Menu

Mode Gelap
Patroli Cipta Kondisi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Antisipasi Gangguan Kamtibmas IPCC Tebar Manfaat Qurban 2026, Perkuat Kepedulian Sosial dan Komitmen Keberlanjutan PJBW Pekan ke-77 Gandeng BudayantaraTV, Salurkan Ratusan Paket Makanan bagi Warga Membutuhkan Beutong Ateuh Kembali Disorot, Izin Tambang Baru Picu Kekhawatiran di Kawasan Terdampak Banjir Bandang Tak Hanya Berbagi Hewan Kurban, IDSurvey Perkuat Standar Sertifikasi Halal Tempat Potong Hewan dan Unggas Hari Keempat Libur Panjang, Penjualan Tiket KA Divre III Palembang Tembus 139 Persen

NASIONAL

Tak Hanya Berbagi Hewan Kurban, IDSurvey Perkuat Standar Sertifikasi Halal Tempat Potong Hewan dan Unggas

badge-check


 Tak Hanya Berbagi Hewan Kurban, IDSurvey Perkuat Standar Sertifikasi Halal Tempat Potong Hewan dan Unggas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Dalam rangka menyambut Idul Adha 2026, IDSurvey memberikan sertifikasi halal gratis untuk tempat potong hewan dan unggas di beberapa wilayah Jabodetabek dan menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di sekitar perusahaan. Program ini menjadi bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam memperkuat kontribusi sosial sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi sebagai langkah awal pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha tempat potong untuk memperkuat ekosistem halal di wilayah operasional perusahaan.

Dalam momentum tersebut, Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey, Sinung Triwulandari, menegaskan bahwa kegiatan kurban tidak hanya berfokus pada distribusi hewan kurban, tetapi juga memastikan seluruh proses penyembelihan dilakukan sesuai standar kehalalan yang terverifikasi. Menurutnya, pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa praktik berbagi kepada masyarakat tetap selaras dengan prinsip kualitas, kepatuhan, dan keberlanjutan.

Sejalan dengan itu, IDSurvey turut memperkuat intervensi strategis melalui program fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha Tempat Pemotongan Hewan/Tempat Pemotongan Unggas (TPH/TPU) serta pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha). Program ini menjadi wujud program creating shared value, di mana kegiatan sosial perusahaan dirancang selaras dengan kompetensi inti Perusahaan di bidang sertifikasi dan standardisasi, sehingga tidak hanya membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban halal nasional 2026, tetapi juga meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta secara simultan memperkuat ekosistem halal nasional dan relevansi bisnis perusahaan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Sinung menambahkan bahwa sertifikasi halal dan peningkatan kompetensi Juru Sembelih Halal merupakan langkah strategis untuk mendorong transformasi sektor pangan nasional. Ia menilai bahwa pelaku usaha yang mampu memenuhi standar halal tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kepercayaan konsumen serta memperluas penetrasi pasar, termasuk ke rantai pasok yang lebih luas dan berstandar global.

Program tersebut merupakan respons atas implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mewajibkan seluruh produk dan jasa penyembelihan bersertifikat halal. Tanpa dukungan yang memadai, pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) menghadapi tantangan dalam aspek pembiayaan dan kesiapan teknis yang berpotensi menghambat akses pasar dan daya saing usaha. “TPH/TPU dan Juleha adalah titik kritis dalam penjaminan kehalalan produk daging. Sebagai Holding Jasa Survei, peran IDSurvey tidak hanya sebagai lembaga TICC, tetapi juga mitra strategis masyarakat. Melalui program TJSL berbasis expertise, kami menciptakan shared value yang meningkatkan kualitas dan kepatuhan usaha,” ujar Sinung.

Melalui pendekatan TJSL berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), IDSurvey menghadirkan program yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga berorientasi pada peningkatan kapasitas berkelanjutan. Fasilitasi mencakup pendampingan penyusunan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), audit fasilitas, hingga sertifikasi kompetensi Juleha yang diakui negara, sehingga pelaku usaha mampu memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Dari sisi ekonomi, sertifikasi halal memberikan nilai tambah signifikan bagi pelaku usaha, mulai dari peningkatan kepercayaan konsumen hingga perluasan akses pasar domestik dan ekspor. Inisiatif ini sekaligus mendukung posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal global yang kompetitif.

Ke depan, IDSurvey berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program TJSL berbasis keahlian perusahaan guna membangun ekosistem halal yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

IPCC Tebar Manfaat Qurban 2026, Perkuat Kepedulian Sosial dan Komitmen Keberlanjutan

30 Mei 2026 - 17:29 WIB

PJBW Pekan ke-77 Gandeng BudayantaraTV, Salurkan Ratusan Paket Makanan bagi Warga Membutuhkan

30 Mei 2026 - 13:51 WIB

Beutong Ateuh Kembali Disorot, Izin Tambang Baru Picu Kekhawatiran di Kawasan Terdampak Banjir Bandang

30 Mei 2026 - 13:47 WIB

Semangat Kebangkitan Bangsa Dalam Sastra Indonesia Kini

30 Mei 2026 - 05:36 WIB

Catatan Iwan Piliang: Menjaga Persahabatan dan Silaturahmi Lama, Bertemu Demer di Kerobokan Bali

30 Mei 2026 - 05:23 WIB

Deepfake AI dan Disrupsi Dunia Kepenulisan Jadi Sorotan Orasi Budaya di Unand

30 Mei 2026 - 05:09 WIB

Erick Dharma Hadiri Qurban Bersama LMK ARDI dan LMK RAI, Pererat Solidaritas Insan Dangdut Indonesia

29 Mei 2026 - 22:18 WIB

Perkuat Perdagangan Intra-Asia, IPC TPK Layani Perdana Service SCJX X-Press Feeders

29 Mei 2026 - 20:38 WIB

HIS Raih TOP CSR Awards 2026, Perkuat Komitmen ESG Berkelanjutan

29 Mei 2026 - 19:42 WIB

Lewat Desain Logo, Tata Naufal Harumkan Nama SMPN 4 Semarang

29 Mei 2026 - 19:27 WIB

Trending di SENI BUDAYA