Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

PERISTIWA

Gempa Berpotensi Tsunami Sulut dan Mulut Bisa Picu ke Aceh? Ini Kata BMKG

badge-check


 Gempa Berpotensi Tsunami Sulut dan Mulut Bisa Picu ke Aceh? Ini Kata BMKG Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 di wilayah di Sulawesi Utara(Sulut) hingga Maluku Utara (Malut) berpotensi memicu aktivitas gempa susulan di sekitar episenter, namun kecil kemungkinan berdampak hingga wilayah jauh seperti Aceh.

Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa jarak antarwilayah menjadi faktor penting dalam potensi pemicu gempa baru.

“Kalau dengan Aceh jaraknya sangat jauh, sehingga kalaupun ada efek pemicu, itu hanya terjadi di sekitar episenter,” ujar Rahmat pada keterangannya, Kamis (2/4/2026) pagi.

Ia menambahkan, BMKG saat ini terus memantau perkembangan gempa susulan untuk memastikan apakah aktivitas tersebut akan meluas atau tidak.

“Kami tetap memonitor gempa susulan, apakah berpotensi meluas di sekitarnya. Namun biasanya, kita harapkan aktivitas tersebut akan mereda di wilayah itu,” jelasnya.

Rahmat juga mengungkapkan bahwa potensi pemicu gempa lain tetap ada, khususnya pada sumber-sumber gempa di sekitar Laut Maluku dan wilayah Sulawesi yang berdekatan dengan lokasi episenter.

“Kalaupun ada potensi pemicu, itu berasal dari sumber-sumber gempa di sekitar Laut Maluku, baik di lautan maupun di daratan sekitar wilayah tersebut,” katanya.

Meski demikian, BMKG menegaskan akan terus melakukan pemantauan intensif dan memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat secara berkala.

“Kami akan terus melakukan monitoring dan update, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat dan komunitas terdampak,” pungkas Rahmat.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Griya Alam Sentul Keberatan Rencana Pembangunan KDMP di Lahan Fasos/Fasum

30 Juni 2026 - 12:37 WIB

Truk Tabrak Sejumlah Motor di Simpang Unisma Bekasi, Satu Orang Tewas

29 Juni 2026 - 14:41 WIB

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”

29 Juni 2026 - 11:47 WIB

Festival Santri Meuseuraya II Tahun 2026 Resmi Ditutup

29 Juni 2026 - 07:16 WIB

Ada Ketegangan di Tananahu, PTPN I Kedepankan Dialog Damai

25 Juni 2026 - 14:10 WIB

Diduga Gunakan Sabu, Satresnarkoba Amankan Staf Protokoler Bupati Aceh Barat 

21 Juni 2026 - 05:01 WIB

Polisi Tingkatkan Patroli Malam, Situasi Kamtibmas Aceh Tengah Tetap Kondusif

20 Juni 2026 - 19:58 WIB

Wow, Indonesia Peringkat 2 Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik Dunia

20 Juni 2026 - 05:47 WIB

Halimah Munawir Raih Penghargaan Kategori Inovator pada HUT PT Majmu Musti Sundaya

15 Juni 2026 - 17:46 WIB

SP2HP Terbit, Kasus Dugaan Pengeroyokan Suriati Naik Penyidikan; Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas dan Tangkap Seluruh Pelaku

14 Juni 2026 - 00:18 WIB

Trending di PERISTIWA