, sehingga suhu permukaan air laut itu bisa menjadi 26,5 derajat atau lebih tinggi,” lanjutnya.

Suhu laut yang hangat ini kemudian menyediakan energi panas dan kelembapan yang menjadi bahan bakar terbentuknya cuaca ekstrem. “Ini menyediakan energi panas dan kelembaban untuk pertumbuhan awan konvektif yang dapat menyebabkan terjadinya bibit siklon ataupun siklon tropis,” pungkas Guswanto. (****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PJM dan Tentara Perkuat Sinergi, Delapan Perwira TNI AL Ikuti Pendidikan Pandu Tingkat II

14 Agustus 2026 - 10:23 WIB

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pelindo Ajak Shipping Line Bangun Jaringan Logistik Terintegrasi

5 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Perkuat Arah Strategis Perusahaan, Pelindo Sinergi Lokaseva Gelar Town Hall Meeting 2026

5 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Dorong Operasional Hijau, Terminal Teluk Lamong Tambah E-RTG untuk Perkuat Kapasitas TPK Nilam

4 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Perkuat Transparansi Logistik, IPC TPK Siapkan Operasional Alat Pemindai Peti Kemas Ekspor

4 Agustus 2026 - 21:16 WIB

FIFGROUP Perluas Edukasi Keselamatan Berkendara Lewat FABL ke Panggung Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026

4 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Pelindo Jasa Maritim Lampaui Target, Laba Bersih Semester I 2026 Naik 44 Persen

4 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Kinerja Positif Pelindo Bengkulu, Arus Barang Naik 35,6 Persen dan Topang Ekonomi Daerah

4 Agustus 2026 - 11:14 WIB

Siap – Siap, Pertengahan Agustus 2026 Indonesia Hujan Meteor Perseid

3 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Trending di TEKNOLOGI