Menu

Mode Gelap
Angkutan Retail KAI Tumbuh 4,86 Persen pada Januari–April 2026 Diikuti Peserta dari 5 Negara, BPSDMP Sukses Gelar Pelatihan VCT PTPN I Beri 500 Masyarakat Langkat Gratis Berobat Wakaf Al-Qur’an Disalurkan untuk Warga Lhokseumawe, Relawan dan TNI Bersinergi Tebar Kebaikan KAI Perkuat Kesiapan Implementasi Biodiesel B50 pada Sarana Kereta Api KAI Layani 960.893 Pelanggan Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

PERISTIWA

Gempa Berpotensi Tsunami Sulut dan Mulut Bisa Picu ke Aceh? Ini Kata BMKG

badge-check


 Gempa Berpotensi Tsunami Sulut dan Mulut Bisa Picu ke Aceh? Ini Kata BMKG Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 di wilayah di Sulawesi Utara(Sulut) hingga Maluku Utara (Malut) berpotensi memicu aktivitas gempa susulan di sekitar episenter, namun kecil kemungkinan berdampak hingga wilayah jauh seperti Aceh.

Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa jarak antarwilayah menjadi faktor penting dalam potensi pemicu gempa baru.

“Kalau dengan Aceh jaraknya sangat jauh, sehingga kalaupun ada efek pemicu, itu hanya terjadi di sekitar episenter,” ujar Rahmat pada keterangannya, Kamis (2/4/2026) pagi.

Ia menambahkan, BMKG saat ini terus memantau perkembangan gempa susulan untuk memastikan apakah aktivitas tersebut akan meluas atau tidak.

“Kami tetap memonitor gempa susulan, apakah berpotensi meluas di sekitarnya. Namun biasanya, kita harapkan aktivitas tersebut akan mereda di wilayah itu,” jelasnya.

Rahmat juga mengungkapkan bahwa potensi pemicu gempa lain tetap ada, khususnya pada sumber-sumber gempa di sekitar Laut Maluku dan wilayah Sulawesi yang berdekatan dengan lokasi episenter.

“Kalaupun ada potensi pemicu, itu berasal dari sumber-sumber gempa di sekitar Laut Maluku, baik di lautan maupun di daratan sekitar wilayah tersebut,” katanya.

Meski demikian, BMKG menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif dan memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat secara berkala.

“Kami akan terus melakukan monitoring dan update, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat dan komunitas terdampak,” pungkas Rahmat.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda

18 Mei 2026 - 09:30 WIB

Pendidikan Karakter Berbasis Bahasa Ibu (Refleksi atas Kasus Kekerasan di Daycare dan Krisis Pengasuhan Anak)

17 Mei 2026 - 21:57 WIB

Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Menuai Polemik

14 Mei 2026 - 17:52 WIB

Diskusi Pendidikan Seni Digelar dalam Pameran “Guru Inspiratif” di Ruang Darmin Jakarta

11 Mei 2026 - 12:13 WIB

Siswa SMPIT Raudhatul Muttaqin Tampilkan Harmoni Budaya Nusantara

9 Mei 2026 - 10:31 WIB

Peninjauan Lokasi Sidang Sengketa, Tanah 5,25 Meter Jadi Objek Perselisihan

9 Mei 2026 - 09:18 WIB

Diduga Angkut BBM, Satu Unit Avanza Terbakar Hebohkan Warga Takengon

8 Mei 2026 - 04:15 WIB

Kartun Tidak Harus Lucu (Mengenang Kartunis Rosyid)

8 Mei 2026 - 00:15 WIB

Heboh Pencabulan Puluhan Santri di Pesantren Pati, Pemprov Jateng Menyisir Tempat Pendidikan

7 Mei 2026 - 18:44 WIB

Aceh melawan lupa luka simpang KKA belum sembuh

3 Mei 2026 - 18:49 WIB

Trending di PERISTIWA